Kesehatan

KESEHATAN
19 Maret 2021

Kenali Fungsi Testis dan Tips Menjaga Kesehatannya

Fungsi testis sebagai bagian dari sistem reproduksi pria juga tak kalah penting dengan penis. Apa saja?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Sebelum mengetahui fungsi testis, mari kita berkenalan dengan organ reproduksi pria yang berbentuk oval ini. Pada anatomi tubuh pria, testis terletak di belakang penis dan diselubungi kulit berbentuk kantung yang disebut dengan skrotum.

Skrotum atau kantung zakar ini, menggantung di luar tubuh. Tepatnya di depan daerah panggul dekat paha atas pria. Jadi sebenarnya, testikel tidak dapat dilihat secara langsung.

Yang menarik, pada saat udara dingin, skrotum ini akan menyusut. Skrotum akan kembali merenggang dan melonggar ketika udara terasa lebih hangat. Tujuannya untuk melepas suhu panas dalam tubuh.

Fakta Testis yang Perlu Moms dan Dads Ketahui

Bagaimana testis bertumbuh dan berkembang? Pertumbuhan testis berawal pada tahap pubertas, yaitu ketika seorang anak laki-laki berusia 10-13 tahun. Ketika testis mulai tumbuh, kulit di area skrotum akan berwarna lebih gelap. Area ini pun akan ditumbuhi rambut halus.

Ukuran testis setiap pria pun tidaklah sama. Biasanya, testis kanan cenderung berukuran lebih besar dibanding testis kiri. Namun rata-rata testis memiliki ukuran panjang antara 5-7,5 cm dengan lebar 2,5 cm.

  • Ukuran testis yang kanan dan kiri umumnya berbeda. Biasanya, testis kanan berukuran lebih besar daripada testis kiri.
  • Skrotum akan menyusut ketika Dads kedinginan, dan bisa melonggar jika suhu terlalu hangat.
  • Testis yang normal terasa halus, tanpa benjolan atau gumpalan.

Dalam reproduksi pria, fungsi testis tidak kalah penting dengan penis. Itulah sebabnya para ahli menyarankan agar Dads menjaga temperatur area ini sekitar dua derajat centrigrade lebih rendah dari suhu tubuh.

Pria dengan satu testis akibat kelainan atau pengangkatan akibat kanker, masih bisa membuahi sel telur, membuat Moms hamil, dan memiliki anak.

Lalu apa saja fungsi testis pria? Sebelum mengetahui fungsi testis, ada baiknya kita mengetahui anatomi testis yang terbilang cukup rumit.

Berkenalan dengan Anatomi Testis

Dilansir dari laman healthline.com, ada beberapa bagian dalam anatomi testis yang perlu diketahui oleh Moms dan Dads.

1. Tubulus Seminiferus

Fungsi testis yang paling dikenal adalah tempat produksi sperma. Di dalam testikel, fungsi ini dijalankan penuh oleh tubulus seminiferus. Bentuk tubulus seminiferus seperti tabung melingkar. yang membentuk sebagian besar testis.

Jika digambarkan, tubulus seminiferous merupakan jaringan berbentuk kumpulan pembuluh-pembuluh kecil. Letak tubulus seminiferous sejajar dengan bagian buah zakar yang berperan dalam produksi sperma dan hormon testosterone yaitu epitelium.

Jaringan di sebelah tubulus disebut sel Leydig. Sel-sel ini menghasilkan hormon pria, seperti testosteron dan androgen lainnya.

Sel dan jaringan yang ada dalam tubulus seminiferous inilah yang berperan dalam spermatogenesis atau proses pembentukan sperma.

2. Rete Testis

Setelah sperma diproduksi oleh tubulus seminiferous, sperma akan melewati rete testis. Di sini, sperma akan dicampurkan dengan cairan yang diproduksi sel sertoli.

Setelah itu, rete testis akan membantu sperma bergerak dengan mikrovili (jaringan yang berbentuk seperti rambut tipis) ke epididimis.

3. Duktus Eferen

Bagaikan saluran pipa, ductus eferen berperan untuk menghubungkan rete testikel dengan epididimis.

Sperma yang bergerak dari rete testikel masih memiliki banyak cairan. Namun dalam perjalanannya, cairan sperma akan diserap kembali oleh tubuh untuk membantu pergerakan mutasi sperma. Sehingga ketika sampai ke epididimis, tekstur sperma akan lebih terkonsentrasi dan kental.

Di dalam epididimis inilah sperma akan “disimpan” hingga matang. Sperma akan siap dikeluarkan ke saluran penis ketika Dads mengalami ejakulasi.

4. Tunica

Testis atau dikenal juga dengan buah pelir dan buah zakar dikelilingi oleh berbagai lapisan jaringan yang disebut tunica. Nah, tunica pun terdiri dari beberapa lapisan yaitu:

  • Tunica Vasculosa, merupakan lapisan tipis yang mengandung pembuluh darah tipis.
  • Tunica Abluginea, lapisan pelindung tebal yang terbuat dari serat-serat padat untuk melindungi testikel.
  • Tunica Vaginalis, adalah lapisan jaringan terluar dari buah zakar. Namun, lapisan ini juga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu lapisan visceral layer, cavum vaginal, dan lapisan parietal. Masing-masing lapisan ini pun memiliki peran sendiri terkait fungsi testis.

FUNGSI TESTIS PRIA

Kedua bola pria ini memiliki dua fungsi utama, seperti di bawah ini.

1. Memproduksi Hormon Pria

Fungsi testis yang pertama adalah untuk memproduksi hormon androgen. Hormon yang paling umum adalah testoteron. Hormon ini berguna untuk mengatur pertumbuhan alat genital pria dan produksi hormon.

Testoteron juga berperan untuk menimbulkan ciri fisik pria. Mulai dari perkembangan masa otot pria, meningkatkan kepadatan tulang, hadirnya bulu-bulu halus kumis dan jenggot, timbulnya hasrat seksual, pertumbuhan penis dan testis, suara yang memberat, hingga munculnya rambut di area genital.

Tak hanya itu saja. Testoteron juga turut memengaruhi fungsi reproduksi dan seksual pria. Tanpa kehadiran hormon ini, pria akan mengalami gangguan reproduksi, termasuk jumlah sperma yang cenderung sedikit.

Pada pria yang sehat, umumnya testikel dapat memproduksi sekitar 6 mg testoteron setiap hari. Namun, ketika pria memasuki usia 30 tahun, produksi testoteron pun mulai menurun.

2. Memproduksi dan Menyimpan Sperma

Fungsi testis yang tak kalah penting adalah memproduksi dan menyimpan sperma pria.

“Testikel ini adalah ‘pabrik’ sperma. Sperma bertugas untuk membuahi sel telur pada wanita, sehingga terjadi kehamilan,” jelas dr. Lutfi Hardiyanto, Ph.D, Sp.And

Setiap ejakulasi, organ reproduksi pria ini mampu memproduksi sekitar 200 juta sel sperma yang keluar dan berenang untuk membuahi sel telur.

Cara Menjaga Kesehatan Testis dan Skrotum

Agar fungsi testis tetap maksimal seiring dengan berjalannya usia, para ahli menyarankan agar Dads menjaga kesehatannya.

Dilansir dari laman Healthline & Urology Specialist, simak beberapa cara mudah menjaga kesehatan testis berikut:

1. Lakukan Pemeriksaan Alat Reproduksi Setiap Bulan

Jika Moms dianjurkan untuk melakukan SADARI yaitu periksa payudara sendiri untuk menghindari penyakit dan kelainan sejak dini, Dads disarankan untuk meraba serta menggulung testis di skrotum.

Gunakan jari tangan saat pagi hari. Periksalah dengan teliti area tersebut. Rasakan apakah ada benjolan, bengkak, dan nyeri yang mengganggu.

2. Kenakan Busana yang Nyaman dan Longgar

Jangan terlalu sering menggunakan celana denim. Apalagi jika celana tersebut terlalu ketat di area selangkangan.

Hal yang sama juga berlaku saat memilih celana dalam. Pilih celana dalam yang pas untuk menyangga area bokong, penis, dan testis. Biarkan skrotum menggantung secara alami pada tubuh.

Penggunaan celana yang longgar dan nyaman secara langsung membantu mencegah skrotum dari cedera dan menjaga suhu skrotum tetap rendah.

3. Mandi Teratur dengan Air Bersuhu Normal

Mandi secara teratur tidak hanya membantu menjaga kesehatan kulit, namun juga menjaga kesehatan penis, testis, dan skrotum.

Gunakan sabun untuk membersihkan area genital hingga ke daerah lipatan.

Setelah selesai mandi, keringkan area tersebut dengan handuk bersih. Pastikan setiap jengkal skrotum bersih dan tidak lembap.

Kelembapan yang terperangkap di area genital akan membuat bakteri mudah berkembang biak. Kondisi ini tentu akan membawa permasalahan baru area genital pria.

4. Konsumsi Berbagai Makanan Kaya Antioksidan

Stres oksidatif sangat memengaruhi infertilitas pria. Stres oksidatif adalah kondisi di mana jumlah radikal bebas di dalam tubuh melebihi kapasitas tubuh untuk menetralkannya. Jika terjadi stres oksidatif, sel-sel tubuh akan mengalami oksidasi sehingga menimbulkan kerusakan lebih banyak.

Nah, jaringan testis dan sistem reproduksi Dads ini juga sangat rentan terhadap stres oksidatif. Hindari dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan.

Sebut saja mulai dari folat, vitamin B9, vitamin C, vitamin A, vitamin D, zinc, hingga likopen. Para pria pun sebaiknya menghindari kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

Dengan bertambahnya kemampuan tubuh untuk melawan oksidasi, produksi sperma pun juga ikut meningkat.

5. Pakai Pelindung Ketika Berolahraga

Saat berolahraga, Moms pun perlu menggunakan pelindung ekstra untuk menutupi dan menyangga area testis. Tujuannya untuk menghindari area genital dari benturan, gerakan gravitasi, dan mengejan yang lebih keras.

Contohnya saat melakukan olahraga lari, sepak bola, sepeda, basket, angkat beban, dan sebagainya.

Itulah beberapa fungsi testis hingga cara merawat kedua buah zakar agar tetap sehat. Yuk, lakukan mulai sekarang!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait