Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Sex & Relationship | Feb 12, 2018

Kenali Metode ‘I Message’, Agar Suami Membantu Kita Tanpa Perlu Disuruh

Bagikan


Berkomunikasi antar anggota keluarga bukanlah hal yang mudah dan selalu berjalan dengan lancar, karena ada saja miskomunikasi atau perbedaan pendapat. Termasuk perselisihan yang dapat terjadi saat Moms meminta bantuan suami atau anak untuk melakukan sesuatu.

Biasanya perselisihan itu timbul karena tanpa disadari cara Moms menyampaikan pesan diterima kurang baik oleh suami dan anak. Mereka merasa seperti ‘disuruh-suruh’, padahal maksud Moms adalah meminta pertolongan.

Nah, oleh sebab itu sebaiknya mulai sekarang yuk Moms coba mengubah cara komunikasi pada anggota keluarga. Caranya dengan mencoba metode I Message, yakni cara berkomunikasi yang fokus ada subjek ‘Aku’ dan pada hal yang diminta. Begini penjelasannya:

Baca juga: 3 Keterampilan yang Harus Dimiliki Moms Zaman Now untuk Jadi Ibu Hebat

I Message Tidak Menuduh atau Menyalahkan

Dilansir dari Encouraging Appropriate Behaviour: A Six Step Approach (2012) karya Murray Irwin, I Message tidak akan menjatuhkan, menuduh, atau menyalahkan lawan bicara, karena metode ini fokus pada masalah yang ada, bukan pada individunya.

Contoh yang cara komunikasi yang kurang tepat misalnya, “Kamu kok enggak menjemput anak sih?”, “Kamu kok belum pulang juga?”, “Kamu sih malas-malasan terus”, dan sebagainya.

Beberapa contoh di atas akan membuat suami atau anak menjadi pelaku kesalahan, sehingga mereka merasa disudutkan. Tak heran, gaya komunikasi tersebut malah memicu konflik dan memperkeruh hubungan.

“Kalau memakai I Message, kita sedang membuka apa yang kita rasakan, kita harapkan, dan kita butuhkan, sehingga suami dan anak bisa mengerti perasaan kita. Contohnya jika anak pulang telat, apa fokus masalahnya? Apakah anak yang salah karena pulang telat atau ibu yang khawatir?,” jelas Roslina Verauli, S.Psi., M.Psi., psikolog anak dan keluarga, kepada Orami.

Pada metode I Message disampaikan dengan cara mengatakan, “Aku merasa … (apa yang kita rasakan), kalau … (jelaskan tindakannya). Contoh, “Mama sedih kalau ayah pulang terlalu larut” atau saat sedang meminta bantuan, “Mama lelah sekali hari ini, bisakah kamu bantu Mama mencuci piring?”

Cara komunikasi I Message ini membuat lawan bicara memahami apa yang kita rasakan, sehingga dia akan membantu dan melaksanakan apa yang kita minta secara tulus.

Baca juga: 6 Bentuk Perjuangan Suami untuk Istri Sejak Hamil Hingga Si Kecil Lahir

Kapan You Message Bisa Digunakan?

Kalau tadi I Message menitikberatkan pada Aku, bagaimana dengan konsep You Message? Apa, sih, bedanya?

You Message masih bisa digunakan di situasi tertentu, yakni saat melempar pujian kepada lawan bicara.

“You Message baik digunakan saat memuji anak atau suami, misalnya, “Ayah ganteng sekali hari ini” atau “Kamu pintar banget!”,” ujar Vera.

Jika Moms sudah tahu cara menggunakan I Message, pasti komunikasi dengan suami dan anak akan menjadi lebih lancar dan tidak lagi terjadi konflik.

(INT)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.