Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Masalah Fertilitas | Sep 10, 2018

Ternyata 3 Kelainan Rahim Ini Bikin Sulit Hamil

Bagikan


Pada perempuan, rahim atau uterus merupakan organ penting dalam sistem reproduksi. Rahim yang berbentuk seperti buah avokad atau buah pir ini terhubung dengan leher rahim atau serviks dan tersambung dengan vagina serta tuba falopi.

Salah satu fungsi rahim adalah sebagai tempat sel telur (ovum) yang dibuahi tertanam (implantasi) dan berkembang menjadi janin. Dengan kata lain, rahim menjadi tempat janin tumbuh dan berkembang.

Nah, perlu kita tahu Moms, kadang seorang perempuan mengalami sulit hamil karena adanya masalah atau kelainan pada rahim. Apa sajakah kelainan tersebut? Berikut di antaranya:

1. Kelainan Bawaan

Kelainan ini agak sulit dideteksi dini karena sudah terjadi sejak lahir. Baru dapat diduga adanya kelainan bawaan bila seorang perempuan mengalami gangguan haid, tak muncul haid, lama tak punya anak, atau diketahui saat pemeriksaan pranikah. Adapun yang termasuk kelainan bawaan antara lain:

- Tak punya rahim

Bisa terjadi karena rahim tak tumbuh atau ada kelainan kromosom, sehingga seorang perempuan tak mengalami menstruasi dan tak bisa punya anak. Tak ada tindakan yang dapat dilakukan untuk memperbaikinya.

- Rahim kecil

Seorang perempuan mungkin saja mendapatkan kondisi rahimnya berukuran kecil. Dalam hal ini, berukuran kurang dari 5 cm. Secara umum, penyebabnya adalah karena kadar hormon kewanitaan yang kurang.

Gejalanya, tak menstruasi atau mengalami menstruasi tapi sangat sedikit. Bisa dilakukan terapi hormonal agar rahim dapat membesar pada ukuran normal sekitar 7 cm.

- Punya dua rahim

Kelainan terjadi karena proses penyatuan rahim tak sempurna.Saat berhubungan seks, penetrasi akan mengalami gangguan karena ada sekat pemisah di rahim. Bila sekat ini tak dihilangkan, akan terjadi infertilitas. Jadi perlu diperbaiki lewat operasi.

- Rahim berbentuk hati

Terdapat satu rongga rahim dan ada bagian rahim yang menonjol sehingga mengganggu proses nidasi (menempelnya hasil pertemuan sperma dan sel telur di rahim). Untuk mengatasinya, bagian yang menonjol harus dioperasi. Kelainan rahim ini jarang ditemui dan kadang sulit dideteksi.

- Rahim bersekat

Dinamakan uterus subsepta dan bersepta, yaitu keadaan rahim yang terdapat sekat, dapat mengganggu proses nidasi sehingga perlu dioperasi.

- Rahim bertanduk

Ada dua tanduk (uterus bikornis unikolis), yaitu satu leher rahim dan satu liang sanggama, sehingga dapat menyebabkan gangguan proses nidasi.

Baca Juga: Efek Kafein Pada Kesuburan, Baik atau Buruk?

2. Kelainan Retak Rahim

Letak rahim yang normal, berada di tengah rongga panggul dan bagian teratas rahim mengarah ke depan (anterofleksi/menekuk ke depan). Salah satu kelainan letak rahim adalah retrofleksi (tengadah ke belakang).

Apa yang dimaksud rahim retrofleksi? Kelainan ini berupa posisi atau letak rahim yang menekuk atau terbalik ke belakang.

Kasus rahim retrofleksi ini cukup banyak, diperkirakan sekitar 20-30 persen perempuan yang mengalami kondisi rahim seperti ini. Masalah ini bisa diketahui melalui pemeriksaan dalam oleh dokter.

Perlu kita tahu Moms, bila rahim dalam posisi terbalik seperti itu, pembuahan relatif sulit terjadi. Hal itu disebabkan karena sperma tidak bisa mencapai sel telur karena tumpah. Memang, belum ditemukan bukti bahwa masalah rahim terbalik otomatis memengaruhi kemampuan untuk hamil. Hanya saja, kondisi rahim terbalik diyakini dapat menghambat proses pembuahan.

Pada kondisi rahim terbalik, mulut rahim tidak dalam posisi yang berhadapan dengan arah munculnya sel sperma. Karena itulah, sperma harus bekerja keras untuk bisa membuahi sel telur.

Meski demikian, bukan berarti pembuahan tidak mungkin terjadi. Apabila kualitas sperma baik dan mampu bergerak lincah pada akhirnya sel telur akan berhasil dibuahi.

Baca Juga: 5 Mitos Kesuburan yang Tidak Perlu Dipercaya

3. Kelainan Mulut Rahim

Mulut rahim (serviks) biasanya mengarah ke bawah belakang, sehingga berhadapan langsung dengan dinding belakang vagina. Saluran mulut rahim dilapisi lekukan-lekukan seperti kelenjar yang mengeluarkan lendir.

Sebagian sel-sel epitel memiliki silia (bulu getar) yang mengalirkan lendir serviks ke vagina. Ini yang menjamin sampainya sperma ke saluran mulut rahim yang menghubungkan antara vagina dan rongga rahim secara terus-menerus dalam waktu lama.

Adanya sumbatan pada saluran mulut rahim dan lendir yang abnormal semisal kelewat kental sehingga menghambat masuknya sperma, maka sulit terjadi pembuahan. Infertilitas juga bisa karena posisi serviks yang tidak lazim atau kombinasi dari ketiga hal tadi.

Lakukan pemeriksaan lendir serviks dengan Uji Pasca Sanggama (UPS) pada pertengahan siklus haid. Pemeriksaan secara mikroskopik ini dilakukan dengan menempatkan sperma dan lendir serviks pada suatu gelas objek. Dari situ akan terlihat, bagaimana penetrasi sperma pada lendir serviks.

Narasumber: Dr. Sudirmanto, Sp.OG-KFER dari RSAB Harapan Kita, Jakarta

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.