Kesehatan

KESEHATAN
12 November 2020

Kedutan Kelopak Mata Kanan Atas, Haruskah Khawatir?

Apakah kedutan di kelopak mata kanan atas ada artinya? Atau jangan-jangan sinyal dari penyakit tertentu?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Di Indonesia, kedutan di bagian tubuh tertentu sering dikaitkan dengan arti menurut primbon atau mitos. Kedutan memang dapat terjadi tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya secara pasti, namun kemungkinan penyebab kedutan di mata dapat dijelaskan secara medis.

Kedutan Kelopak Mata Kanan Atas Menurut Medis

Kedutan kelopak mata kanan atas disebabkan beberapa faktor

Foto: Freepik.com

Secara medis, kedutan di kelopak mata disebut sebagai myokymia, yaitu sebuah kejang di otot kelopak mata yang repetitif dan tidak dapat dikontrol.

Kedutan kelopak mata kanan atas menurut medis dapat hilang dengan sendirinya dalam beberapa detik atau hitungan menit. Sama seperti kedutan di area tubuh lainnya, kedutan kelopak mata kanan atas tidak dapat diprediksi. Terkadang kedutan dapat terjadi berulang selama beberapa kali dalam seminggu atau bahkan berbulan-bulan.

Kedutan kelopak mata kanan atas seharusnya tidak terasa sakit dan tidak menimbulkan bahaya, tetapi bisa saja terasa mengganggu. Tetapi tenang saja, karena biasanya kedutan dapat hilang sendiri walau tanpa diobati.

Salah satu studi di New York melakukan observasi terhadap 15 pasien dengan kedutan di kelopak mata selama tahun 1983 hingga 2002. Pada semua pasien, gejala dimulai sebagai kedutan kelopak mata unilateral, mingguan atau dua mingguan, memiliki jeda waktu, dan berkembang menjadi spasme harian selama beberapa bulan.

Dari hasil observasi, tidak ada pasien yang menunjukkan gejala lebih lanjut dari penyakit neurologis, meskipun salah satu pasien gejalanya berkembang menjadi spasme hemifasial ipsilateral (kedutan di sebagian wajah). 13 orang pasien (86,7%) menjalani neuroimaging yang memberikan hasil negatif. Myokymia sembuh sendirinya pada 4 pasien. Dari 11 pasien yang tersisa, 8 orang menerima injeksi botox secara berkala, dengan sebagian besar melaporkan adanya perbaikan gejala.

Kesimpulan dari penelitian ini, kedutan kelopak mata kanan atas menurut medis adalah kondisi yang jinak. Kedutan cenderung tidak berkembang menjadi kelainan pergerakan lainnya atau diasosiasikan dengan penyakit saraf.

Baca Juga: Membantu Visual, Ini Cara Kerja Kacamata Buta Warna

Penyebab kedutan kelopak mata kanan atas menurut medis dapat terjadi tanpa alasan yang jelas. Namun, kemungkinan penyebab atau hal yang memperburuk kedutan kelopak mata kanan atas antara lain:

  • Stres mungkin menjadi salah satu penyebab kedutan kelopak mata kanan atas yang paling umum.
  • Kelelahan akibat kurang tidur, stres, atau karena sebab lainnya, juga dapat memicu kedutan di kelopak mata.
  • Ketegangan mata akibat terlalu lama menatap layar digital seperti menggunakan komputer atau gadget, juga dapat menyebabkan kedutan kelopak mata kanan atas.
  • Terlalu banyak mengonsumsi kafein dan alkohol juga dapat memicu kedutan kelopak mata kanan atas.
  • Mata kering akibat berbagai sebab, misalnya usia lanjut, terlalu lama menggunakan komputer, sedang dalam pengobatan tertentu, pengguna lensa kontak, atau mengonsumsi kafein dan alkohol.
  • Kekurangan nutrisi tertentu seperti magnesium, juga dapat memicu kedutan kelopak mata kanan atas menurut medis.
  • Alergi tertentu yang memicu reaksi di mata seperti gatal, bengkak, dan berair. Ketika Moms dan Dads menggosok mata karena gejala alergi tersebut, tubuh akan merilis histamine, yang dapat menjadi salah satu penyebab kedutan di kelopak mata.

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, kedutan kelopak mata kanan atas menurut medis adalah gejala awal dari beberapa kelainan pergerakan kronis, terutama jika kedutan di kelopak mata disertai dengan kedutan di bagian wajah lain atau gerakan yang tidak dapat dikontrol.

Baca Juga: Warna Mata Ternyata Ungkapkan Kesehatan Tubuh Kita! Ini Dia Penjelasannya

Kedutan Kelopak Mata Kanan Atas Terus Menerus

Kedutan kelopak mata kanan juga dapat menjadi gejala awal beberapa penyakit

Foto: Freepik.com

Walau bukan gejala yang serius dan tidak menyakitkan, kedutan di kelopak mata dapat terasa mengganggu. Untuk sebagian orang, kedutan kelopak mata dapat berhenti dengan sendirinya setelah beberapa saat. Namun bagaimana dengan kedutan kelopak mata kanan atas terus menerus?

Walaupun sangat jarang, kedutan kelopak mata kanan atas terus menerus dapat menjadi salah satu gejala penyakit tertentu yang lebih serius.

Segera konsultasikan ke dokter mata jika mengalami gejala berikut:

  • Kedutan kelopak mata kanan atas terus menerus selama beberapa minggu.
  • Kelopak mata tertutup saat terjadi kedutan dan terasa sulit untuk membukanya. Kondisi ini disebut juga sebagai blepharospasm.
  • Kelopak mata menjadi terkulai.
  • Kedutan kelopak mata kanan atas terus menerus yang diikuti dengan kedutan di bagian lain, misalnya di pipi. Hal ini dapat mengindikasikan gejala kelainan saraf lainnya, seperti hemifacial spasm atau kedutan di setengah bagian wajah.
  • Terjadi radang atau iritasi di mata, bengkak, atau mengeluarkan kotoran terus menerus.

Baca Juga: 3 Makanan Untuk Menjaga Kesehatan Mata Selain Wortel

National Eye Institute menjelaskan blepharospasm sebagai kejang otot kelopak mata yang tidak dapat dikendalikan dan abnormal. Kedutan di kelopak mata yang menjadi kronis atau terus menerus, mungkin saja Moms dan Dads mengidap kondisi blepharospasm. Yang membedakannya dengan kedutan biasa adalah blepharospasm memiliki gejala yang lebih berat, seperti kelopak mata sulit dibuka ketika kedutan terjadi, atau kedua mata berkedip tanpa bisa dikendalikan.

Penyebabnya masih belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa hal yang dapat memperburuk kondisi ini, misalnya inflamasi di kelopak mata, konjungtivitis, mata kering, iritasi akibat lingkungan, kelelahan, sensitif terhadap cahaya, stres, terlalu banyak alkohol dan kafein, atau merokok.

Untuk mengatasi kedutan kronis, biasanya Moms dan Dads akan diminta untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Namun, jika cara ini tidak mengatasi kedutan atau kondisinya tidak memungkinkan, dokter mungkin akan melakukan tindakan seperti menyuntik Botulinum toxin (botox) atau operasi.

Injeksi botox dapat mengatasi kedutan kronis seperti blepharospasm untuk beberapa bulan, namun botox dapat luruh seiring dengan waktu sehingga prosedur ini perlu dilakukan beberapa kali, terutama jika kedutan kambuh.

Beberapa kasus kedutan memerlukan tindakan operasi yang membuang beberapa otot dan saraf yang disebut myectomy.

Baca Juga: Digital Microscope, Teknologi Terbaru Operasi Mata yang Lebih Optimal

Umumnya kedutan di kelopak mata dapat dicegah atau diatasi dengan mengurangi penyebabnya yang paling umum, yaitu stres, kelelahan, dan kafein.

Moms dan Dads dapat mencoba untuk mengelola stres agar otot-otot tubuh menjadi lebih rileks secara keseluruhan. Jika Moms dan Dads merasa penyebabnya adalah kurang tidur, cobalah untuk mencoba mengatur jadwal tidur menjadi sedikit lebih awal dan tingkatkan secara bertahap. Selain itu, mengontrol jumlah konsumsi kafein seperti kopi, teh, soda, atau minuman energi juga dapat membantu.

Penyebab umum lainnya di era digital ini adalah mata yang lelah akibat terlalu lama menggunakan komputer atau gadget. Mengistirahatkan mata setiap 20 menit sekali dapat menjadi solusi bagi Moms dan Dads yang sehari-harinya harus bekerja dengan komputer.

Jika kedutan di kelopak mata terasa tidak nyaman, Moms dan Dads dapat menekan area mata dengan telapak tangan selama beberapa menit, atau memberikan kompres hangat.

Baca Juga: Apa Benar Manfaat Wortel Baik untuk Kesehatan Mata?

Seberapa sering Moms dan Dads mengalami kedutan di kelopak mata kanan atas? Mungkin saja kedutan ini adalah cara tubuh memberikan sinyal agar Moms dan Dads beristirahat sejenak sebelum beraktivitas kembali, jangan sering diabaikan, ya!

Artikel Terkait