Kesehatan

KESEHATAN
22 Februari 2021

Keluar Cairan Bening Seperti Air Setelah Berhubungan, Wajarkah?

Vagina akan menghasilkan cairan yang berfungsi sebagai pelumas saat penetrasi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Ketika melakukan hubungan seksual, lubrikasi merupakan hal yang penting. Saat wanita terangsang secara seksual, vagina akan menghasilkan cairan yang berfungsi sebagai pelumas.

Hal tersebut bertujuan agar proses penetrasi tidak menyakitkan dan menimbulkan luka pada vagina.

Namun, beberapa wanita sendiri mengalami kondisi vagina yang terlalu basah saat melakukan hubungan seksual. Hal tersebut pun bisa menimbulkan ketidaknyamanan dalam melakukan seks.

Namun ketika keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan, apakah membuat Moms khawatir?

Cairan bening yang keluar dari vagina setelah melakukan hubungan seks memang bisa dibilang normal. Namun ada pula lubrikasi vagina yang disebabkan oleh infeksi jamur atau bakteri.

Jika terinfeksi jamur, cairan bening yang keluar dari vagina tersebut pun bisa berlebihan

Lalu, ketika keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan, apakah hal tersebut normal atau justru terinfeksi jamur? Hal tersebut tentu saja penting untuk diketahui lebih lanjut.

Karena pada umumnya, semakin terangsang seorang wanita, maka cairan yang dikeluarkan akan semakin banyak.

Baca Juga: 5 Cara Alami Hilangkan Gatal Pada Vagina

Perbedaan Lubrikan Normal dan Lubrikan Terinfeksi Jamur

ciri-vagina-kering.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ternyata ada beberapa penyebab keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan. Jika keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan tidak normal, biasanya akan disertai bau dan rasa gatal.

Membahas lubrikan pada vagina, dr. Yohana Margarita pun menjelaskan mengenai perbedaan lubrikan vagina yang normal dan lubrikan yang terinfeksi jamur.

Cairan lubrikan yang normal biasanya berwarna bening, kental, agak lengket, tidak menghasilkan bau, serta tidak menyebabkan keluhan lain seperti gatal atau nyeri.

Namun, apabila cairan vagina yang Moms keluarkan memiliki bau, berubah warna, dan atau menyebabkan gatal serta nyeri, ada baiknya Moms segera melakukan konsultasi dengan dokter agar bisa dilakukan pemeriksaan langsung serta penanganan yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Jadi, ketika keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan namun tidak menimbulkan rasa gatal, berbau dan berwarna, hal tersebut bukanlah sebuah masalah.

Sayangnya, masih banyak laki-laki yang beranggapan bahwa vagina yang kesat, kering dan tidak becek adalah kondisi yang ideal. Padahal itu bukanlah hal yang keliru dan berbahaya untuk vagina.

Penyebab Kondisi Vagina Kering

Radang Vagina, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah dibahas, keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan dikarenakan pelumas alami yang dihasilkan oleh serviks atau leher rahim.

Produksi pelumas vagina ini tentunya akan meningkat ketika mengalami rangsangan seksual. Lalu, bagaimana jika vagina justru kering?

Yuk bahas lebih dalam mengenai vagina kering meski sudah mendapatkan rangsangan seksual!

Dilansir dari Healthline, produksi hormon estrogen akan berkurang pada masa menopause dan akan berhenti secara bertahap.

Ketika hormon estrogen menurun, kondisi tersebut bisa menyebabkan atrofi vagina, yakni keadaaan saat dinding vagina menjadi lebih tipis dan elastisitasnya pun berkurang.

Bila hal itu terjadi, produksi pelumas alami akan turun sehingga vagina bisa menjadi kering.

Namun, jika Moms masih belum memasuki usia menopause, beberapa faktor lain pun bisa memengaruhi kondisi vagina yang kering seperti;

  • Kurangnya foreplay sebelum melakukan hubungan seksual
  • Terlalu merasa stres dan juga cemas
  • Memiliki masalah di dalam hubungan
  • Penggunaan produk pembersih kewanitaan
  • Memakai celana dalam atau handuk yang dicuci menggunakan detergen yang mengandung bahan kimia tertentu yang menyebabkan alergi
  • Vagina yang terpapar bahan kimia ketika di kolam renang
  • Dalam keadaan setelah melahirkan atau sedang menyusui
  • Mengonsumsi antidepresan
  • Sedang dalam proses menjalani perawatan kanker
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan ovarium atau dinding telur
  • Memiliki alergi

Selain keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan yang tidak normal, ternyata vagina juga bisa mengalami permasalah terlalu kering, begini cara mengatasinya!

Mengatasi Permasalahan Vagina Kering

sariawan pada vagina.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui tentang kondisi vagina keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan, vagina yang kering pun harus segera diatasi.

Jika Moms ingin melakukan konsultasi ke dokter, biasanya dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi hormon demi mengatasi vagina kering.

Terapi hormon sendiri bisa dilakukan dengan dua cara, yakni menggunakan obat minum alias oral, atau melakukan pengaplikasian hormon pada kulit agar terserap oleh tubuh atau yang biasa disebut dengan transdermal.

Metode transdermal sendiri biasanya dilakukan dengan menggunakan patch atau spray. Metode ini tidak berdampak apapun pada ginjal. Sementara cara oral dapat berdampak pada hati karena pil estrogen yang dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara diminum harus melewati hati.

Perlu diingat bahwa terapi hormon tentulah memiliki risiko. Setiap produk estrogen bisa memiliki berbagai efek samping seperti nyeri payudara atau pendarahan pada vagina.

Baca Juga: Vagina Keluar Darah setelah Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

Tak hanya sampai di sana, penelitian jangka panjang menemukan bahwa pil hormon estrogen bisa meningkatkan risiko terkena stroke beserta kanker endometrium.

Sementara itu mengonsumsi pil kombinasi hormon estrogen serta progesterone bisa meningkatkan risiko terjangkit kanker payudara, stroke serta serangan jantung.

Jadi, Moms harus memastikan sudah melakukan konsultasi dengan dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat bagi permasalahan yang sedang dialami ya!

Jika Moms tidak ingin melakukan terapi hormon, terdapat beberapa cara lain yang juga bisa dilakukan loh! Namun, Moms tetap harus melakukan konsultasi dengan dokter sebelum melakukan hal ini ya!

Tips Mengatasi Vagina Kering

Tanda Vagina Tidak Sehat-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

1. Memakai Pelumas

Pelumas yang dimaksud di sini adalah pelumas dengan bahan air yang biasanya efektif untuk membuat vagina basah namun dengan durasi beberapa jam saja.

Selain untuk membuat vagina lembap, pelumas ini pun berguna untuk memudahkan pembukaannya jika ingin melakukan penetrasi hubungan seksual.

Sementara itu, terdapat pula pelumas vagina yang berbentuk krim. Pelumas jenis ini biasanya bisa bertahan selama satu hari penuh.

Baca Juga: Vagina Keluar Darah setelah Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

2. Pelembap Vagina

Produk pelembap vagina efektif untuk mengurangi kondisi vagina kering. Biasanya produk ini bisa membuat vagina lembap untuk beberapa hari dalam satu kali pemakaian.

3. Cincin Estrogen Vagina

Cincin estrogen vagina adalah benda lembut yang berbentuk cincin. Benda ini akan dimasukkan ke dalam vagina. Cincin estrogen ini berguna untuk melepaskan hormon estrogen secara bertahap ke jaringan vagina.

Namun produk ini harus diganti setiap 12 minggu.

4. Tablet Estrogen Vagina

Bukan untuk diminum, penggunaan tablet estrogen vagina sendiri dengan cara memasukkan tablet ke dalam vagina. Dosis pemakaiannya adalah dengan memasukkannya satu kali dalam sehari selama dua minggu pertama.

Jika minggu pertama sudah terlewat, Moms bisa menggunakannya dua minggu sekali sampai waktu yang sudah ditentukan oleh dokter.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Hormon Estrogen pada Wanita, Terbukti Ampuh!

5. Krim Estrogen Vagina

Krim ini digunakan setiap hari dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu lamanya. Kemudian Moms bisa mengurangi frekuensi pemakaiannya menjadi 1 hingga 3 kali seminggu sesuai anjuran dokter.

Pengaplikasian krim ini pun bisa menggunakan aplikator.

Kembali lagi kami ingatkan, jangan lupa untuk selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk masalah vagina ya keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan dan juga mengenai kondisi vagina kering.

Untuk menghindari vagina berjamur, Moms sebaiknya menjaga kebersihan vagina dengan baik dan jangan lupa untuk mengganti pakaian dalam.

Sementara itu untuk mencegah terjadinya vagina kering, hindarilah faktor pemicunya seperti penggunaan sabun mandi dan sabun yang menggunakan parfum serta losion di area sekitar vagina. Serangkaian produk tersebut bisa menjadi pemicu vagina kering.

Nah, apakah Moms sudah paham mengenai keluar cairan bening seperti air setelah berhubungan dan masalah vagina kering?

Jika memiliki pertanyaan terkait topik yang sudah dibahas ini, jangan sungkan ataupun ragu untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait