Kesehatan

16 Juni 2021

Kenali Penyebab Kutil, Berikut Cara Mencegah dan Pengobatan yang Bisa Dilakukan

Penting menjaga kebersihan agar tidak terpapar virus penyebab kutil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Karla Farhana

Kutil pada umumnya adalah infeksi yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV). Ketika HPV ini menyerang dan masuk ke tubuh melalui goresan kecil, dapat menyebabkan pertumbuhan sel pada lapisan luar kulit dengan cepat, dan menciptakan kutil.

Penting untuk diketahui bahwa pada dasarnya Human Papilloma Virus ini ada di sekitar kita, ketika sedang melakukan kegiatan sehari-hari seperti berjabatan tangan, memutar kenop pintu, atau mengetik di keyboard.

"HPV ada di mana-mana. Kita semua melakukan kontak dengannya,” kata dokter kulit Conway Huang, MD, seorang profesor bedah kulit dan bedah laser kulit di University of Alabama di Birmingham, mengutip dari WebMD.

Para ilmuwan telah mengidentifikasi lebih dari 100 jenis HPV yang unik. Kebanyakan orang akan memiliki setidaknya satu kutil di suatu waktu dalam kehidupan mereka, biasanya berlokasi di tangan.

Beberapa bentuk virus cenderung menyebabkan kutil kulit pada tangan. Lalu, apa sebenarnya penyebab kutil?

Baca Juga: Hati-Hati, Ternyata Kutil Juga Bisa Menular Lho!

Penyebab Kutil pada Seseorang

penyebab kutil.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms memiliki jenis kutil kulit di wajah, leher atau manapun, ini menandakan Moms pernah melakukan kontak dengan virus HPV.

Mengutip Mayo Clinic, penyebab kutil bisa karena penyebaran virus masa lalu, meskipun mungkin kejadiannya sudah berbulan-bulan.

Virus biasanya menyebar melalui kerusakan pada kulit, seperti kuku atau luka lecet. Menggigit kuku juga dapat menyebabkan kutil menyebar di ujung jari dan di sekitar kuku.

Sistem kekebalan setiap orang merespons virus HPV secara berbeda, jadi tidak semua orang yang bersentuhan dengan virus HPV dapat terkena kutil.

"Seseorang mendapatkan kutil dari melakukan kontak dengan orang lain yang memiliki kutil, ini bukan berasal dari hewan seperti katak dan kodok," kata Robert Brodell, MD, seorang dokter kulit di Warren, Ohio.

“Cara yang paling umum seseorang bisa punya kutil adalah kontak langsung kulit ke kulit, seperti berjabatan tangan dengan seseorang yang memiliki kutil di tangan. Kita juga bisa mendapatkan virus dari benda mati, seperti memakai handuk yang digunakan oleh seseorang yang punya kutil,” lanjut Robert.

Beberapa pria lebih mungkin memiliki kutil di daerah janggut, sementara wanita sering memiliki kutil di bagian kaki.

Bentuknya pun berbeda-beda dari lokasi tumbuhnya.

Baca Juga: 11 Jenis Penyakit Kurap (Tinea) pada Tubuh

Risiko Terkena Virus HPV

Kenali 6 Jenis Kutil Yang Sering Dialami Balita, Buah Hati Moms Mengalaminya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Lantas siapa saja yang berisiko terkena kutil atau penyakit yang disebabkan virus HPV ini?

Adapun orang-orang yang berisiko lebih tinggi terkena kutil, meliputi:

  • Anak-anak dan dewasa muda, karena tubuh mereka mungkin tidak memiliki kekebalan terhadap virus
  • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang dengan HIV / AIDS atau orang yang pernah menjalani transplantasi organ
  • Berusia di bawah 30 tahun
  • Kebiasaan merokok
  • Anak dari seorang ibu yang terkena virus saat melahirkan

Kutil dianggap tidak begitu menular, tetapi dapat menular melalui kontak kulit-ke-kulit.

Mengutip National Health Service, infeksi juga dapat ditularkan secara tidak langsung dari benda atau permukaan yang terkontaminasi.

Seseorang lebih mungkin terinfeksi jika kulit sedang basah atau ada luka. Setelah terinfeksi, perlu waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan sampai kutil baru muncul.

Bisakah Kutil Dicegah?

mencegah kutil.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Jika Moms sering mendapatkan kutil kulit biasa, penting untuk fokus pada pencegahan dan perawatan kutil kulit saat muncul.

Berikut cara untuk mencegah kutil kulit dan menghindari kontak dengan virus HPV:

  • Pastikan mencuci tangan dengan bersih dan teratur
  • Jika berolahraga di gym, pastikan untuk membersihkan peralatannya sebelum digunakan dengan handuk bersih
  • Lindungi diri di ruang ganti gym dan mandi dengan mengenakan sandal jepit atau sandal karet

"Usahakan kulit tetap sehat dan lembap untuk menghindari luka terbuka atau irisan tipis di kulit, yang akan menjadi portal bagi virus kutil untuk masuk ke kulit," kata Sandra Johnson, MD, dokter kulit di Fort Smith, Ark.

Bila Moms memiliki kutil kulit pada jari-jari dan punya kebiasaan menggigit kuku atau menarik kuku jari, mulai hentikan kebiasaan tersebut.

Saat bercukur, pastikan untuk menggunakan pisau cukur yang tajam yang tidak akan menyayat atau menggores kulit.

Baca Juga: Penyebab Timbulnya Kutil Kelamin dan Tanda yang Wajib Diwaspadai

Cara Menghilangkan Kutil

mengobati kutil.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Lebih lanjut, Brodell menjelaskan, "Yang paling penting adalah langsung menghilangkan kutil segera. Kita harus menghilangkan semua kutil yang terlihat setiap kali muncul sehingga tidak menyebar lebih banyak."

Kebanyakan ahli dermatologi setuju bahwa orang dapat melakukan pengobatan rumahan atau menghilangkan kutil dari obat yang dijual di apotek

Adapun beberapa tips dan cara menghilangkan kutil, antara lain:

1. Terapi Pembekuan

Menurut Cleveland Clinic, pembekuan (cryotherapy) adalah salah satu cara menghilangkan kutil.

Biasanya dokter akan memberikan cairan nitrogen ke kutil untuk bekerja dengan membentuk lepuhan di bawah atau di sekitar kutil. Kemudian, jaringan mati akan mengelupas dalam waktu sekitar satu minggu.

Cara ini juga dapat merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan kutil virus. Moms mungkin membutuhkan perawatan berulang.

Efek samping terapi ini rasa sakit, kulit melepuh dan perubahan warna di area yang dirawat.

Karena teknik ini cukup menyakitkan, biasanya tidak digunakan untuk mengobati kutil pada anak kecil.

2. Obat Kutil Salisilat

artikel_HERO Kenali Penyebab Kutil, Berikut Cara Mencegah dan Pengobatan yang Bisa Dilakukan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Obat kutil dengan resep asam salisilat bekerja dengan menghilangkan lapisan kutil sedikit demi sedikit.

Studi menunjukkan bahwa asam salisilat lebih efektif bila dikombinasikan dengan terapi pembekuan.

"Biasanya dokter menyarankan untuk mencoba perawatan di rumah dengan asam salisilat, atau cat kuku bening, atau selotip, atau metode lain yang 'mencekik' virus," kata Johnson pada WebMD.

Jika Moms hendak menggunakan asam salisilat yang dijual bebas, pastikan rajin menggunakannya dan ikuti petunjuk.

Pahami bahwa bisa diperlukan beberapa minggu hingga bulan agar seluruh kutil pada tubuh hilang.

Baca Juga: Apa Perbedaan Kadas, Kurap, Kudis, dan Panu? Jangan Tertukar ya!

3. Metode Laser

Perawatan laser dengan pulsed-dye dengan teknik membakar pembuluh darah.

Jaringan yang terinfeksi akhirnya akan mati, dan kutil akan lepas dengan sendirinya.

Bukti keefektifan metode ini masih terbatas, dan dapat menyebabkan nyeri serta bekas jaringan parut.

4. Tanaman Dandelion

dandelion untuk cara menghilangkan kutil.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Ada orang yang menganggap dandelion dapat digunakan sebagai obat tradisional menghilangkan kutil, lho.

Susu dandelion, atau getahnya, adalah obat tradisional untuk penyakit kulit seperti kutil.

Sebuah studi Toxicological Research, menemukan bahwa ekstrak dandelion dapat mendukung produksi kolagen, mengurangi peradangan kulit, dan menenangkan iritasi.

Senyawa dalam tanaman in berguna untuk melawan kutil, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian pada manusia.

Untuk mencoba cara menghilangkan kutil ini, pisahkan dandelion dan peras getah putih yang terasa lengket. Oleskan ke kutil sekali atau dua kali sehari. Ulangi selama dua minggu.

5. Aspirin

aspirin.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Aspirin juga bisa digunakan sebagai obat kutil. Bahan utamanya adalah asam salisilat, dan merupakan bahan umum dalam perawatan kutil yang dijual bebas.

Asam salisilat bekerja dengan cara mengupas kulit yang terinfeksi. Seiring waktu, ini dapat menghilangkan virus HPV.

Cara yang disarankan adalah dengan menghancurkan tablet aspirin dan mencampurkannya dengan air. Oleskan pasta pada kutil dan tutupi dengan perban semalaman.

6. Perbanyak Vitamin C

Selain dari obat kutil, tubuh juga perlu asupan untuk mempercepat pengobatan.

Vitamin C memiliki sifat meningkatkan kekebalan. Vitamin ini juga penting untuk penyembuhan luka dan jaringan kulit yang sehat. Ia dipercaya dapat melawan virus HPV, tetapi dibutuhkan bukti yang lebih valid.

Pebanyak asupan jus lemon dan suplemen vitamin C untuk meningkatkan imunitas.

Beberapa orang mengklaim bahwa dengan mengoleskannya juga cukup efektif. Untuk mencobanya, hancurkan tablet vitamin C dan campur dengan air.

Oleskan pasta ke kutil, tutupi dengan perban, dan biarkan semalaman. Ulangi setiap hari.

Jadi jangan ragu untuk mencobanya, ya.

7. Tea Tree Oil

tea tree oil untuk kutil

Foto: Orami Photo Stocks

Tea tree oil adalah obat antimikroba yang cukup ampuh. Ini digunakan untuk mengobati kondisi kulit seperti jerawat, kutu air, dan infeksi kulit lainnya.

Sifat antivirus dalam minyak juga dapat membantu menghilangkan kutil di wajah ataupun leher.

Beberapa metode menyarankan untuk mengoleskan minyak ini pada kutil, yang telah diencerkan.

Untuk melakukannya, campurkan 1 hingga 2 tetes minyak dengan minyak campuran, seperti minyak almond atau minyak jarak.

Tambahkan 3 hingga 4 tetes campuran ini pada bola kapas. Letakkan di atas kutil selama 5 hingga 10 menit. Ulangi dua atau tiga kali sehari.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Panu dengan Obat dan Bahan Alami, Cari Tahu Moms!

Jika kutil menyebabkan rasa tidak nyaman secara emosional atau fisik, temui dokter kulit segera untuk diberi penanganan.

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-warts/symptoms-causes/syc-20371125

https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/skin-hair-and-nails/warts-and-verrucas#:~:text=Warts%20are%20caused%20by%20an,hard%20texture%20of%20a%20wart.

https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/21099-cryotherapy#:~:text=Cryotherapy%20is%20the%20use%20of,treatment%20is%20also%20called%20cryoablation.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3834392/

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait