Newborn

16 November 2017

Kenali 6 Gejala Tifus Pada Bayi

Demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 39 derajat Celcius
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama

Penyakit tifus merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan terjadinya infeksi pada saluran pencernaan. Bakteri yang menyebabkan penyakit tifus adalah bakteri salmonella yang dapat ditemukan dalam makanan.

Sementara tifus pada bayi ada dua cara penularan yakni melalui ibu dan makanan tambahan. Penularan melalui ibu dapat terjadi sejak bayi masih dalam kandungan hingga memasuki masa persalinan, termasuk ditularkan melalui ASI.

Pada umumnya ASI adalah makanan yang higienis, namun ternyata dapat menularkan tifus. Bagi bayi yang masih mendapatkan ASI secara eksklusif dan mengalami demam serta diare disarankan mengikuti test darah guna mengetahui kondisi kesehatan bayi yang sebenarnya, termasuk dalam pencegahan tifus.

Sementara penularan kedua yakni melalui makanan yang dikonsumsi, bagi bayi yang sudah mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI). Makanan pendamping ASI yang diberikan pada bayi bukan hanya perlu diperhatikan kecukupan nutrisinya setiap hari, namun perlu juga diperhatikan pengolahan, penyajian serta pemberiannya guna menghindari infeksi kuman penyebab penyakit.

Baca Juga : Diare Pada Bayi, Bagaimana Ciri dan Mengatasinya

Gejala Tifus Pada Bayi

shutterstock 581164087

Gejala tifus pada bayi sulit untuk dideteksi mengingat bayi masih belum mampu mengungkapkan apa yang dirasakannya. Biasanya bayi hanya menangis atau rewel disertai dengan suhu tubuh yang tinggi. Terkadang demam yang terjadi pada bayi juga disertai dengan diare.

Kendati demikian, ahli medis memang perlu mendapatkan beberapa seraingkaian tes guna mengetahui kondisi bayi yang sebenarnya.

Pada umumnya gejala atau tanda tifus akan mulai muncul pada waktu 1 sampai dengan 3 minggu setelah tubuh terinfeksi. Adapun gejala tifus pada bayi, balita dan anak-anak pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 39 derajat Celcius hingga 40 derajat Celcius. Suhu tubuh dirasakan semakin hari semakin meningkat, mencapai puncak pada sore sampai dengan hari. Selanjutnya demam akan mereda pada pagi dan siang hari, akan tetapi tidak mencapai suhu normal.

Demam dengan suhu yang sangat tinggi dapat menyebabkan anak menjadi gelisah. Demam yang berlangsung lebih dari 7 hari termasuk dugaan yang kuat sebagai gejala tifus.
2. Selain demam, anak juga dapat mengalami sakit kepala dengan kondisi yang tampak serius. Dalam kasus yang berat anak dapat mengalami penurunan kesadaran, kejang, dan ikterus.
3. Gejala tifus pada bayi lebih sulit dideteksi karena bayi hanya menunjukkan tangisan dan rewelan akibat perasaan tidak nyaman yang ditimbulkan penyakit tifus.

Tifus pada bayi juga perlu lebih diwaspadai karena dapat timbul dengan gejala dan tanda yang tidak khas terutama pada bayi muda yang tampak sebagai demam akut disertai hipotermi dan syok.
4. Lidah memutih, tampak berselaput dan kotor di bagian tengah sementara bagian ujung lidah hingga tepinya masih tampak merah.
5. Gejala pencernaan, seperti mual hingga muntah, dan perut kembung dapat terjadi saat kuman sudah berkembang serta menimbulkan peradangan pada saluran pencernaan.

Saat ini anak juga menimbulkan gejala seperti mengalami penurunan nafsu makan atau tidak mau makan. Berbeda dengan orang dewasa, gejala tifus pada anak sering berupa mencret, sedangkan orang dewasa lebih cenderung mengalami sembelit.
6. Pembesaran organ hati dan limpa (hepatosplenomegali) dapat terjadi saat kuman sudah berkembang dan menimbulkan peradangan pada hati dan limpa. Organ yang membesar ini dapat menekan lambung anak yang masih kecil. Hal tersebut kemudian memperberat gejala serta muntah pada anak.

(RGW)

Foto : Shutterstock

Produk Rekomendasi

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait