Kesehatan

4 Juni 2021

Kekurangan Zat Besi, Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi

Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia defisiensi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms pasti pernah mengalami tubuh lemas hingga tidak bisa melakukan aktifitas. Hal ini mungkin terjadi karena anemia karena tubuh kekurangan zat besi.

Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin dalam sel darah merah (sel darah merah) dalam tubuh mengalami penurunan. Hemoglobin adalah protein dalam sel darah merah yang bertanggung jawab untuk membawa oksigen ke jaringan.

Baca juga: Bayi Cukup Zat Besi atau Belum ya? Yuk Pastikan dengan Cara Ini!

Anemia Defisiensi Zat Besi

anemia defiesiensi

Foto: Orami Photo Stock

Anemia defisiensi zat besi adalah jenis anemia yang paling umum, dan terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi mineral. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat hemoglobin.

Ketika kekurangan zat besi dalam aliran darah, seluruh tubuh mungkin tidak dapat memperoleh jumlah oksigen sesuai kebutuhan.

Meskipun kondisinya mungkin umum, Moms mungkin tidak tahu bahwa sedang menderita anemia defisiensi besi. Gejala ini mungkin terjadi selama bertahun-tahun tanpa pernah mengetahui penyebabnya.

Pada wanita usia subur, penyebab paling umum dari anemia defisiensi besi adalah hilangnya zat besi dalam darah akibat menstruasi yang berat atau kehamilan. Pola makan yang buruk atau penyakit usus tertentu yang memengaruhi cara tubuh menyerap zat besi juga dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi.

Dokter biasanya mengobati kondisi tersebut dengan suplemen zat besi atau perubahan pola makan.

Baca juga: Ingin Hamil? Cek Segudang Manfaat Zat Besi untuk Kesuburan Wanita Ini

Penyebab Anemia Defisiensi Zat Besi

Kekurangan Zat Besi

Foto: Orami Photo Stock

Menurut American Society of Hematology (ASH), kekurangan zat besi adalah penyebab paling umum dari anemia. Selain itu, masih banyak penyebab kekurangan zat besi yang perlu Moms ketahui.

1. Asupan Zat Besi yang Tidak Sesuai

Konsumsi makanan dengan kandungan zat besi rendah dalam waktu yang lama dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi. Makanan seperti daging, telur, dan beberapa sayuran berdaun hijau mengandung zat besi yang tinggi.

Perlu diketahui Moms, zat besi sangat penting untuk ibu hamil dan anak-anak di masa pertumbuhan. Jadi, Moms perlu perhatikan makanan sehari-hari saat hamil dan juga untuk si kecil selama masa pertumbuhan ya.

2. Hamil dan Menstruasi

Saat menstruasi, Moms mungkin akan kehilangan banyak darah, sehingga mengalami anemia defisiensi besi. Hal ini juga mungkin akan dialami oleh Moms yang baru saja melahirkan. Karena pada saat itu, Moms jug akan kehilangan banyak darah.

3. Perdarahan di Dalam

Kondisi medis tertentu dapat menyebabkan perdarahan internal, yang dapat menyebabkan anemia defisiensi besi. Misalnya, saat Moms sedang menderita maag, polip di usus besar atau usus dan kanker usus besar.

Selain itu, penggunaan pereda nyeri, seperti aspirin, juga dapat menyebabkan pendarahan di perut.

4. Ketidakmampuan untuk Menyerap Zat Besi

Gangguan atau operasi tertentu yang memengaruhi usus juga dapat mengganggu cara tubuh saat menyerap zat besi. Biasanya, Moms akan tetap mengalami kekurangan zat besi walaupun sudah konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi penting ini.

Kondisi ini biasanya terjadi karena tubuh menderita penyakit celiac atau operasi usus seperti bypass lambung . Hal ini dapat membatasi jumlah zat besi yang dapat diserap oleh tubuh.

5. Endometriosis

Jika seorang wanita menderita endometriosis dia mungkin mengalami kehilangan darah yang sangat banyak yang tidak dapat dia lihat karena tersembunyi di daerah perut atau panggul.

Baca juga:

Anemia Defisiensi Besi Pada Wanita

Kekurangan Zat Besi pada Ibu Hamil

Foto: Orami Photo Stock

Kehamilan, perdarahan menstruasi yang signifikan, dan fibroid rahim adalah alasan mengapa wanita memiliki risiko lebih besar mengalami anemia defisiensi besi.

Kekurangan zat besi mungkin akan dialami oleh Moms yang mengalami perdarahan selama menstruasi. Kondisi ini terjadi saat wanita menjalani menstruasi lebih lama dari biasanya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention perdarahan menstruasi biasanya berlangsung selama 4 hingga 5 hari dan jumlah darah yang hilang berkisar antara 2 hingga 3 sendok makan.

Wanita dengan perdarahan menstruasi berlebih biasanya mengalami pendarahan selama lebih dari tujuh hari dan kehilangan darah dua kali lebih banyak dari biasanya.

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, diperkirakan 20 persen wanita usia subur mengalami anemia defisiensi besi. Wanita hamil bahkan lebih mungkin mengalami anemia defisiensi besi karena mereka membutuhkan lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayinya.

Pemeriksaan Ultrasonografi di panggul dapat membantu dokter mencari sumber perdarahan berlebih selama menstruasi wanita, seperti fibroid. Seperti anemia defisiensi besi, fibroid rahim seringkali tidak menimbulkan gejala.

Mereka terjadi ketika tumor otot tumbuh di dalam rahim. Meskipun biasanya tidak bersifat kanker, namun dapat menyebabkan perdarahan menstruasi yang banyak yang dapat menyebabkan anemia defisiensi besi.

Baca juga:

Gejala Kekurangan Zat Besi

Gejala kekurangan zat besi

Foto: Orami Photo Stock

Gejala anemia defisiensi hampir sama dengan kekurangan zat besi pada umumnya. Menurut American Society of Hematology (ASH), kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mereka mengalami anemia ringan sampai mereka melakukan tes darah rutin.

Beberapa gejala kekurangan zat besi yang hampir sama dengan anemia defisiensi besi antara lain,

  • Kelelahan setelah beraktifitas yang tidak bisa
  • Mudah lemas dan lesu
  • Kulit pucat
  • Sesak napas
  • Pusing hingga lemas di seluruh tubuh
  • Memiliki keinginan untuk konsumsi makanan tertentu dan biasanya tidak biasa
  • Mengalami kesemutan, umumnya di bagian kaki hingga kesulitan untuk berjalan
  • Lidah bengkak atau nyeri
  • Merasa dingin di bagian tangan dan kaki
  • Detak jantung lebih cepat dari biasanya atau tidak teratur
  • Kuku rapuh
  • Sakit kepala

Baca Juga: Dukung Potensi Prestasi si Kecil, Hindari Kekurangan Zat Besi Pada Anak

Cara Mengatasi Anemia Defisiensi Besi

Cara mengatasi kekurangan zat besi

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi anemia karena kekurangan zat besi ada berbagai cara. Mulai dari penambahan suplemen zat besi hingga mengobati masalah perdarahan itu sendiri.

Berikut cara mengatasi anemia defisiensi yang perlu Moms ketahui.

1. Konsumsi Suplemen Penambah Zat Besi

Tablet zat besi dapat membantu memulihkan kadar zat besi dalam tubuh. Jika memungkinkan, Moms harus minum tablet zat besi saat perut kosong, yang membantu tubuh menyerapnya dengan lebih baik.

Jika Moms merasa tidak kuat, sebaiknya mengkonsumsi suplemen penambah zat besi setelah makan. Moms mungkin perlu mengonsumsi suplemen selama beberapa bulan. Suplemen zat besi dapat menyebabkan sembelit atau tinja berwarna hitam. Namun, Moms tidak perlu khawatir karena cara ini dapat mengatasi kondisi kekurangan zat besi.

2. Mengatur Pola Makan

Salah satu cara mengatasi anemia defisiensi besi atau kekurangan zat besi adalah mengatur pola makan. Moms sebaiknya mengkonsumsi makanan seperti daging merah, sayuran hijau, buah kering, kacang-kacangan dan juga sereal yang kaya akan kandungan zat besi.

Selain itu, vitamin C juga dapat membantu tubuh menyerap zat besi. Jika Moms mengonsumsi tablet zat besi, dokter mungkin menyarankan untuk mengonsumsi tablet bersama dengan sumber vitamin C, seperti segelas jus jeruk atau buah jeruk.

3. Mengobati Penyebab Perdarahan

Suplemen zat besi tidak akan membantu jika perdarahan berlebih menyebabkan defisiensi. Seorang dokter mungkin meresepkan pil KB untuk wanita yang mengalami menstruasi yang berat. Cara ini bisa mengurangi jumlah perdarahan menstruasi setiap bulan.

Dalam kasus yang paling parah, transfusi darah dapat menggantikan zat besi dan kehilangan darah dengan cepat.

Baca juga:

Komplikasi yang Mungkin Terjadi Saat Tubuh Kekurangan Zat Besi

Kekurangan Zat Besi

Foto: Orami Photo Stock

Sebagian besar kasus anemia defisiensi besi ringan dan tidak menimbulkan komplikasi. Kondisi tersebut biasanya dapat diperbaiki dengan mudah. Namun, jika anemia atau kekurangan zat besi tidak ditangani, dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya, seperti,

1. Detak Jantung Tidak Teratur

Saat anemia, jantung harus memompa lebih banyak darah untuk mengganti jumlah oksigen yang rendah. Hal ini dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur. Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan gagal jantung atau pembengkakan di organ jantung.

2. Komplikasi Kehamilan

Dalam kasus defisiensi zat besi yang parah, seorang anak mungkin lahir prematur atau dengan berat lahir rendah. Sebagian besar wanita hamil mengonsumsi suplemen zat besi sebagai bagian dari perawatan pranatal mereka untuk mencegah hal ini terjadi.

3. Pertumbuhan Bayi dan Anak Terhambat

Bayi dan anak-anak yang sangat kekurangan zat besi mungkin mengalami keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan. Mereka mungkin juga lebih rentan terhadap infeksi.

Baca juga: 21 Sayuran untuk Ibu Hamil yang Baik Dikonsumsi

Cara Mencegah Kekurangan Zat Besi

Kekurangan Zat Besi

Foto: Orami Photo Stock

Cara mencegah tubuh kekurangan zat besi dapat dilakukan dengan mencukup asupan nutrisi penting ini setiap hari. Karena anemia defisiensi zat besi dapat dicegah dengan mengonsumsi makanan kaya zat besi dan vitamin C. Moms juga harus memastikan untuk menyusui bayinya dengan ASI atau susu formula yang diperkaya zat besi.

Demikian penjelasan mengenai anemia kekurangan zat besi yang perlu Moms ketahui. Semoga bermanfaat ya.

  • https://www.healthline.com/health/iron-deficiency-anemia#complications
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait