Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kenali 4 Penyebab Muntah Darah Saat Hamil

Bagikan



Banyak perempuan mengalami banyak komplikasi selama kehamilan, termasuk muntah darah. Morning sickness adalah salah satu penyakit yang paling umum pada perempuan hamil.

Hal ini sebenarnya bukanlah masalah, tetapi jika muntah darah saat hamil sering terjadi, maka ada sesuatu yang salah. Gejala ini dapat menunjukkan masalah kesehatan kehamilan.

Muntah Darah Saat Hamil

Muntah darah saat hamil dalam praktek medis disebut sebagai hematemesis. Hal ini terjadi karena adanya trauma pada saluran pencernaan bagian atas dan memasukkan darah ke dalam muntahan saat melewati esofagus.

Jika perdarahan meningkat, maka umumnya kondisi patologis lain berkembang seperti tinja yang mungkin berubah menjadi hitam.

Muntah darah ini juga disebabkan trauma mikro mukosa dan penghancuran pembuluh darah di dekatnya.

Penyebabnya dapat dikarenakan oleh beberapa hal seperti karena bisul atau sebagai akibat dari muntah biasa dengan empedu, yang mengkorosi esofagus.

Selama kehamilan, muntah dengan partikel berdarah kecil banyak terjadi. Untungnya, diagnosis ini sama sekali tidak berbahaya. Dengan tidak adanya keluhan lain, muntah darah saat hamil tidak memerlukan perawatan khusus.

Baca Juga : Mengenal Hiperemesis Gravidarum, Muntah Berlebihan pada Ibu Hamil

Penyebab Umum Muntah Darah Saat Hamil

Pada perempuan hamil, muntah darah terjadi karena penyebab yang sama seperti pada orang lain. Namun, ibu hamil jauh lebih mungkin menghadapi situasi yang memicu patologi tersebut.

Toksikosis bukan satu-satunya penyebab hematemesis. Ada sejumlah faktor lain yang menyebabkan muntah darah saat hamil seperti:

1. Makan Berlebihan

Makan berlebihan terutama pada trimester kedua akan membebani sistem pencernaan dan muntah.

Makanan yang tidak dapat dicerna, khususnya makanan yang digoreng, dibakar dan pedas, sangat mempersulit proses pencernaan.

Proses ini semakin diperparah oleh rahim yang membesar yang menekan organ internal.

2. Keracunan Makanan

Moms juga mungkin saja mengalami keracunan makanan saat hamil, seperti keracunan sayur atau buah yang terpapar pestisida.

Terlepas dari sumber infeksi beracun, seorang ibu hamil memang punya potensi untuk muntah.

Untuk membedakan keracunan dari penyakit lain, perhatikan gejala seperti mual dengan sekresi air liur, muntah satu setengah jam setelah makan, nyeri akut di daerah pusar atau nyeri di pankreas serta diare akut.

3. Masalah Pencernaan

Muntah darah saat hamil disebabkan oleh berbagai patologi pada sistem pencernaan. Hal ini terjadi dengan penyakit ulkus yang rumit, tetapi mungkin ada penyebab lain.

Muntah darah saat hamil juga dapat disebabkan oleh gangguan di saluran pencernaan, dengan tanda-tanda seperti nyeri di bagian perut manapun, meningkatnya rasa lapar, mual yang hebat hingga tekanan darah yang menurun.

4. Faktor Onkologis

Kehamilan tidak menjamin tidak adanya onkologi pada perempuan. Neoplasma di usus, esofagus, dan perut sering menyebabkan muntah darah saat hamil. Tapi ini bukan satu-satunya gejala.

Selain itu, seorang ibu hamil mungkin mengalami kelelahan kronis, nyeri di perut, mual yang hebat, masalah buang air besar dan intoleransi terhadap makanan.

Meskipun muntah darah termasuk hal yang wajar dengan penyebab yang umum. Ada baiknya Moms tetap memperhatikan sejumlah faktor penyebab untuk menghindarinya, ya.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.