Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kesehatan Bayi | Aug 16, 2018

Kenapa Bayi Baru Lahir Belum Boleh Keluar Rumah Sebelum Berusia 40 Hari?

Bagikan


Kenapa Bayi Baru Lahir Belum Boleh Keluar Rumah Sebelum Berusia 40 Hari?

Jika Moms baru saja melahirkan, mungkin pernah diberitahu oleh anggota keluarga Moms bahwa 40 hari pertama setelah melahirkan itu merupakan waktu yang sangat penting. Bahkan, bayi baru lahir tidak boleh keluar selama 40 hari pertama kelahiran.

Kedengarannya memang sulit untuk diterima ya, Moms?

Tetapi faktanya beberapa negara, termasuk salah satunya Indonesia memang masih memegang teguh keyakinan bahwa bayi tidak boleh dibawa keluar rumah hingga setidaknya 40 hari setelah dilahirkan.

Mengapa demikian?

Bukankah dokter saja mengizinkan bayi untuk diajak keluar rumah sebelum berusia 40 hari? Benarkah larangan ini hanya berdasarkan pada tradisi dan tidak ada kaitannya dengan hal medis?

Untuk mengetahuinya, mari simak lebih lanjut penjelasan berikut.

Bayi Baru Lahir Masih Sangat Rentan Terserang Infeksi

Memang faktanya banyak orang tua yang mengajak bayinya keluar sebelum berusia 40 hari dan terbebas dari bahaya infeksi. Namun, perlu Moms ingat bahwa bayi baru lahir masih sangat rentan.

Saat Moms mengajak si kecil keluar rumah, sangat besar kemungkinannya ia bisa terekspos siapa pun yang sedang dalam kondisi sakit.

Padahal sistem kekebalan tubuh bayi baru lahir masih dalam tahap perkembangan dan mungkin tidak mampu melawan infeksi.

Terlebih lagi jika orang-orang yang menyentuh atau mencium si kecil ternyata tidak memperhatikan kebersihan dirinya sendiri, cuci tangan terlebih dahulu misalnya.

Jadi, mengajak bayi keluar rumah sebelum berusia 40 hari akan lebih mudah baginya terkena infeksi dibandingkan saat sudah berusia sedikit lebih tua.

Terutama bagi bayi yang lahir prematur atau memiliki kondisi yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti halnya HIV.

Baca Juga : Jangan Kaget, Ini 10 Hal yang Perlu Diketahui tentang Bayi Baru Lahir

Waktu Pemulihan Bagi Sang Ibu yang Baru Melahirkan

Dilansir dari BabyCenter, kurun waktu 40 hari diyakini sebagai jumlah waktu yang tepat yang diperlukan bagi Moms untuk pulih dari persalinan.

Oleh karena itu, tetap tinggal di dalam rumah selama setidaknya 40 hari berarti menjaga diri Moms sendiri dari serangan infeksi.

Jadi, bukan hanya bayi saja yang rentan, tetapi setelah melahirkan Moms juga rentan terhadap infeksi.

Menunggu hingga Moms pulih dari persalinan dan merasa lebih kuat untuk bergerak adalah waktu yang sangat tepat untuk mengajak si kecil jalan-jalan.

Baca Juga : Cara Memandikan Bayi Baru Lahir, Panduan untuk Ibu Baru

Terlebih lagi berbagai macam komplikasi juga bisa timbul setelah melahirkan, seperti infeksi, pendarahan dan penggumpalan darah.

Biasanya komplikasi cenderung muncul dalam 2 minggu pertama setelah melahirkan.

Dengan demikian dokter menyarankan Moms menunggu setidaknya tiga atau empat minggu sebelum memutuskan untuk keluar rumah.

Kompikasi dari c-section seperti pembukaan luka atau infeksi juga biasanya terjadi dalam beberapa minggu pertama.

Jika Moms melahirkan melalui metode bedah caesar, Moms bisa menunggu selama 6 minggu atau kurang. Kecuali jika Moms memang masih merasakan sakit dan kelelahan.

Baca Juga : Ingin Mengajak Bayi Baru Lahir ke Mall? Perhatikan Beberapa Hal Ini!

Mengajak Bayi Baru Lahir Keluar Rumah

Melansir Parents, bayi boleh diajak keluar rumah sebelum 40 hari selama dokter yang menanganinya mengizinkan.

Tetapi perlu digarisbawahi bahwa Moms harus menghindari tempat-tempat yang terlalu penuh sesak atau tertutup dengan ventilasi yang buruk (seperti mal) sampai bayi berusia 6-8 minggu.

Selain itu, penting juga untuk membatasi paparan terhadap kuman-kuman di udara yang bisa membahayakan sistem kekebalan tubuh bayi yang belum matang.

Termasuk melindungi si kecil dari paparan virus dan bakteri dari orang-orang yang ingin menyentuh atau menciumnya. Seperti misalnya, menyuruh orang-orang yang ingin menyentuh si kecil untuk mencuci tangan terlebih dahulu.

(RGW) 

Sumber: babycenter.in, kidshealth.org, parents.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.