2-3 tahun

28 April 2021

Dukung Potensi Prestasi si Kecil, Hindari Kekurangan Zat Besi Pada Anak

Dukung potensi anak dengan aspek penting ini.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Zat besi sangat penting untuk perkembangan anak. Kekurangan zat besi dapat memengaruhi kesehatan serta pertumbuhan anak, bahkan dapat menyebabkan anemia.

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar anak di tes untuk pencegahan anemia defisiensi besi antara usia 9 bulan hingga 12 bulan.

Tergantung hasil skrining, dokter anak mungkin akan merekomendasikan suplemen zat besi oral atau multivitamin harian yang harus dikonsumsi selama 3 bulan berturut-turut tanpa putus baru kemudian dilakukan pengujian lebih lanjut.

Baca Juga: Hindari Anemia pada Anak dengan Perhatikan Pola Makannya

Tanda Anak Kekurangan Zat Besi

kekurangan zat besi pada anak (2).jpg

Foto: mygiftslist.be

Anak-anak dan remaja berisiko mengalami kekurangan zat besi pada tubuhnya.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar Indonesia (RISKESDAS 2018), 1 dari 3 anak Indonesia berpotensi anemia atau kekurangan zat besi. Biasanya, tanda kekurangan zat besi pada anak dapat dilihat secara kasat mata dengan mudah.

Namun, seringkali tanda ini terabaikan karena pada sebagian anak, tanda kurang zat besi tidak terlihat jelas.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, dilansir dari Healthy Children, berikut tanda dan gejala kekurangan zat besi yang paling umum terjadi:

  • Kulit pucat
  • Kelelahan
  • Pertumbuhan dan perkembangan anak terhambat, atau tidak sesuai kurva
  • Nafsu makan buruk
  • Pernapasan seringkali cepat dan tidak normal
  • Sering ngidam makan-makanan yang tidak biasa, seperti es, kotoran, cat atau sesuatu yang bukan berbentuk makanan
  • Lidah berwarna lebih merah daripada biasanya, dan mengalami pecah-pecah di sekitar pinggir lidah
  • Luka di bagian sudut mulut
  • Kuku mudah terkelupas atau rapuh

“Jika anak termasuk picky eater, terlihat lemah atau pucat, kemungkinan besar ia terkena anemia,” ungkap Cindy L. E. Gellner, M.D., dokter anak dari University of Utah.

Mengutip dariBetter Health Channel, penyebab kekurangan zat besi pada anak yakni meliputi faktor prematur atau kelahiran kurang bulan.

Selain itu, pemberian ASI eksklusif lebih dari enam bulan dan tidak diimbangi makanan padat atau MPASI juga menjadi faktor berikutnya.

Anak yang mengadopsi pola makan tidak seimbang, asupan sayur dan buah yang sedikit, menjadi penyebab kekurangan zat besi pada tubuh.

Baca Juga: Jangan Sampai Terjadi, Ini 4 Dampak Anak Kekurangan Zat Besi

Dampak Anak Kekurangan Zat Besi

dampak kekurangan zat besi pada anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ternyata, dampak bagi anak yang kekurangan zat besi perlu diperhatikan, Moms.

"Si Kecil dengan alergi makanan dapat menjadi salah satu penyebab kekurangan zat besi pada anak," jelas Prof. DR. Budi Setiabudiawan, dr., SpA(k), M.Kes. - Konsultan Alergi dan Imunologi Anak, dalam Konferensi Pers Susu SGM “Festival Soya Generasi Maju, Dukung si Kecil Yang Tidak Cocok Susu Sapi Tumbuh Maksimal” pada Rabu, 31 Maret 2021.

Selain berdampak pada kesehatan anak, anak yang terkena anemia atau kekurangan zat besi, akan membuatnya rentan mengalami kekurangan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh.

Prof. DR. Dr. Saptawati Bardosono, MSc. yang akrab disapa Prof. Tati, menjelaskan, zat besi merupakan salah satu nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan fungsi kognitif Si Kecil.

Baca Juga: Ini Cara Membedakan Anak Alergi Dingin atau Pilek

Risiko yang bisa terjadi seperti prestasi akademik yang menurun, mudah terserang penyakit, gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik, serta pertumbuhan fisik yang terhambat.

Indian Journal of Hematology & Blood Transfusion menemukan, kekurangan zat besi dapat menyebabkan beberapa gangguan perilaku pada anak-anak. Anak-anak akan mudah tersinggung, memiliki rentang perhatian yang pendek dan kurang tertarik pada lingkungan sekitar.

Telah terbukti bahwa perkembangan neurologis pada anak dan kinerja skolastik pada anak berusia 1-5 tahun mungkin akan terganggu karena kekurangan zat besi.

Kebaikan Mencukupi Kebutuhan Zat Besi Anak

makanan-sehat-untuk-anak.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Zat besi diketahui memainkan peran penting dalam proses biologis termasuk pertumbuhan sel dan metabolisme tubuh.

MengutipMayo Clinic, zat besi membantu mengirim oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh dan membantu melancarkan peredaran darah.

Kekurangan zat besi pada anak-anak adalah masalah yang sering terjadi. Jika dibiarkan, ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Anak dilahirkan dengan zat besi yang tersimpan di dalam tubuh mereka, tetapi sejumlah zat besi tambahan diperlukan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak yang cepat.

Kebutuhan zat besi pada anak berbeda setiap usianya. Mengutip Kids Health, untuk anak usia 1-3 tahun membutuhkan 7 miligram zat besi setiap hari. Lalu usia 4–8 tahun membutuhkan 10 miligram, sedangkan anak-anak yang lebih tua usia 9–13 tahun membutuhkan 8 miligram.

Inilah alasan anak membutuhkan zat besi untuk kebutuhan tubuhnya.

1. Mencegah Anemia

Kekurangan zat besi adalah masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak. Kekhawatiran akibat kekurangan zat besi pada anak dapat menyebabkan anemia. Hal ini akan memengaruhi kesehatan dan perkembangan anak-anak.

Anak yang tidak mendapatkan cukup zat besi juga berisiko cepat lelah, dan ketidakmampuan untuk berhasil melawan infeksi.

Untuk membantu tubuh menyerap lebih banyak zat besi, kombinasikan makanan ini dengan sumber vitamin C yang baik, seperti jeruk, tomat, dan paprika merah.

Misalnya, sajikan sarapan sereal yang diperkaya zat besi dengan segelas jus jeruk.

2. Mampu Membantu Kinerja Otak

Mengutip studi Paediatrics Child Health, anak dengan kekurangan zat besi mungkin kurang aktif secara fisik dan mungkin berkembang lebih lambat.

Pada anak-anak, kekurangan zat besi dapat mempengaruhi kinerja mereka di sekolah. Dengan ini anak membutuhkan zat besi dalam mendukung kinerja fungsi otak yang baik.

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan masalah konsentrasi, rentang perhatian yang lebih pendek, dan prestasi akademik yang buruk. Kadar zat besi yang rendah dapat membuat anak merasa lelah dan lemah.

3. Menambah Stamina Anak

Zat besi sangat berperan penting bagi tubuh untuk menghasilkan energi yang optimal. Zat besi mengirim oksigen ke otot dan otak dan sangat penting untuk kinerja mental dan fisik.

"Setiap sel dalam tubuh membutuhkan zat besi," kata Dr. Reed E. Drews, profesor kedokteran di Beth Israel-Deaconess Medical Center yang berafiliasi dengan Harvard.

Meskipun hemoglobin mungkin berada pada tingkat yang cukup untuk mengirimkan oksigen ke seluruh tubuh, tubuh tetap membutuhkan zat besi untuk hal-hal lain, misalnya, di otot dan sel otak anak.

Kadar zat besi yang rendah dapat menyebabkan kurangnya fokus, mudah emosional, dan stamina berkurang.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak, Gampang Kok!

Aspek Penting dalam Dukung Potensi Prestasi Anak

Mencukupi kebutuhan zat besi pada anak juga termasuk mendukung potensi prestasi Si Kecil, lho.

Setiap anak memiliki kesempatan serta potensi untuk berkembang. Langkah penting yang dapat dilakukan oleh orang tua adalah mendukung anak untuk memenuhi aspek penting dalam tubuh kembangnya.

Ada 5 aspek penting tumbuh kembang pada Si Kecil yang perlu Bunda dukung demi masa depan buah hati kita.

1. Berpikir Cepat

6 Langkah Menuju Gaya Hidup Sehat Anak demi Pertumbuhan Maksimal dan Atasi Kekurangan Zat Besi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Aspek penting yang pertama yakni menjadi anak yang cerdas dan berpikir cepat. Si Kecil dituntun menjadi seorang yang dapat menangkap dan memahami dunia baru.

Bunda, cerdas juga dapat berarti artinya Si Kecil cepat menangkap, mengerti, mampu ingat banyak hal, berkonsentrasi, selalu ingin tahu, dan dapat berbicara dengan lancar.

Selain itu, berpikir cepat dalam tumbuh kembang anak juga dalam kemampuan membuat ide baru serta menciptakan sesuatu yang berbeda. Berani mencoba hal baru, dan banyak bertanya juga menjadi aspek penting dalam pertumbuhannya.

2. Tumbuh Tinggi dan Kuat

Bunda, potensi prestasi tumbuh tinggi dan kuat ditunjukkan bila berat dan tinggi badan Si Kecil sesuai dengan kurva pertumbuhan.

Serta menunjukkan koordinasi dan kesigapan gerak berupa gerak kaki dan tangan (motorik kasar) dan jari-jari (motorik halus), serta menunjukkan kekuatan dalam melakukan aktivitas fisik.

Dalam mendukung ini, bisa dilihat dari nutrisi yang ia konsumsi pada usia 1-5 tahun masa pertumbuhan. Perkenalkan Si Kecil dengan pola makan sehat dan menyantap makanan bervariasi.

Membiasakan Si Kecil makan di meja makan bersama keluarganya, sekaligus mendekatkan hubungan keluarganya.

3. Tangguh

Tips Melatih Anak Menjadi Pribadi Mandiri 5.jpeg

Foto: Orami Photo Stocks

Bunda, mandiri dan tangguh pada anak bukan berarti sama sekali ia tak membutuhkan Bunda atau orang lain, namun Si Kecil yang mandiri akan lebih mengandalkan diri sendiri untuk melakukan kegiatannya.

Anak yang tangguh berbeda setiap umurnya. Adapun beberapa tingkatakan tangguh pada anak berdasarkan umur, antara lain:

  • Usia 1-1,5 tahun: Menunjukkan ketertarikan untuk memegang sendok atau upaya makan sendiri. Serta dapat memegang gelas dan meminumnya tanpa tumpah.
  • Usia 2-3 tahun: Mulai menunjukkan ketertarikan menggunakan toilet dan dapat makan sendiri, meskipun masih berantakan.
  • Usia 4-5 tahun: Menggunakan toilet untuk buang air kecil, tidak mengompol lagi dan mampu mandi sendiri.
  • Usia 6 tahun: Menggunakan toilet tanpa bantuan orang lain.

Baca Juga: Pentingnya Pemberian Gizi dan Nutrisi Anak yang Tepat, Agar Tetap Sehat Saat Pandemi

Tak kalah penting dalam memberikan pujian pada anak untuk dukung Si Kecil mencoba berulang kali setiap aktivitas yang dilakukan.

4. Aktif Bersosialisasi

Aspek penting lainnya dalam mendukung pertumbuhan anak akibat kekurangan zat besi adalah aktif bersosialiasi.

Bunda tentu senang bila Si Kecil aktif bersosialisasi dan punya banyak teman. Si Kecil yang supel artinya bisa berteman dan bekerja sama, berbagi, sopan, mampu berkomunikasi dengan orang lain.

5. Percaya Diri

tips anak mandiri pergi karyawisata sendiri hero banner magz (1510x849)

Foto: Orami Photo Stocks

Bunda, percaya diri sering diartikan sebagai senang tampil di depan orang lain. Namun, tahukah Bunda, percaya diri berarti Si Kecil memiliki keyakinan terhadap kemampuan dirinya.

Menurut Adlerian Psychology, dasar dari pengasuhan orang tua yang tepat adalah membuat anak menjadi seorang yang percaya diri.

Mungkin bagi sebagian orang tua ada rasa untuk selalu ingin membantu Si Kecil dalam mengerjakan sesuatu, namun tahan keinginan ini untuk melatihnya menjadi lebih percaya diri.

Anak yang percaya diri salah satu mendukung tumbuh kembangnya dengan optimal.

Lengkapi nutrisi anak dengan SGM Eksplor Pro-gress Maxx

Tingkat keparahan gejala kekurangan zat besi tergantung pada setiap anak.

Hal inilah yang harus diwaspadai, karena jika kekurangan zat besi dibiarkan tanpa diobati, akan ada beberapa dampak jangka panjang lainnya yang bisa dirasakan oleh Si Kecil, hingga puncaknya yang terparah adalah gagal tumbuh.

SGM Eksplor 1+ Pro-Gress Maxx with Iron C hadir dengan kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C, Iron C yang membantu penyerapan maksimal nutrisi penting yang dibutuhkan Si Kecil.

Ini juga telah diformulasikan dengan nutrisi penting seperti Minyak Ikan, Omega 3 & 6, Kalsium & Vitamin D, serta nutrisi penting bagi tubuh lainnya.

Pastikan Si Kecil mendapatkan nutrisi penting yang dapat mendukung pertumbuhan tulangnya.

Nutrisi Minyak Ikan dan Omega 3 juga berperan aktif dalam mendukung perkembangan otak Si Kecil serta melatihnya menjadi anak yang kreatif dan cerdas.

Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan saluran cerna mempengaruhi mood anak. Maka dari itu, nutrisi baik FOS-Inulin dapat mendukung kesehatan saluran cernanya.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Anemia pada Balita, Mudah!

Pastikan si Kecil mendapatkan nutrisi lengkap & stimulasi yang tepat untuk tumbuh unggul dalam 5 Potensi Prestasi Anak Generasi Maju, yakni Berpikir Cepat, Gigih, Percaya Diri, Tumbuh Tinggi, dan Aktif Bersosialisasi.

(ADV)

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait