Trimester 1

14 Desember 2021

Phantom Pregnancy, Kenali Gejala dan Penyebab dari Kehamilan Palsu

Gejala hamil palsu mungkin terasa seperti kehamilan sungguhan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Moms, biasanya mual, kelelahan, pembengkakan payudara menjadi gejala awal kehamilan. Tapi, pernahkah Moms mendengar tentang kehamilan palsu?

Dalam kasus yang jarang terjadi, ternyata bukan gejala kehamilan penyebab masalah Moms mengalami kondisi-kondisi tertentu.

Ada kalanya intuisi Moms tidak aktif dan tubuh memberitahu sedang hamil padahal sebenarnya tidak.

Melansir British Medical Journal, ini adalah fenomena yang disebut hamil palsu atau istilah klinisnya pseudocyesis.

Tetapi hal ini tidak terkait dengan keguguran. Dalam kehamilan palsu atau juga sering disebut phantom pregnancy, tidak ada konsepsi dan tidak ada bayi.

Meskipun demikian, gejalanya dapat bertahan cukup lama sehingga membuat Moms dan bahkan orang-orang di sekitar percaya Moms tengah hamil.

Berikut ini Orami sudah merangkum informasi seputar kehamilan palsu. Disimak yuk, Moms!

Baca Juga: Kehamilan Ektopik Bikin Sakit Pada Bahu? Ini Penjelasannya!

Gejala Hamil Palsu

Hamil palsu sering menyerupai kehamilan normal dalam segala hal, tapi dikurangi kehadiran Si Kecil dalam kandungan.

Dalam semua kasus, Moms benar-benar yakin bahwa Moms tengah hamil.

Dilansir dari American Pregnancy Association, secara fisik, gejala hamil palsu yang paling umum adalah:

1. Perut Buncit

Ilustrasi Perut Buncit

Foto: Orami Photo Stocks

Gejala kehamilan palsu yang pertama adalah perut buncit, mirip dengan benjolan bayi.

Perut bisa mulai mengembang seperti yang terjadi selama kehamilan ketika Si Kecil dalam kandungan sedang tumbuh.

Selama hamil palsu, eksistensi perut ini bukan hasil dari janin. Alih-alih, itu diyakini sebagai:

  • Penumpukan gas
  • Lemak
  • Kotoran
  • Air seni

2. Siklus Menstruasi Tak Teratur

Ilustrasi Siklus Menstruasi

Foto: Orami Photo Stocks

Ketidakteraturan siklus menstruasi adalah gejala kehamilan palsu paling umum kedua.

Setengah dan tiga perempat wanita yang mengalami hamil palsu merasakan bayi bergerak.

Bahkan, tak jarang melaporkan bayi itu menendang, meskipun tidak pernah ada bayi yang hadir.

Gejala lain bisa sama sulitnya untuk dibedakan dari yang dialami selama kehamilan yang sebenarnya dan dapat meliputi:

  • Mual dan muntah di pagi hari
  • Payudara lembut
  • Perubahan pada payudara termasuk ukuran dan pigmentasi
  • Laktasi
  • Pertambahan berat badan
  • Nafsu makan meningkat
  • Pembesaran rahim
  • Pelunakan serviks

Dalam beberapa kasus, gejala kehamilan palsu yang mungkin dirasakan oleh beberapa wanita juga mengalami peningkatan kadar estrogen atau prolaktin.

Inilah yang mungkin menjadi alasan di balik beberapa gejala fisik, serta gejala psikologis (seperti keinginan kuat akan ikatan dengan bayi).

Baca Juga:Kehamilan Palsu, Apakah Termasuk Gangguan Kesehatan?

3. Test Hamil Palsu

kehamilan palsu

Foto: Orami Photo Stock

Sementara itu, untuk menentukan apakah seorang wanita mengalami kehamilan palsu, biasanya dokter kandungan akan mengevaluasi gejalanya.

Dokter juga melakukan pemeriksaan panggul dan USG perut yang digunakan untuk merasakan dan memvisualisasikan bayi yang belum lahir selama kehamilan normal.

Dalam kasus hamil palsu, tidak ada bayi yang terlihat pada USG, dan tidak akan ada detak jantung.

Namun, kadang-kadang, dokter akan menemukan beberapa perubahan fisik yang terjadi selama kehamilan, seperti rahim yang membesar dan serviks melunak.

Tes kehamilan urin akan selalu negatif dalam kasus-kasus ini, dengan pengecualian kanker langka yang menghasilkan hormon yang mirip dengan kehamilan.

Kondisi medis tertentu dapat meniru gejala kehamilan, termasuk:

Kondisi ini mungkin perlu dikesampingkan dengan tes.

Baca Juga:6 Alarm Keguguran Palsu selama Kehamilan, Moms Wajib Tahu!

Penyebab Kehamilan Palsu

kehamilan palsu

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Reproductive Biology and Endocrinology, mengobati kehamilan palsu sulit karena ini adalah situasi yang sangat sulit.

Hal ini tidak selalu merupakan masalah medis tetapi lebih ke psikologis, di mana gejalanya dapat berlangsung dari beberapa minggu hingga 9 bulan, bahkan bertahun-tahun.

Bila dokter kandungan membuktikan fakta bahwa ini memang hamil palsu, mereka akan melakukan beberapa pemeriksaan psikologis

Hal ini untuk memastikan bahwa tidak ada kondisi psikologis atau neurologis yang mendasarinya.

Berikut ini adalah penyebab dari kondisi yang juga disebut pseudocyesis tersebut.

1. Faktor Psikologis

Salah satu dugaan penyebab terjadinya kehamilan palsu adalah adanya masalah psikologis, seperti depresi atau stres berat karena belum memiliki anak.

Sebagai contoh, wanita yang telah berkali-kali keguguran atau mandul, tubuhnya mungkin secara tidak sadar menciptakan tanda-tanda kehamilan.

Otak kemudian akan salah menafsirkan tanda-tanda tersebut dan mengeluarkan hormon kehamilan.

Hal ini kemudian menyebabkan munculnya tanda-tanda kehamilan, seperti perut atau buah dada yang membesar.

Oleh karena itu, wanita tersebut akan merasa bahwa tubuhnya sedang hamil.

2. Gangguan Kesehatan

Beberapa gangguan kesehatan juga dapat menimbulkan gejala yang menyerupai tanda-tanda kehamilan. Gangguan kesehatan itu dapat berupa:

Baca Juga: Hamil Anggur: Definisi, Penyebab, dan Tanda yang Harus Diwaspadai

Cara Membedakan Hamil Asli dan Palsu

top image kehamilan palsu

Foto: Orami Photo Stock

Untuk menentukan apakah seorang wanita tengah mengalami pseudocyesis atau memang benar-benar hamil, dokter akan melakukan tes ultrasound.

Melalui tes ini, akan terlihat apakah ada janin atau tidak di dalam rahim. Selain itu, tes ini juga berfungsi untuk mengecek ada tidaknya detak jantung janin dalam rahim.

Bila Moms mengalami gejala dan merasa belum yakin, segeralah periksa ke dokter untuk memastikan apakah itu kehamilan palsu atau bukan.

Baca Juga: 4 Risiko Setelah Hamil Anggur yang Bisa Terjadi

Nah, itu dia Moms informasi seputar kehamilan palsu. Mengingat beragam penyebabnya yang sangat erat dengan kesehatan Moms, sebaiknya segera periksa ke dokter, ya!

  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/phantom-pregnancy
  • https://www.webmd.com/baby/false-pregnancy-pseudocyesis#1
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2738334/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1416674/?page=1
  • https://rbej.biomedcentral.com/articles/10.1186/1477-7827-11-39
  • https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/infertility/false-pregnancy/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait