Selebriti

18 Mei 2021

Ifan "Seventeen" dan Calon Istri Saling Marahan Jelang Nikah, Simak Penyebab Kegelisahan Pranikah Ini!

Ternyata, kondisi ini wajar terjadi lho, Moms
placeholder

Foto: instagram.com/ifanseventeen

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Pasangan selebriti Ifan "Seventeen" dan Citra Monica akhirnya memutuskan untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.

Usai melakukan lamaran pada bulan April 2021 lalu, kini Ifan dan Citra tengah disibukkan dengan persiapan menjelang pernikahan.

Meski keduanya sudah pernah menikah dengan pasangan masing-masing sebelumnya, tetapi Ifan dan Citra ternyata tetap mengalami drama ketika mempersiapkan pernikahan.

Drama menjelang pernikahan tersebut sampai membuat Ifan dan Citra cek cok bahkan berujung saling memblokir.

Hal tersebut diketahui dari unggahan Ifan dalam akun sosial media Instagramnya, @ifanseventeen, dalam sebuah video yang memperlihatkan kebersamaan dirinya dengan sang calon istri tersebut.

Ifan menuliskan caption, "Abis marahan 2 hari, block-blockan, trus baikan, kangen-kangenan, trus seharian berdua senyum-senyum sendiri☺️• Menjelang pernikahan dramanya adaaaaa aja ya 😅"

Tidak hanya Ifan Seventeen dan Citra Monica yang mengalami drama sebelum hari pernikahan tiba. Setiap pasangan yang akan menikah ternyata memang memiliki ujiannya masing-masing.

Meski kedua pasangan selebriti ini tak menjelaskan secara rinci apa yang menjadi penyebab selisih paham menjelang pernikahan, sebenarnya ada beragam penyebab yang mendasarinya, dan hal ini biasa terjadi, lho!

Yuk, cari tahu apa saja bentuk-bentuk kegelisahan pranikah berikut ini.

1. Hari Pernikahan

Kecemasan Pra Nikah

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu kegelisahan pranikah yang dialami oleh calon pengantin pria atau wanita, ialah hari pernikahan itu sendiri.

Membayangkan seluruh keluarga datang untuk menyaksikan pernikahan kita dengan pasangan mungkin membuat diri merasa gugup, cemas, bahkan takut.

Hal ini karena pada saat hari pernikahan, kedua mempelai akan menjadi pusat perhatian oleh semua orang. Kecemasan seperti ini sangat wajar terjadi dan bisa dialami oleh siapa pun.

Untuk mengatasinya, kedua calon pengantin mungkin bisa mengatur jalannya hari pernikahan sesuai dengan keputusan bersama.

Misalnya, ketika kedua calon pengantin merasa kurang nyaman untuk menjadi pusat perhatian saat duduk di pelaminan, mengubahnya dengan cara menghampiri tamu yang datang sehingga suasana pernikahan lebih santai mungkin bisa jadi solusi.

Baca Juga: 5 Tips Penting untuk Tahun Pertama Pernikahan yang Menggairahkan

2. Takut Menjadi Suami atau Istri

kecemasan pra nikah - takut menjadi suami istri.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Baik pria maupun wanita mungkin memiliki kecemasan yang sama, yaitu merasa takut menjadi seorang suami atau istri. Biasanya, penyebab yang mendasarinya adalah pernikahan orang tua kita sendiri.

Kita belajar dari mereka bagaimana cara berdebat, bagaimana meminta kebutuhan kita, dan bagaimana menegosiasikan energi pada hubungan yang kita lihat, sehingga merasa cocok untuk diikuti dan diterapkan dalam rumah tangga kita sendiri nantinya.

Namun, beberapa dari kita mungkin tidak mendapatkan gambaran pernikahan yang cukup ideal karena berasal dari rumah tangga yang hancur, rumah tangga yang dipenuhi amarah, kekerasan, rasa malu atau pengabaian, atau rumah tangga di mana hanya ada sedikit atau tidak ada keintiman emosional.

Untuk mengatasi kegelisahan pranikah ini, setiap calon pengantin sebaiknya menyadari bahwa tidak semua hal dari orang tua kita harus diikuti. Semua pasangan berhak memilih jenis hubungan atau rumah tangga seperti apa yang mereka inginkan.

Cukup ambil setiap pembelajaran baik yang kita dapatkan dari pernikahan orang tua masing-masing, jangan ikuti hal buruk yang sekiranya mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Baca Juga: 4 Tips Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga dengan Suami

3. Pertanyaan Seputar Kehidupan Rumah Tangga

Kecemasan Pra Nikah - Pertanyaan Seputar Rumah Tangga

Foto: Orami Photo Stock

Terkadang, penyebab yang mendasari munculnya kegelisahan pranikah, yaitu pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan rumah tangga yang belum didiskusikan dengan pasangan.

Pertanyaan ini mungkin, meliputi apakah kita menginginkan anak dan kapan, dimana tinggalnya nanti, berapa banyak uang yang direncanakan untuk kebutuhan ke depannya, berapa banyak waktu yang akan dihabiskan dengan keluarga besar, siapa yang tinggal di rumah dan mengasuh anak-anak, dan sebagainya.

Penting untuk membahas seluruh pertanyaan di atas sebelum memutuskan untuk berumah tangga karena konflik yang muncul dari hal tersebut tidak bisa selesai dengan sendirinya.

Jangan berpikir bahwa setelah menikah semuanya akan menjadi lebih mudah.

Jadi, sangat penting bagi setiap pasangan untuk membicarakan rencana besar selama kehidupan pernikahan nantinya. Carilah jalan tengah dari setiap gambaran masalah yang mungkin muncul di kemudian hari.

Baca Juga: 4 Pertanyaan Paling Sering Muncul Mengenai Keuangan Rumah Tangga

4. Kecemasan Akan Kekerasan

Kecemasan Pra Nikah - Kekerasan

Foto: Orami Photo Stock

Kekerasan bukan suatu hal yang baik dalam hubungan apapun. Apalagi dalam sebuah pernikahan dan hal ini mungkin menjadi salah satu sumber kecemasan sebelum kita memutuskan untuk menikah atau kegelisahan pranikah.

Ingatlah bahwa jika kita menemukan adanya kekerasan, ancaman kekerasan atau perilaku mempermalukan atau mengontrol dalam hubungan, sebaiknya carilah dukungan dari terapis.

Apabila perilaku kasar sudah pernah terjadi di masa lalu dalam hubungan, harap pikirkan lagi jika ingin melanjutkannya ke jenjang pernikahan. Hal ini karena kekerasan dalam diri seseorang biasanya sulit untuk dihilangkan.

Jadi intinya, perilaku kasar akan terus terjadi lagi. Maka, sudahi semua hubungannya sebelum terlambat.

Baca Juga: Rumah Tangga Bermasalah, Perlukah Mengunjungi Psikolog Pernikahan?

5. Hubungan dengan Keluarga

Kecemasan Pra Nikah - Hubungan dengan Keluarga

Foto: Orami Photo Stock

Bentuk kegelisahan pranikah lainnya bisa saja mengenai hubungan dengan keluarga nantinya.

Saat kita menikah, kita sebenarnya sedang menciptakan keluarga baru, dan agar ada ruang untuk keluarga baru ini, kita harus berpisah terlebih dahulu dari keluarga asal (orang tua).

Perasaan cemas atau mungkin takut untuk menghadapi hubungan keluarga yang sulit sangatlah wajar terjadi. Maka, bangunlah keterampilan komunikasi yang kuat dengan pasangan sehingga kita tidak merasa menghadapinya sendirian.

Ingatlah bahwa kita tidak dapat mengubah perilaku, harapan, atau perasaan orang lain, tetapi kita dapat memastikan bahwa kita dan pasangan adalah satu tim. Jadi, kita perlu bersatu dalam ekspektasi, batasan, dan pesan kepada orang lain dengan pasangan.

Menghubungi konselor pernikahan mungkin dapat membantu.

Baca Juga: 5 Tips Akur dengan Ibu Mertua, Moms Wajib Tahu!

6. Kegelisahan Pranikah Soal Seks

Kecemasan Pra Nikah - Kehidupan Seks

Foto: Orami Photo Stock

Seks termasuk topik yang cukup rumit, dan ini adalah inti dari hubungan intim selama pernikahan. Namun rasanya, hampir tidak mungkin untuk membicarakan seks secara gamblang dengan pasangan.

Meski begitu, sebaiknya tidak disepelekan karena seks bisa saja menjadi masalah dalam hubungan jika terlalu intens atau tidak ada intensitas sama sekali.

Komunikasi dan pengetahuan merupakan kunci untuk meredakan kegelisahan pranikah ini. Pahami apa itu seks dalam sebuah pernikahan dan seks bagi pasangan baru.

Meminta bantuan dari seorang konselor pasangan atau terapis seks mungkin bisa menjadi tempat yang baik untuk memulainya. Belajar dan temukanlah lebih banyak tentang sensualitas kita dan pasangan.

Baca Juga: Bagaimana Jadwal yang Pas untuk Berhubungan Seks Agar Cepat Hamil?

7. Kebiasaan Pasangan

Kecemasan Pra Nikah - Kebiasaan Pasangan

Foto: Orami Photo Stock

Kegelisahan pranikah yang paling umum dan sering dialami oleh pasangan menjelang pernikahan, yaitu terkait kebiasaan satu sama lain.

Usai lamaran dan menjelang hari pernikahan, kita mungkin menyadari ada beberapa kebiasaan pasangan yang terasa mengganggu atau menyebalkan.

Hal ini sangatlah wajar terjadi, tetapi juga sering kali menyebabkan pertengkaran karena kita merasa bahwa kebiasaan tersebut belum pernah ada sebelumnya. Cukup bicarakan dengan baik-baik bersama pasangan, tenangkan diri, dan singkirkan emosi.

Kebiasaan memang cukup sulit untuk diubah, tetapi jika dicoba perlahan mungkin bisa membantu.

Baca Juga: 5 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan setelah Bertengkar dengan Suami, Bahaya!

8. Takut Menikah Terlalu Cepat

kecemasan pra nikah - menikah terlalu cepat

Foto: Orami Photo Stock

Ketika teman atau keluarga terus memberitahu kita menikah terlalu cepat, hal ini bisa saja menyebabkan kecemasan sehingga terus mempertanyakan apakah keputusan menikah sudah tepat atau belum.

Namun, ingatlah bahwa orang lain tidak menjalani dan mereka tidak mengetahui hal-hal penting yang ada dalam hubungan ini. Waktu menikah yang terlalu cepat atau tidak bukanlah suatu hal yang bisa mengukur keberhasilan atau kegagalan sebuah pernikahan.

Pasangan yang merasa percaya diri dan komitmen untuk menikah meski hubungannya baru sebentar memiliki peluang yang sama dengan pasangan yang telah lma bersama untuk berhasil dalam pernikahan.

Jadi, jangan biarkan pikiran atau pendapat orang lain memengaruhi diri kita.

Baca Juga: 7 Selebriti Cantik yang Menikah Muda dan Pernikahannya Jauh dari Gosip Hingga Kini

9. Sering Bertengkar dengan Pasangan

Kecemasan Pra Nikah - Sering Bertengkar

Foto: Orami Photo Stock

Menjelang hari pernikahan, ada banyak kegelisahan pranikah yang mungkin memicu timbulnya pertengkaran dengan pasangan. Kondisi seperti ini memang cukup sering terjadi pada siapa saja sehingga bisa dibilang wajar.

Merencanakan pernikahan melibatkan banyak logistik, uang dalam jumlah besar, serta dibutuhkannya kompromi karena keluarga dan pasangan.

Jadi, bisa saja menyebabkan kita atau pasangan bereaksi berlebihan terhadap pertengkaran terkait pernikahan nanti.

Dalam mengatasinya, cobalah berbicara mengenai kekhawatiran apapun dan minta pasangan untuk menghadapinya bersama. Dengan begitu, masalah pra nikah ini dapat terselesaikan.

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa menyebabkan kecemasan menjelang pernikahan atau kegelisahan pranikah, beserta cara mengatasinya. Semoga dapat membantu para pasangan yang ingin menikah.

  • https://www.huffpost.com/entry/pre-wedding-jitters_n_2201005
  • https://www.brides.com/story/cold-feet-thoughts-that-are-normal
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait