Program Hamil

18 Agustus 2021

Kenali Kehamilan Kimiawi dan Gejala, dan Penyebabnya

Hati-hati dengan bahaya ‘Chemical Pregnancy’!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Moms mungkin pernah mengalami yang oleh beberapa dokter disebut kehamilan kimiawi atau chemical pregnancy, atau yang dikenal dengan keguguran dini, yang diyakini mencakup 50-75% dari semua keguguran.

Mungkin hal yang membingungkan dan menakutkan bila Moms mengalami menstruasi seminggu setelah tes kehamilan positif, tetapi bahkan mungkin Moms tidak menyadari kalau sedang hamil.

Ini disebabkan karena kehamilan kimiawi terjadi sebelum USG dapat mendeteksi janin, tetapi tidak terlalu dini untuk tes kehamilan untuk mendeteksi kadar hCG, atau human chorionic gonadotropin.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah informasi seputar kehamilan kimiawi. Disimak yuk, Moms!

Baca Juga: 7 Makanan yang Harus Dimakan dan Dihindari setelah Keguguran

Apa Itu Kehamilan Kimiawi?

kehamilan kimiawi

Foto: freepik.com

Istilah "kehamilan kimiawi" mengacu pada hasil positif pada tes darah atau urin yang mengukur keberadaan hormon, human chorionic gonadotropin (hCG), untuk mendeteksi kehamilan.

Tetapi banyak wanita yang mengalami kehamilan kimiawi bahkan tidak menyadari bahwa mereka hamil karena kegugurannya sangat dini. Bahkan mungkin tidak sempat melakukan tes kehamilan, memiliki gejala kehamilan, atau bahkan melewatkan menstruasi.

Lanalee Araba Sam, M.D., dokter kebidanan dan kandungan di Fort Lauderdale menyatakan bahwa kehamilan kimiawi umumnya dikenal sebagai kehamilan positif palsu.

Artinya Moms memang mendapatkan hasil test pack positif tetapi beberapa hari kemudian terjadi pendarahan berat yang sering dianggap menstruasi.

Kira-kira tiga minggu setelah menstruasi terakhir, telur yang dibuahi tertanam di rahim, dan sel-sel yang akan menjadi plasenta mulai menghasilkan kadar hCG hormon kehamilan yang cukup tinggi untuk dideteksi pada tes darah atau urine.

Namun, karena beberapa alasan tertentu, implantasi tidak pernah sepenuhnya terjadi dan USG tidak bisa mendeteksi kantung kehamilan, detak jantung janin, atau plasenta yang berkembang, yang mengakibatkan pendarahan sekitar seminggu setelah masa menstruasi.

Jadi jika Moms mengalami pendarahan berat (dengan atau tanpa kram) setelah tes kehamilan positif, segera hubungi dokter, karena Moms mungkin mengalami kehamilan kimiawi.

Baca Juga: Kehamilan yang Gagal, Kenali Ciri-ciri Hamil Anggur

Penyebab Kehamilan Kimiawi

kehamilan kimiawi

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Everyday Health, kehamilan kimiawi adalah keguguran dini yang terjadi ketika sel telur dibuahi tetapi tidak sepenuhnya tertanam di dalam rahim.

Kehamilan hilang sebelum minggu kelima. Kehamilan kimia (juga dikenal sebagai kehamilan biokimia) ini sangat umum terjadi.

Penyebab kehamilan kimiawi bermacam-macam, di antaranya meliputi:

  • Kebanyakan terjadi karena janin tidak berkembang secara normal
  • Kelainan gen atau kromosom yang biasanya terjadi secara kebetulan saat embrio membelah dan tumbuh
  • Faktor risiko ibu hamil lebih tua dari 35 tahun
  • Lapisan uterus yang tidak memadai
  • Tingkat hormon rendah
  • Cacat fase luteal
  • Masalah medis yang tidak terdiagnosis, misalnya pembekuan darah atau kondisi tiroid
  • Infeksi

Kehamilan kimiawi juga dapat terjadi setelah fertilisasi in vitro (IVF). Telur dikeluarkan dari indung telur dan dicampur dengan sperma. Embrio dipindahkan ke rahim setelah pembuahan.

IVF adalah pilihan jika Moms tidak dapat hamil, karena:

  • saluran tuba yang rusak
  • masalah ovulasi
  • endometriosis
  • fibroid rahim
  • masalah kesuburan lainnya

Jika hal tersebut menjadi penyebab kehamilan kimiawi, tes darah biasanya diberikan dalam waktu 9 hingga 14 hari setelah IVF untuk memeriksa kondisi rahim dan Moms.

Baca Juga: 7 Penyebab Keguguran Paling Umum

Gejala Kehamilan Kimiawi

Karena kehamilan kimiawi terjadi di awal kehamilan, Moms mungkin bahkan tidak menyadari kalau sudah hamil saat mengalami kehamilan kimiawi.

Untuk wanita yang memiliki gejala, umumnya akan terjadi kram perut seperti menstruasi dan pendarahan vagina dalam beberapa hari setelah mendapatkan hasil kehamilan yang positif.

Penting untuk dicatat bahwa pendarahan setelah tes kehamilan positif tidak selalu berarti kehamilan kimiawi.

Pendarahan juga sering terjadi selama implantasi, yaitu saat embrio menempel pada rahim. Proses ini dapat pecah atau merusak pembuluh darah kecil di sepanjang lapisan rahim, yang mengakibatkan pelepasan darah.

Kehamilan kimiawi biasanya tidak berlangsung cukup lama untuk menyebabkan gejala terkait kehamilan seperti mual dan kelelahan.

Jenis keguguran akibat kehamilan kimiawi berbeda dengan keguguran lainnya. Keguguran dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Tetapi kehamilan kimiawi lebih sering terjadi sebelum minggu ke-20.

Berikut ini mungkin tanda-tanda kehamilan kimiawi, dilansir melalui Healthline:

  • Bercak ringan atau pendarahan setelah tes kehamilan positif bisa menjadi tanda kehamilan dan bukan keguguran, tetapi patut diwaspadai bila terjadi pendarahan berat yang tidak seperti biasanya
  • Kram perut seperti yang terjadi pada menstruasi
  • Gumpalan darah yang keluar dari vagina
  • Segera hubungi dokter jika mengalami pendarahan berat dan/atau kram setelah melakukan tes kehamilan positif.

Bisakah Hamil Lagi Setelah Kehamilan Kimiawi?

kehamilan kimiawi

Foto: Orami Photo Stock

Moms bisa berovulasi dan hamil lagi 2 minggu setelah keguguran dini, demikian menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Meskipun keguguran dini biasanya tidak memerlukan intervensi medis, pastikan untuk mengunjungi dokter jika Moms merasa telah mengalaminya. Dokter bisa memastikan penyebabnya tergantung dari berbagai faktor.

Jika Moms mengalami tiga kali kehamilan kimiawi berturut-turut, dokter mungkin ingin menjalankan tes untuk menyingkirkan masalah medis yang mungkin menyebabkannya sebelum Moms pergi ke spesialis kesuburan.

Jika kondisi kesehatan berkontribusi terhadap kehamilan kimiawi, sebagian besar dapat diobati sehingga Moms bisa terus mengandung bayi yang sehat. Artinya, segera setelah siap, Moms bisa mulai mencoba hamil lagi.

Baca Juga: Rencanakan Kehamilan Lagi 6 Bulan Pasca Keguguran

Itu dia Moms informasi seputar kehamilan kimiawi yang wajib Moms ketahui, terutama ketika sedang menjalani program hamil.

Apakah Moms pernah mengalami kehamilan kimiawi? Bagaimana tindakan Moms?

  • https://www.acog.org/womens-health/faqs/early-pregnancy-loss
  • https://www.everydayhealth.com/chemical-pregnancy/guide/
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/chemical-pregnancy#following-an-ivf
  • https://www.verywellfamily.com/chemical-pregnancy-a-very-early-miscarriage-2371493
  • https://www.miscarriageassociation.org.uk/information/miscarriage/chemical-pregnancy/
  • https://www.webmd.com/parenting/what-is-chemical-pregnancy#1
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait