Kesehatan

21 Mei 2021

Mengenal Kemoterapi, Pengobatan Umum Atasi Kanker

Ini semua hal yang perlu Moms pahami mengenai kemoterapi!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat mendengar kemoterapi, Moms pasti sudah terbayang mengenai efek samping mengerikan yang akan terjadi seperti yang banyak ditampilkan di film-film.

Efek samping seperti rambut yang rontok akibat kemoterapi memang benar adanya, namun kemoterapi adalah pengobatan yang sejauh ini cukup ampuh dalam mengatasi berbagai jenis kanker.

Kemoterapi adalah bentuk agresif dari terapi obat kimia yang dimaksudkan untuk menghancurkan sel-sel yang tumbuh dengan cepat di dalam tubuh. Biasanya digunakan untuk mengobati kanker, karena sel kanker tumbuh dan membelah lebih cepat daripada sel lain.

Kemoterapi juga dianggap sebagai pengobatan sistemik, yang berarti ia akan memengaruhi seluruh tubuh. Seorang dokter yang mengkhususkan diri dalam pengobatan kanker dikenal sebagai ahli onkologi. Mereka akan bekerja sama dengan pasiennya untuk membuat rencana perawatan yang tepat.

Kemoterapi sering kali digunakan dalam kombinasi dengan terapi lain, seperti pembedahan, radiasi, atau terapi hormon. Penggunaan terapi kombinasi juga akan tergantung pada beberapa hal, seperti:

  • Stadium dan jenis kanker
  • Kondisi kesehatan secara keseluruhan
  • Perawatan kanker sebelumnya yang pernah dilakukan
  • Lokasi sel kanker
  • Preferensi perawatan pribadi pasien

Kemoterapi adalah pengobatan yang telah terbukti efektif menyerang sel kanker, tetapi dapat menyebabkan efek samping yang serius yang dapat berdampak parah pada kualitas hidup.

Oleh karena itu, pasien harus mempertimbangkan efek samping dan risiko jika tidak diobati sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat apakah ia perlu dilakukan atau tidak.

Baca Juga: 5 Jenis Kanker yang Paling Banyak Ditemukan di Indonesia

Mengapa Seseroang Perlu Melakukan Kemoterapi?

Kemoterapi

Foto: ahcc.co.id

Mengutip American Cancer Society, umumnya kemoterapi akan digunakan untuk:

  • Menurunkan jumlah sel kanker dalam tubuh
  • Mengurangi kemungkinan penyebaran kanker
  • Mengecilkan ukuran tumor
  • Mengurangi gejala yang saat ini dialami akibat kanker

Jika seseorang telah menjalani operasi untuk mengangkat tumor kanker, seperti lumpektomi untuk kanker payudara, ahli onkologi mungkin merekomendasikan kemoterapi untuk memastikan bahwa sel kanker yang masih ada juga terbunuh.

Kemoterapi juga akan digunakan untuk mempersiapkan seseorang menghadapi perawatan lain.

Ini bisa digunakan untuk mengecilkan tumor sehingga bisa diangkat dengan operasi, atau untuk mempersiapkan seseorang menjalani terapi radiasi. Dalam kasus kanker stadium akhir, kemoterapi juga dapat membantu menghilangkan rasa sakit.

Selain pengobatan untuk kanker, kemoterapi dapat digunakan untuk mempersiapkan orang dengan penyakit sumsum tulang untuk pengobatan sel induk sumsum tulang, dan dapat digunakan untuk gangguan sistem kekebalan.

Dosis yang jauh lebih rendah daripada yang digunakan untuk mengobati kanker dapat digunakan untuk membantu gangguan di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat, seperti lupus atau rheumatoid arthritis.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Menderita Kanker

Ini Efek Kemoterapi yang Perlu Diperhatikan

Efek kemoterapi nyatanya bisa sangat signifikan. Setiap obat memiliki efek samping yang berbeda, tapi tidak setiap obat menyebabkan efek samping. Pasien perlu menanyakan kepada dokter tentang efek samping dari obat tertentu yang akan diterima.

Mengutip Mayo Clinic, efek samping yang umum dari obat kemoterapi meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Diare
  • Rambut rontok
  • Kehilangan selera makan
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sariawan
  • Rasa sakit
  • Sembelit
  • Mudah memar
  • Berdarah

Banyak dari efek samping ini dapat dicegah atau diobati. Sebagian besar efek samping juga akan mereda setelah pengobatan berakhir. Namun, ada efek samping yang bertahan lama dan berkembang lambat.

Beberapa obat kemoterapi juga dapat menyebabkan efek samping yang tidak terlihat sampai berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah pengobatan.

Efek samping lanjut akan bervariasi, tergantung pada obat kemoterapi. Beberapa efek samping lanjut tersebut antara lain:

  • Kerusakan jaringan paru-paru
  • Masalah jantung
  • Infertilitas
  • Masalah ginjal
  • Kerusakan saraf (neuropati perifer)
  • Resiko terkena kanker kedua kali

Baca Juga: 7 Gaya Hidup Orang Jepang yang Wajib Ditiru Untuk Menjaga Kesehatan

Berapa Biaya Kemoterapi?

Kemoterapi

Foto: lawankanker.org

Tak sedikit orang yang merasa saat didiagnosis mengidap penyakit kanker, mereka seakan menghadapi mimpi buruk.

Moms pasti paham bahwa kanker adalah salah satu penyakit yang menyebabkan banyak orang meregang nyawa, apalagi pengobatan kemoterapi yang ditujukan untuk melawan kanker juga tetap bisa menyebabkan efek samping yang mengkhawatirkan.

Kemudian saat bicara dengan biaya kemoterapi, Moms pasti semakin tak sanggup membayangkannya lagi.

Obat-obatan dan tindakan yang digunakan untuk menghilangkan sel kanker tergolong mahal dan mereka harus digunakan secara berkelanjutan hingga pasien dinyatakan sembuh dari kanker.

Sebagai gambaran saja, biaya sekali terapi bisa berkisar antara 4-6 juta rupiah. Selain itu, harga PET scan untuk mengetahui kondisi sel kanker bisa mencapai 11-16 juta rupiah.

Namun untungnya, BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan juga menjamin pengobatan kanker. Banyak pasien di Indonesia yang menjadikan BPJS sebagai tumpuan pengobatan mereka.

Meski sudah ditanggung BPJS, tapi Moms juga harus menyiapkan biaya tambahan, semisal biaya transportasi dan akomodasi anggota keluarga yang menemani. Jadi, alangkah lebih baik menjaga kesehatan sejak dini untuk terhindar dari kanker.

Cara Obat Kemoterapi Diberikan

Obat kemoterapi dapat diberikan dengan berbagai cara, termasuk:

  • Infus. Kemoterapi paling sering diberikan sebagai infus ke pembuluh darah (intravena). Obat dapat diberikan dengan memasukkan tabung dengan jarum ke pembuluh darah di lengan atau ke alat di pembuluh darah di dada.
  • Pil. Beberapa obat dapat dikonsumsi dalam bentuk pil atau kapsul.
  • Suntikan. Obat dapat disuntikkan dengan jarum, sama seperti saat menerima suntikan.
  • Krim. Krim atau gel yang mengandung obat dapat dioleskan pada kulit untuk mengobati jenis kanker kulit tertentu.
  • Obat untuk Satu Area Tubuh. Obat bisa diberikan langsung ke salah satu area tubuh. Misalnya, obat kemoterapi dapat diberikan langsung di perut (kemoterapi intraperitoneal), rongga dada (kemoterapi intrapleural), atau sistem saraf pusat (kemoterapi intratekal). Kemoterapi juga dapat diberikan melalui uretra ke dalam kandung kemih (kemoterapi intravesika).
  • Kemoterapi Diberikan Langsung pada Kanker. Kemoterapi juga dapat diberikan langsung pada kanker atau, setelah operasi, di tempat kanker dulu. Sebagai contoh, obat dapat diletakkan di dekat tumor selama pembedahan. Obat yang berbentuk seperti wafer akan rusak seiring waktu dan melepaskan obat. Obat juga dapat disuntikkan ke pembuluh darah atau arteri yang secara langsung memberi makan tumor.

Baca Juga: 4+ Cara Mencegah Kanker Sejak Dini

Persiapan Sebelum Kemoterapi

Bagaimana seseorang mempersiapkan kemoterapi tergantung pada obat mana yang akan diterima dan bagaimana cara pemberiannya.

Dokter biasanya akan memberi pasien instruksi khusus untuk mempersiapkan perawatan. Oleh karena itu, pasien mungkin perlu untuk:

1. Memasang Perangkat dengan Pembedahan sebelum Kemoterapi Intravena

Jika pasien akan menerima obat secara intravena (ke pembuluh darah), dokter mungkin merekomendasikan alat, seperti kateter, port atau pompa.

Kateter atau perangkat lain ditanamkan melalui pembedahan ke pembuluh darah besar, biasanya di dada. Obat kemudian dapat diberikan melalui alat tersebut.

2. Menjalani Tes dan Prosedur untuk Memastikan Tubuh Siap Menerima Kemoterapi

Tes darah untuk memeriksa fungsi ginjal dan hati serta tes jantung untuk memeriksa kesehatan jantung dapat menentukan apakah tubuh siap untuk memulai kemoterapi.

Jika ada masalah, dokter mungkin menunda pengobatan atau memilih obat dan dosis lain yang lebih aman.

3. Menemui Dokter Gigi

Dokter mungkin menyarankan dokter gigi untuk memeriksa gigi apakah ada tanda-tanda infeksi.

Mengobati infeksi yang ada dapat mengurangi risiko komplikasi selama pengobatan, karena beberapa obat dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

4. Rencanakan Sebelumnya untuk Efek Samping

Tanyakan kepada dokter apa efek samping yang terjadi setelah kemoterapi dan buat pengaturan yang sesuai.

Misalnya, jika pengobatan akan menyebabkan kemandulan, pasien mungkin ingin mempertimbangkan pilihan untuk mengawetkan sperma atau sel telur untuk digunakan di masa mendatang.

Jika kemoterapi menyebabkan kerontokan rambut, pertimbangkan untuk merencanakan menggunakan penutup kepala.

5. Buat Pengaturan Bantuan di Rumah dan di Tempat Kerja

Kebanyakan perawatan diberikan di klinik rawat jalan, yang berarti kebanyakan orang dapat terus bekerja dan melakukan aktivitas seperti biasa selama kemoterapi. Dokter juga dapat memberitahu pasien secara umum seberapa besar kemoterapi akan memengaruhi aktivitas.

6. Persiapkan Perawatan Pertama

Tanyakan kepada dokter atau perawat bagaimana mempersiapkan kemoterapi. Mungkin akan membantu jika pasien tiba untuk perawatan kemoterapi pertama dengan istirahat yang baik sebelumnya.

Pasien juga mungkin perlu makan makanan ringan sebelumnya jika obat dapat menyebabkan mual.

7. Minta Didampingi Saat Melakukan Kemoterapi

Kebanyakan orang dapat pergi sendiri saat sesi kemoterapi. Namun, untuk pertama kali kamu mungkin perlu ditemani karena beberapa obat-obatan bisa membuat mengantuk atau menyebabkan efek samping lain yang membuat pasien kesulitan untuk pulang ke rumah sendiri.

Baca Juga: Manfaat Vitamin D untuk Penderita Kanker, Banyak!

Masalah Selama Perawatan

Kemoterapi - 2

Foto: techno.id

Selama menjalani pengobatan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan.

1. Kehamilan dan Kontrasepsi

Wanita harus menghindari hamil saat menjalani kemoterapi, karena banyak obat dapat menyebabkan cacat lahir.

Gunakan metode kontrasepsi penghalang, seperti kondom, dan segera hubungi tim perawatan jika pasien merasa mungkin sedang hamil.

Pria yang menjalani pengobatan juga harus menggunakan kondom selama menjalani perawatan, meskipun pasangannya menggunakan kontrasepsi.

2. Obat Lain

Saat menjalani kemoterapi, tanyakan kepada tim perawatan sebelum pasien minum obat lain, termasuk obat bebas dan pengobatan herbal.

Obat-obatan lain dapat bereaksi secara tidak terduga dengan obat, yang dapat memengaruhi seberapa baik kerjanya dan dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya.

3. Kapan Harus Menghentikan Pengobatan

Beberapa orang memutuskan bahwa manfaat kemoterapi tidak sebanding dengan kualitas hidup yang buruk karena efek sampingnya.

Jika pasien kesulitan dengan perawatan dan ragu apakah akan melanjutkan, ada baiknya untuk berbicara dengan tim perawatan.

Baca Juga: Manfaat Tes Pap Smear, Bisa Deteksi Kanker Serviks!

Setelah Kemoterapi

Dokter dan tim perawatan kanker akan secara teratur memantau keefektifan perawatan. Ini bisa mencakup teknik pencitraan, tes darah, dan mungkin banyak lagi.

Dokter juga dapat menyesuaikan perawatan kapan saja. Tes-tes ini dapat memberi gambaran kepada dokter tentang bagaimana kanker merespons pengobatan. Ahli onkologi akan menanyakan tentang efek samping yang dialami, karena banyak hal yang dapat dikontrol.

Semakin banyak pasien berbagi dengan dokter tentang bagaimana kemoterapi memengaruhi kondisi pasien, maka akan semakin baik pengalaman pengobatan kanker ini.

Pasien perlu memberi tahu dokter tentang semua efek samping atau masalah terkait perawatan yang dialami sehingga dapat membuat penyesuaian pada perawatan jika diperlukan.

Itulah beberapa hal yang perlu dipahami mengenai kemoterapi. Perawatan pengobatan ini memang cukup mengkhawatirkan karena berbagai efek sampingnya.

Oleh karena itu, alangkah lebih baik untuk mencegah kanker sedari dini. Caranya adalah dengan menjaga pola makan sehat, cukup istirahat, mengelola stres, dan olahraga teratur.

  • https://www.nhs.uk/conditions/chemotherapy/what-happens/
  • https://skata.info/article/detail/592/apakah-pengobatan-kanker-ditanggung-bpjs
  • https://www.healthline.com/health/chemotherapy#procedure
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/chemotherapy/about/pac-20385033
  • https://www.cancer.org/treatment/treatments-and-side-effects/treatment-types/chemotherapy.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait