Trimester 3

3 Januari 2022

Mengenal Kehamilan Aterm dan 5 Manfaatnya untuk Ibu serta Bayi

Ini adalah usia kehamilan normal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Aprinda
Disunting oleh Widya Citra Andini

Pernahkah Moms mendengar seputar kehamilan aterm? Meski istilahnya cukup asing, nyatanya ini adalah kondisi umum, lho, Moms! Agar tak bingung saat mendengar istilahnya, yuk kenali apa itu kehamilan aterm!

Apa Itu Kehamilan Aterm?

kehamilan aterm

Foto: Orami Photo Stock

Kehamilan aterm adalah kondisi kehamilan yang berjalan 37-40 minggu. Ini adalah kondisi kehamilan normal saat seorang ibu melahirkan anaknya di rentang usia ini.

Melansir dari March of Dimes, kehamilan penuh berlangsung antara 39 minggu, 0 hari dan 40 minggu, 6 hari.

Ini adalah 1 minggu sebelum tanggal HPL hingga 1 minggu setelah HPL.

Melansir dari laman The American College of Obstetrian & Gynecology, ada beberapa istilah dalam kehamilan tergantung dari usia kelahiran sang jabang bayi.

  • Aterm awal: 37-38 minggu
  • Aterm penuh: 39-40 mingg
  • Aterm akhir: 41 minggu
  • Postterm: 42 minggu dan seterusnya

Baca Juga: 8 Amalan Ibu Hamil Menurut Islam, Yuk Lakukan Moms!

Sementara itu, bayi yang dilahirkan di bawah usia 37 minggu dinamakan bayi prematur.

Pengelompokan bayi prematur juga terdiri dari berbagai jenis tergantung usia kelahirannya.

  • Bayi sangat prematur: 23-28 minggu
  • Bayi prematur cukup bulan: 29-33 minggu
  • Bayi prematur terlambat lahir: 34-37 minggu.

Bayi yang lahir sebelum minggu ke-39 biasanya memiliki peluang lebih besar untuk alami masalah pernapasan, gula darah rendah, dan masalah lain yang membuatnya harus dirawat di NICU.

Manfaat Kehamilan Aterm

kehamilan aterm

Foto: Orami Photo Stock

Setiap minggu kehamilan penting untuk kesehatan bayi. Pasalnya, otak dan paru-paru bayi masih berkembang di minggu-minggu terakhir kehamilan.

1.Membiarkan Otak dan Organ Lain Berkembang Sempurna

Bukti menunjukkan bahwa beberapa organ terpenting tumbuh dalam jumlah yang signifikan di beberapa minggu terakhir kehamilan.

Otak bayi pada usia 35 minggu beratnya hanya 2/3 dari beratnya di usia 39 hingga 40 minggu.

Begitu juga dengan paru-paru dan hati yang berkembang cukup pesat di akhir minggu kehamilan aterm.

Selain itu, lahir di usia kehamilan aterm juga mengurangi kemungkinan masalah penglihatan dan pendengaran.

2.Terhindar dari Komplikasi Pernapasan

Melansir dari OSF Healthcare, bayi yang lahir di bawah usia 37 minggu 2 kali lipat berisiko mengalami gangguan pernapasan.

Oleh karenanya, lahir di masa kehamilan aterm membantu tubuh bayi mengembangkan organ-organ penting di dalamnya, termasuk paru-paru.

3.Terhindar dari Komplikasi Jangka Panjang

Anak yang lahir kurang bulan lebih mungkin mengalami masalah perilaku dan berkembang lebih lambat dibanding anak lain yang dilahirkan cukup bulan.

Baca Juga: Tidak Ingin Melahirkan Caesar, Ini 3 Persiapan Melahirkan Normal yang Harus Dilakukan

4.Membuat Persalinan Jadi Lebih Baik

Menjaga kehamilan hingga penuh bulan bantu menghasilkan pengalaman persalinan yang lebih positif bagi Moms dan bayi.

Pasalnya, saat persalinan diinduksi, Moms kemungkinan mengalami kontraksi yang lebih kuat dan sering.

Selain itu, kemungkinan komplikasi saat persalinan juga lebih besar dan waktu pemulihan butuh lebih lama dari persalinan spontan.

Risiko perdarahan pada ibu juga bisa berkurang karena tidak perlu menjalani induksi persalinan yang meningkatkan risiko rahim tidak berkontraksi dengan baik.

5.Membuat Bayi Punya Kemampuan Menyusui yang Baik

Bayi prematur biasanya memiliki kesulitan mengisap dan menelan. Ini karena sistem pencernaan dan refleksnya belum berfungsi sebagaimana mestinya.

Oleh karenanya, manfaat kehamilan aterm lainnya adalah bayi punya kemampuan menyusui yang baik.

Dengan begitu, saat lahir, Si Kecil bisa mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.

Kehamilan Aterm Tidak Selalu Baik

kehamilan aterm

Foto: Orami Photo Stock

Meski begitu, kehamilan aterm tidak selalu baik jika kondisi ibu dan janin memang memerlukan persalinan dengan segera.

Biasanya kelahiran prematur disarankan jika seorang ibu menderita diabetes gestasional, hipertensi, atau kondisi lain yang membahayakan ibu dan janin.

Dalam kondisi ini, dokter akan menginduksi persalinan secara dini demi keselamatan ibu dan bayi.

Oleh karenanya, konsultasi ke dokter sangat diperlukan dalam hal ini.

Moms mungkin ingin mencapai kehamilan aterm, tetapi jika dokter tidak mengizinkan karena lebih besar bahayanya, persalinan prematur tentu jadi pilihan yang lebih baik.

Baca Juga: Bahaya Berhubungan Saat Hamil, Bagaimana Cara Aman Melakukannya?

Jadi, sudah paham kan Moms seputar kehamilan aterm. Kapan pun bayi Moms akan lahir, semoga ibu dan bayinya sehat, ya!

  • https://www.marchofdimes.org/pregnancy/what-is-full-term.aspx
  • https://www.acog.org/clinical/clinical-guidance/committee-opinion/articles/2013/11/definition-of-term-pregnancy
  • https://www.osfhealthcare.org/blog/full-term-pregnancy-benefits-mom-and-baby/
  • https://www.sharp.com/health-news/5-benefits-of-a-full-term-pregnancy.cfm
  • https://www.marchofdimes.org/news/more-babies-getting-the-benefit-of-a-healthy-full-term-pregnancy-new-report-shows.aspx
  • https://www.nm.org/healthbeat/healthy-tips/go-the-full-40
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait