Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Tanya Pakar | Jul 17, 2018

Kenali Faktor dan Gejala Penyakit Asma

Bagikan


Tanya : 

Dokter, sebenarnya penyakit asma bisa sembuh apa tidak? Jika bisa bagaimana cara menyembuhkannya? Apakah melalui terapi atau dengan obat-obatan?

Jika tidak bisa, mengapa? Apakah penyakit asma termasuk penyakit yang sebegitu parahnya sehingga para dokter tidak bisa memastikan akan kesembuhannya? Terima kasih.

Jawab : 

Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran napas yang ditandai dengan mengi episodik, batuk, dan rasa sesak di dada akibat penyumbatan saluran napas.

Secara umum faktor risiko yang dapat memicu terjadinya asma terbagi atas faktor genetik dan lingkungan.

1. Faktor Genetik

a. Atopi/alergi : Hal yang diturunkan adalah bakat alerginya, meskipun belum diketahui bagaimana cara penurunannya.

Penderita dengan penyakit alergi biasanya mempunyai keluarga dekat yang juga alergi. Dengan adanya bakat alergi ini, penderita sangat mudah terkena penyakit asma bronkial jika terpajan dengan faktor pencetus.

b. Hipereaktivitas bronkus / Saluran napas sensitif

c. Jenis kelamin Pria merupakan risiko untuk asma pada anak. Sebelum usia 14 tahun, prevalensi asma pada anak laki-laki adalah 1,5-2 kali dibanding anak perempuan.

d. Ras/etnik

2. Faktor lingkungan

a. Alergen dalam rumah (tungau debu rumah, spora jamur, kecoa, serpihan kulit binatang seperti anjing, kucing, dan lain-lain).

b. Alergen luar rumah (serbuk sari, dan spora jamur)

3. Faktor lain

a. Alergen makanan Contoh: susu, telur, udang, kepiting, ikan laut, kacang tanah, coklat, kiwi, jeruk, bahan penyedap pengawet, dan pewarna makanan.

b. Alergen obat-obatan tertentu Contoh: penisilin, sefalosporin, golongan beta laktam lainnya, eritrosin, tetrasiklin, analgesik, antipiretik, dan lain lain.

c. Bahan yang mengiritasi Contoh: parfum, household spray, dan lain-lain.

d. Ekspresi emosi berlebih : Stres/gangguan emosi dapat menjadi pencetus serangan asma, selain itu juga dapat memperberat serangan asma yang sudah ada.

e. Asap rokok bagi perokok aktif maupun pasif Asap rokok berhubungan dengan penurunan fungsi paru.

f. Polusi udara dari luar dan dalam ruangan

g. Perubahan cuaca Cuaca lembab dan hawa pegunungan yang dingin sering mempengaruhi asma. Atmosfer yang mendadak dingin merupakan faktor pemicu terjadinya serangan asma.

Klasifikasi Derajat Asma Berdasarkan Gejala pada Orang Dewasa :

1. Intermiten : Bulanan , Gejala 1x/minggu tanpa gejala diluar serangan , Serangan singkat.

2. Persisten ringan : Mingguan, Gejala>1x/minggu , tetapi Serangan dapat mengganggu aktivitas dan tidur

3. Persisten sedang : Harian , Gejala setiap hari.Serangan mengganggu aktivitas dan tidur.

4. Persisten berat : Kontinyu , Gejala terus menerus. Sering - Sering kambuh, Aktivitas fisik terbatas.

Penatalaksanaan Asma Bertujuan :

1. Menghilangkan dan mengendalikan gejala asma, agar kualitas hidup meningkat

2. Mencegah eksaserbasi akut

3. Meningkatkan dan mempertahankan faal paru seoptimal mungkin

4. Mempertahankan aktivitas normal termasuk latihan jasmani dan aktivitas lainnya

5. Menghindari efek samping obat

6. Mencegah terjadinya keterbatasan aliran udara ireversibel

7. Meminimalkan kunjngan ke gawat darurat

Ciri-ciri asma terkontrol:

1. Tanpa gejala harian atau d” 2x/minggu

2. Tanpa keterbatasan aktivitas harian

3. Tanpa gejala asma malam

4. Tanpa pengobatan pelega atau d” 2x/minggu

5. Fungsi paru normal atau hampir normal

6. Tanpa eksaserbasi

Ciri-ciri asma tidak terkontrol:

1. Asma malam (terbangun malam hari karena gejala asma)

2. Kunjungan ke gawat darurat, karena serangan akut

3. Kebutuhan obat pelega meningkat.

Cara terbaik untuk mengontrol asma adalah dengan melakukan pencegahan. Meskipun pengobatan memainkan peranan penting dalam pencegahan terjadinya asma

Dijawab oleh : dr. Adnan Yusuf

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.