Kesehatan

KESEHATAN
21 Januari 2021

3 Kelainan Bentuk Tulang Belakang Akibat Kebiasaan Duduk Anak, Yuk Cari Tahu!

Membuat postur tubuh balita terlihat tidak normal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kelainan bentuk tulang belakang pada balita bisa terjadi pada berbagai tahap perkembangan, baik saat masih dalam kandungan, semasa bayi, ataupun di masa balita dan kanak-kanak.

Mengutip WebMD.com, bentuk tulang belakang balita yang sehat akan tampak lurus bila dilihat dari belakang dan tampak sedikit melengkung bila dilihat dari samping.

Sedangkan kelainan bentuk tulang belakang pada balita dapat dikenali dari tulang belakang yang terlihat tidak sejajar ataupun terlihat melengkung berlebihan pada area tertentu.

Baca Juga: 3 Kelainan Tulang Penyebab Bayi Sulit Belajar Duduk Tegak

Tulang Punggung Anak Menonjol

Tulang belakang kita terdiri dari banyak tulang individu yang disebut tulang punggung yang disatukan oleh otot dan ligamen. Cakram datar dan lembut memisahkan dan melindungi tulang belakang agar tidak bergesekan satu sama lain. Karena tulang belakang terpisah, tulang belakang fleksibel dan dapat menekuk.

Bersama-sama tulang belakang, cakram, otot, dan ligamen membentuk kolom atau tulang belakang. Beberapa derajat kelengkungan tulang belakang dari depan ke belakang sehat dan mendukung gerakan sehari-hari.

Beberapa masalah tulang belakang berkembang ketika kurva tulang belakang normal tumbuh terlalu besar, atau tulang belakang melengkung ke arah yang salah.

Masalah tulang belakang lainnya terjadi ketika tulang belakang tidak cukup kuat untuk menopang tulang belakang. Yang lain lagi disebabkan oleh cedera yang mengganggu struktur tulang belakang.

  • Bagian tulang belakang memiliki nama yang spesifik:
  • Tulang belakang leher mengacu pada leher.
  • Tulang belakang dada mengacu pada dada.
  • Tulang belakang lumbal dan tulang belakang sakral mengacu pada punggung bawah.

Tulang belakang yang normal kuat dan mudah bergerak. Meskipun bervariasi dalam ukuran dan bentuk dari orang ke orang, tulang belakang yang sehat memiliki lekukan alami dari depan ke belakang yang memungkinkan untuk berjalan, menyeimbangkan, duduk, berdiri, dan memutar, yang semuanya merupakan gerakan interaktif yang kompleks.

Punggung anak-anak secara alami melengkung secara bertahap:

  • Selama perkembangan janin, kurva utama di tulang belakang dada berkembang, serta kurva sakral di bagian bawah tulang belakang.
  • Saat bayi, anak memiliki tulang belakang berbentuk C. Kurva sekunder di tulang belakang leher dan lumbal berkembang saat bayi mampu mengangkat kepala, duduk, merangkak, berdiri, dan berjalan.
  • Saat anak-anak tumbuh, tulang belakang mereka terus mengembangkan kurva alami menjadi tulang belakang yang normal dan matang.

Kelainan Bentuk Tulang Punggung pada Anak

Lalu, apa saja tipe kelainan bentuk tulang belakang pada anak dan apa penyebabnya? Simak dulu informasi berikut untuk tahu jawabannya ya, Moms.

Baca Juga: Balita Jatuh Terduduk? Segera Kenali Gejala Tulang Ekor Retak Berikut

1. Kifosis

Kifosis, 1 dari 3 Tipe Kelainan Bentuk Tulang Belakang Pada Balita 1.jpg

Foto: Melissalucciphotography.com

Kelainan bentuk tulang belakang pada anak yang pertama adalah kifosis. Menurut Stanford Children’s Health, kifosis adalah kelainan bentuk tulang belakang di mana tulang belakang bagian atas melengkung keluar lebih dari 50 derajat sehingga punggung terlihat bungkuk.

Selain karena bawaan lahir, kifosis pada balita bisa terjadi karena berbagai sebab seperti:

  • Masalah metabolik.
  • Kondisi neuromuskular.
  • Brittle bone disease, kondisi yang membuat tulang sangat mudah patah.
  • Spina bifida.
  • Penyakit Scheuermann.
  • Infeksi atau tumor tulang belakang.

Kebiasaan duduk dengan posisi merosot dan bertumpu pada punggung di masa balita juga bisa menyebabkan kifosis postural saat Si Kecil remaja nanti lho, Moms.

Kifosis pada balita bisa dikenali dari gejala seperti perbedaan tinggi bahu, kepala cenderung lebih condong ke depan dibanding bagian tubuh lain, perbedaan posisi tulang belikat, bagian belakang punggung terlihat lebih tinggi saat tubuh Si Kecil sedang condong ke depan.

2. Lordosis

Kifosis, 1 dari 3 Tipe Kelainan Bentuk Tulang Belakang Pada Balita 2.jpg

Foto: Romper.com

Seperti dijelaskan ensiklopedia kesehatan University of Rochester, lordosis atau swayback adalah kelainan bentuk tulang belakang pada anak di mana area bawah tulang belakang melengkung ke arah dalam secara berlebihan.

Ada dua jenis lordosis pada balita, yaitu lordosis di bagian bawah punggung dan lordosis servikal. Nah, penyebab umum lordosis pada balita di antaranya adalah:

  • Spondyolisthesis: Kondisi akibat bergesernya salah satu tulang belakang ke arah tulang dibawahnya.
  • Achondroplasia: Gangguan pertumbuhan tulang.
  • Discitis: Peradangan pada ruang di antara tulang belakang akibat infeksi.

Bila tak segera ditangani, tulang belakang yang melengkung abnormal akibat lordosis bisa membuat Si Kecil kesulitan dan merasa sakit saat bergerak lho, Moms.

Baca Juga: Mengenal Brittle Bone Disease, Penyakit Tulang Langka Pada Balita

3. Skoliosis

Kifosis, 1 dari 3 Tipe Kelainan Bentuk Tulang Belakang Pada Balita 3.jpg

Foto: Sleepingshouldbeeasy.com

Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang pada anak yang melengkung ke samping seperti huruf C atau S. Sebagian kecil kasus skoliosis disebabkan oleh cerebral palsy atau distrofi otot, tapi mayoritas lainnya tidak diketahui secara pasti penyebabnya.

Menurut data Children’s Hospital of Philadelphia, sebagian besar kasus skoliosis terdeteksi di usia 10 sampai 15 tahun. Namun tipe infantile idiopathic scoliosis bisa dideteksi pada balita berusia 0-3 tahun.

Gejala umum skoliosis pada balita di antaranya adalah:

  • Bahu miring dan tidak sejajar, dengan satu tulang belikat terlihat lebih menonjol.
  • Rusuk yang terlihat lebih menonjol pada satu sisi.
  • Tinggi dan posisi pinggul yang tidak sejajar.
  • Tubuh Si Kecil tampak seperti selalu miring ke kiri.

Kelainan bentuk tulang belakang pada balita bisa ditangani dengan latihan postur, pemakaian alat penguat, atau prosedur operasi tergantung dengan tingkat keparahannya.

Semakin cepat kelainan tulang belakang pada anak dideteksi, akan semakin besar pula kemungkinan Si Kecil tumbuh dengan postur tubuh yang normal. Jadi jangan ragu berkonsultasi dengan dokter bila melihat gejala di atas ya, Moms.

Siapa yang Berisiko Mengalami Kelainan Tulang Punggung?

kebiasaan duduk miring

Foto: Orami Photo Stock

Masalah tulang belakang bisa berupa:

  • bawaan (hadir saat lahir)
  • neuromuskuler (terkait dengan kondisi neuromuskuler seperti cerebral palsy atau spina bifida)
  • idiopatik (penyebab pasti tidak diketahui)
  • hasil displasia tulang (pertumbuhan tulang abnormal secara genetik)
  • terkait dengan kondisi metabolisme (kimiawi tubuh internal)
  • terkait dengan gangguan jaringan ikat seperti sindrom Ehlers-Danlos
  • terkait dengan perbedaan panjang kaki
  • terkait dengan cedera tulang belakang dengan kelumpuhan
  • terkait dengan infeksi seperti osteomielitis
  • terkait dengan tumor tulang

Baca Juga: Awas, 4 Penyakit Tulang Pada Balita Ini Mengintai si Kecil

Faktor risiko untuk mengembangkan masalah tulang belakang bervariasi dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Faktor risiko dan kecenderungan umum untuk kondisi tulang belakang meliputi:

  • riwayat keluarga skoliosis
  • cacat lahir lainnya
  • kondisi neuromuskuler
  • kondisi metabolisme yang mempengaruhi tulang
  • sindrom yang mempengaruhi fungsi neurologis
  • sindrom genetik lainnya

Nah, apa Moms tahu apa yang bisa dilakukan untuk menjaga postur tubuh balita tetap baik hingga tumbuh besar nanti?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait