Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kegemukan Sebelum Hamil? Hati-hati Ini 6 Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Bagikan


Kegemukan Sebelum Hamil? Hati-hati Ini 6 Risiko Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Merencanakan kehamilan tentu butuh persiapan khusus, baik secara fisik maupun mental.

Nah, salah satu persiapan fisik yang penting diperhatikan sebelum hamil adalah berat badan. Ya, berat badan sebelum hamil dapat mempengaruhi kesehatan Moms ketika hamil.

Karena itu, dokter biasanya menyarankan setiap calon ibu untuk memiliki berat badan normal sebelum hamil. Artinya, untuk mendapatkan kehamilan yang sehat, Moms dianjurkan untuk memiliki berat badan yang normal selama hamil.

Lalu, bagaimana bila Moms bertubuh gemuk sebelum hamil? Moms yang berbadan gemuk sebelum hamil cenderung memiliki berat badan yang berlebih juga selama hamil. Hal ini bisa  memicu risiko terhadap kehamilan dan janin yang dikandung. Berikut di antaranya: 

1. Diabetes Gestasional

Moms yang berlebihan berat badan kala hamil atau obesitas berisiko tinggi untuk mengalami diabetes gestasional. Dampaknya dapat mengakibatkan janin tumbuh besar sehingga perlu dilahirkan melalui operasi caesar. 

2. Preeklampsia

Gemuk sebelum hamil juga berisiko mengalami preeklampsia, lo. Kondisi ini bisa memengaruhi kesehatan Moms selama hamil secara keseluruhan. Bahkan, kasus preeklampsia yang parah dapat menimbulkan masalah pada fungsi ginjal dan hati.

Baca Juga : Kaki Bengkak Setelah Melahirkan, Bagaimana Cara Mengatasinya?

3. Sleep Apnea

Ibu hamil yang mengalami obesitas bisa juga mengalami sleep apnea. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, di antaranya tekanan darah tinggi, preeklampsia, eklampsia serta gangguan jantung dan paru-paru.

4. Kelahiran Prematur

Riset yang dilakukan Stanford University School of Medicine menunjukkan, perempuan yang gemuk sebelum hamil memiliki berisiko tinggi untuk melahirkan bayi prematur sebelum usia kehamilan 28 minggu.

Sementara, persalinan prematur pada usia kehamilan antara 28-37 minggu ternyata tidak berhubungan dengan obesitas pada ibu hamil.

5. Masalah Kesehatan yang Fatal

Selain itu, Moms yang mengalami obesitas kala hamil dapat berisiko tinggi melahirkan bayi yang cacat, makrosomia (ukuran bayi lebih besar daripada normal), serta bayi lahir dalam kondisi meninggal. 

Penelitian lain yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat juga menunjukkan, perempuan yang gemuk sebelum hamil berisiko melahirkan bayi dengan kelainan jantung dan cacat lahir hingga 2-3 kali lebih besar. Duh!

6. Berhenti Menyusui Lebih Awal

Tak hanya berkaitan dengan risiko ketika hamil, akan tetapi obesitas atau berat badan berlebih sebelum hamil juga bisa berhubungan dengan persoalan yang dapat terjadi pasca melahirkan.

Sebuah riset menunjukkan, gemuk atau berat badan berlebih dapat menurunkan tingkat hormon prolaktin (hormon menyusui) setelah melahirkan.

Hal ini bisa mengakibatkan Moms yang gemuk cenderung berhenti menyusui lebih awal, dibandingkan dengan Moms dengan berat badan normal.

Baca Juga : Jadi Gemuk Usai Melahirkan, Ini Cara Agar Tubuh Ideal Kembali

Berapa Berat Badan Ideal Saat Hamil?

Jadi, bagaimana bila kondisi berat badannya berlebih ketika merencanakan kehamilan?

Mau tak mau, bila Moms berbadan gemuk, sebaiknya berusaha menurunkan berat badan sebelum hamil. Inilah cara terbaik untuk mendapatkan kehamilan yang sehat. Selain itu, tentu saja tujuannya agar Moms terhindar dari risiko berbagai komplikasi ketika hamil. 

Lalu idealnya berapa penurunan berat badan yang harus dicapai? Setidaknya, cobalah untuk menurunkan berat badan sekitar 5-7% dari berat badan saat ini. Atau, sekitar 4,5-9 kg sehingga dapat meningkatkan kesehatan Moms secara keseluruhan. Alhasil, dapat meningkatkan peluang Moms juga untuk mendapatkan kehamilan yang sehat.

Tentunya, pastikan berusaha menurunkan berat badan dengan cara sehat, yaitu mengubah pola atau gaya hidup menjadi lebih sehat.

Upayakan untuk mengonsusmi makanan bergizi seimbang serta berolahraga secara teratur. Inilah cara yang sehat dan paling baik untuk menurunkan berat badan. 

Selamat berusaha Moms dan selamat mendapatkan kehamilan yang sehat!

(HIL) 

Sumber: fitpregnancy.com, mayoclinic.org

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.