Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Kenapa Ibu Hamil Tidak Dianjurkan Tidur Telentang?

Bagikan


Apa posisi favorit Moms ketika tidur? Mungkin ada yang suka telentang, miring, atau bahkan tengkurap. Namun, pada saat hamil, beberapa posisi tidur bisa membuat kita jadi tidak nyaman.

Pasalnya, perut semakin besar dan otomatis posisi pun harus menyesuaikan agar tidur dan istirahat Moms tetap optimal sekaligus tak mengganggu janin dalam rahim.

Seperti kita tahu, sekitar 78 persen ibu hamil mengalami gangguan tidur dan tak bisa istirahat karena mengalami berbagai perubahan fisik dan psikis yang membuat tak nyaman.

Di antaranya, ibu hamil sering buang air kecil, kelelahan, sakit maag bahkan insomnia. Beberapa ibu hamil juga mengalami sesak napas dan sakit punggung. Permasalahan-permasalahan tersebut membuat tidur jadi tidak nyenyak. Makanya kadang Moms berpendapat kalau tidur telentang dapat meluruskan sakit punggung atau linu di sendi-sendi. Padahal, tidur telentang tidak dianjurkan untuk ibu hamil lho. Kenapa ya?

Risiko tidur telentang bagi ibu hamil

Foto: closer.comĀ 

Jika Moms tidur telentang, sebenarnya aman-aman saja selama di trimester pertama.

Namun, ketika trimester kedua, rahim akan semakin besar, sehingga sebaiknya Moms memilih posisi tidur yang lain.

Kenapa tak boleh telentang? Ketika berbaring atau tidur dalam posisi telentang, rahim kita dapat menekan vena (pembuluh darah) utama yang berperan mengembalikan darah dari tubuh bagian bawah ke jantung.

Posisi vena tertekan ini dapat menimbulkan sakit punggung, masalah pernapasan, masalah pencernaan, tekanan darah rendah, dan wasir.

Tidur atau berbaring telentang dalam waktu lama bisa membuat Moms merasa pusing.

Bahkan, bisa mengganggu aliran darah dan asupan gizi ke plasenta serta janin yang sedang berkembang. Sirkulasi darah dari jantung ke janin juga bisa menurun.

Permasalahan bisa lebih parah bila Anda memiliki riwayat penyakit seperti tekanan darah tinggi atau diabetes karena akan memengaruhi kuantitas oksigen dan zat gizi yang didapat janin.

Baca juga: Posisi Tidur yang Baik Bagi Ibu Hamil

Nah, untuk menghindari hal yang tak diinginkan, sebaiknya Moms coba posisi tidur miring pada salah sisi tubuh, atau posisi duduk bersandar saat sedang beristirahat.

Jika Moms berbaring dengan posisi tubuh miring, coba taruh bantal di kepala, di belakang punggung, atau di depan dada.

Upaya ini dapat menghindari risiko sesak napas, nyeri punggung dan sekaligus menunjang perut yang terus membesar. Bantal di antara kaki kita juga bisa membantu membuat tidur lebih nyaman.

Riset menunjukkan bahwa sebaiknya ibu hamil mulai tidur dengan posisi miring di sepanjang kehamilan. Ini bertujuan agar proses pernapasan tetap baik dan mengurangi tekanan pada rahim.

Tak perlu khawatir juga bila Moms sudah tidru dalam posisi miring, lalu tanpa disadari posisi berubah menjadi telentang.

Hal ini bisa dialami setiap saat, namun tidak berefek buruk pada kesehatan janin. Cukup ubah lagi posisi Moms dan kembali tidur dengan nyaman.

Selamat tidur dengan nyaman ya, Moms!

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.