Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Balita | Jan 11, 2019

Kenali Gejala Gegar Otak Pada Balita

Bagikan



Sampai sekarang, masih banyak orang tua beranggapan kalau gegar otak pada balita hanya bisa terjadi bila kepalanya terkena benturan yang sangat keras. Padahal itu salah kaprah lho, Moms.
Area kepala, jidat, dan ubun-ubun balita yang masih sensitif sebenarnya tidak boleh terluka sedikitpun. Cedera akibat benturan kecil di area ini bisa mengganggu sistem syaraf pusat dan menyebabkan gegar otak. Berbahaya sekali kan, Moms?
Balita yang masih kecil mungkin belum bisa mengungkapkan apa yang dirasakan secara verbal, sehingga orang tua harus lebih jeli mengenali gejala gegar otak.

Agar bisa segera memberikan pertolongan kesehatan yang tepat, kenali gejalanya : 

Sensitif Terhadap Cahaya dan Suara

Foto : Medicalnewstoday.com

Gejala gegar otak pada balita yang pertama adalah rasa pusing dan nyeri pada kepala. Tidak seperti pusing biasa yang akan hilang dengan sendirinya, pusing akibat gegar otak tidak kunjung sembuh dan akan dirasakan balita sepanjang hari.
Bila benturan membuat titik syaraf tertekan, maka rasa pusing akibat gegar otak biasanya disertai dengan rasa mual dan sensitivitas terhadap cahaya dan suara.
Moms perlu waspada jika si kecil yang biasanya senang bermain di rumah mendadak selalu ingin dirumah saja, atau terlihat menghindari tempat yang terang dan gaduh.

Baca Juga : Pertolongan Pertama Saat Kepala Anak Terbentur

Perubahan Perilaku & Pola Makan

Foto : Confusedparent.in

Sebagai pusat dari segala aktivitas tubuh, otak mengatur segalanya, mulai dari waktu makan hingga cara kita bersikap dan berpikir. Saat otak terkena cedera, maka pola hidup dan rutinitas bisa saja menjadi ikut berubah bahkan hingga bertolak belakang.
Gejala gegar otak pada balita maupun dewasa yang banyak dilihat oleh para psikolog adalah adanya perubahan perilaku dan pola makan, baik dalam tingkat ringan maupun ekstrim.
Balita yang tadinya pendiam bisa saja menjadi hiperaktif, ataupun sebaliknya, bila mengalami gegar otak.
Gejala gegar otak pada balita lainnya yang mudah dikenali adalah perubahan pola makan. Misalnya saja, si keil yang tadinya banyak makan jadi enggan mengunyah, atau selera makannya tidak seperti sebelumnya.

Baca Juga : Cara Mengajarkan 5 Kebiasaan Makan Sehat pada Balita

Hilang Koordinasi & Selalu Mengantuk

Foto : Kinderling.com.au

Gegar otak juga bisa membuat syaraf menjadi tidak berfungsi dengan baik dan membuat koordinasi antara mata, kaki, dan tangan menjadi buruk.
Moms perlu waspada jika balita mendadak sulit berdiri, sering terjatuh, atau menjadi ceroboh saat memegang sesuatu dengan tangannya. Bila tidak segera ditangani, gangguan syaraf akibat gegar otak dapat menjadi permanen.
Gejala gegar otak pada balita lainnya adalah mendadak selalu mengantuk dan ingin tidur melebihi batas normal, selalu merasa lemas dan enggan beraktivitas, serta sering menangis tanpa sebab.

Baca Juga : 5 Kebiasaan Tidur Anak dan Cara Menanganinya

Memang tak ada orang tua yang ingin anaknya cedera dan terkena gegar otak, tapi penting sekali untuk mengenali gejalanya agar bisa segera memberikan perawatan yang sesuai.

Apa Moms tahu, aktivitas apa saja yang beresiko menimbulkan cedera kepala pada balita?

(WA)


Referensi Artikel:

Kid’sHealth.com
MayoClinic.com
Brainline.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.