Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Nutrisi Anak | Jun 26, 2018

Kenapa Anak Doyan Makan Tapi Berat Badannya Sulit Naik?

Bagikan


Ada baiknya Moms memang selalu memperhatikan tabel pertumbuhan berat badan Si Kecil. Pasalnya, di hari-hari awal kehidupan pertamanya berat badan bayi akan cenderung sulit bertambah. Bahkan, ia mungkin kehilangan sedikit berat badan sebelum kembali naik. Namun, hal tersebut normal terjadi pada bayi baru lahir.

Akan tetapi, apa yang menyebabkan Si Kecil yang sudah makan makanan pendamping ASI berat badannya tidak juga bertambah? Terlebih lagi selama diperkenalkan dengan MPASI oa cenderung doyan makan dan tidak suka pilih-pilih makanan.

Baca Juga : Anak Kurus Tapi Aktif Bergerak, Normalkah?

Berat badan bayi ASI dan MPASI yang normal

Berikut ini merupakan rata-rata kenaikan berat badan bayi, mulai saat masih mendapatkan ASI eksklusif hingga belajar makan makanan pendamping ASI:

  • Dalam beberapa hari pertama setelah lahir, bayi biasanya mengalami penurunan berat badan, kemudian kembali ke berat lahir sekitar 10 hari kehidupan.
  • Antara usia tiga hingga enam bulan, tingkat rata-rata kenaikan berat badan bayi akan melambat menjadi antara 105 – 147 gram (4-5 ons) per minggu.
  • Pada usia 6 – 12 bulan, tingkat kenaikan rata-rata hanya sekitar 70 hingga 91 gram (2,5 – 3 ons) per minggu.
  • Rata-rata, bayi mengalami kenaikan berat badan tiga kali lipat dari berat lahirnya setiap tahunnya pada usia 4-5 bulan

Dari rata-rata kenaikan berat badan bayi seperti di atas, mungkin berat badan Si Kecil sebenarnya bertambah tetapi Moms tidak begitu menyadarinya karena kenaikannya hanya sekitar 2 hingga 5 ons per minggu.

Baca Juga : Begini Cara Menambah Berat Badan Bayi

Penyebab berat badan bayi MPASI tidak bertambah

Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi penyebab berat badan bayi sulit atau tidak bertambah:

1. Sedang berjuang untuk membiasakan diri mengkonsumsi makanan padat 

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua bayi yang baru mulai mengkonsumsi makanan padat akan berhadapan dengan masalah berat badan. Si Kecil perlu mengenal tekstur dan rasa baru dari makanannya.

Terlebih lagi selama ini ia tidak minum apa-apa selain ASI atau susu formula. Di dalam hal ini mungkin anak pada awalnya akan cenderung tidak mendapatkan asupan yang mencukupi untuk tubuhnya. 

Namun, bila kondisi berat badannya masih juga belum membaik hingga usianya satu tahun, Moms bisa berkonsultasi dengan ahli makanan. Masalah fisik seperti kesulitan menelan bisa menjadi salah satu pemicunya.

2. Muntah tidak lama setelah makan

Menurut Stanford Children Hospital, bayi yang sering muntah setelah makan atau minum mungkin juga mengalami kesulitan menelan.

Kondisi ini disebut disfagia dan bisa menyebabkan bayi mengembangkan keengganan pada aktivitas oral hingga ragu untuk memasukkan apapun ke dalam mulutnya.

3. Masalah takaran makanan dan penyerapan nutrisi 

Saat Si Kecil tidak mengalami kenaikan berat badan yang cukup, hal itu bisa menjadi pertanda adanya masalah terkait makanan padat yang dikonsumsinya.

Sebagaimana dilansir dari situs Baby Center. Si kecil mungkin tidak mendapatkan asupan makan dengan takaran dan nutrisi yang mencukupi. 

Menurut Baby Center, jika berat badan bayi mpasi masih juga tidak bertambah padahal ia tergolong doyan makan. Salah satu masalah yang dialami anak adalah tubuhnya mungkin tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik.

Dalam tiga tahun pertama kehidupan Si Kecil, asupan makanan sangat penting dalam mendukung perkembangan mental dan fisiknya.

Oleh karena itu, jika berat badan anak tidak juga naik, baik sulit makan atau sebaliknya, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter sehingga bisa ditemukan penyebab dan cara mengatasinya.

(RGW) 

Sumber: nct.org.uk, babycenter.com, todaysparent.com, romper.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.