Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Tanya Pakar | Mar 10, 2018

Kenapa Perut Buncit dan Berbunyi Ketika Dipukul?

Bagikan


Tanya:

Perut saya jika dipukul bunyi dok, seperti bunyi gendang. Dan juga perut saya terlihat buncit. Penyebabnya apa ya dok? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Kalau dipegang perut saya kenyal-kenyal gitu. Dan juga dulu saya terlalu banyak minum air putih, dan sekarang saya sudah mencoba mengurangi supaya jangan minum terlalu banyak tapi terkadang saya terlupa dan minum air putih banyak.

Apakah perut saya kembung? Kalau misalnya perut saya kembung, bukannya perut saya seharusnya sakit? Saya tidak merasakan apa-apa hanya saya kurang nyaman aja dengan perut yang terlihat buncit dan juga bunyi seperti gendang bila dipukul.

Jawab:

Keluhan yang anda alami sering disebut dengan perut kembung. Perut kembung adalah gangguan pencernaan dimana penderita merasa perutnya tidak nyaman karena terasa penuh, kencang dan bergas. Di samping itu, perut juga bisa terlihat membesar.

Beberapa gejala yang umumnya dirasakan oleh penderita perut kembung adalah:

- Sensasi penuh, sesak, atau pembengkakan pada bagian perut.

- Rasa nyeri dan penuh gas pada perut.

- Rasa sakit yang muncul bisa menyebabkan kram perut.

- Frekuensi bersendawa menjadi lebih sering.

- Perut terasa bergejolak.

- Buang angin secara berlebihan.

Perut kembung bisa disebabkan banyak hal, yaitu:

- Menelan udara, baik saat makan maupun ketika minum air.

- Sembelit.

- Merokok.

- Makan terlalu cepat.

- Berat badan meningkat.

- Pertumbuhan bakteri terlalu cepat di usus kecil.

- Naik turunnya hormon, khususnya pada wanita yang sedang mengalami pre menstrual sindrome.

- Kondisi medis tertentu seperti giardiasis (parasit usus).

Dokter akan melakukan beberapa cara untuk mendiagnosis penyebab perut kembung pada penderita, yaitu mengevaluasi catatan medis penderita, menilai pola makan penderita, serta melakukan pemeriksaan fisik.

Saat melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan mengetuk perut penderita dengan jari sembari mendengarkan suaranya. Jika suara perut saat diketuk lebih nyaring, umumnya merupakan tanda adanya gas pada rongga perut. Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan pada pasien bila dinilai perlu untuk menyingkirkan kondisi medis lainnya.

Perut kembung diobati berdasarkan penyebabnya. Pada kebanyakan orang, perut kembung hanyalah suatu gejala ringan yang penanganannya mudah dilakukan, yaitu mengontrol porsi makanan, kurangi lemak, juga kunyah makanan dengan perlahan. Dengan cara demikian dapat terhindar dari rasa kenyang berlebihan.

Bila penyebabnya adalah kandungan gula dalam kacang-kacangan dan sayuran yang tidak dapat dicerna, dapat diatasi dengan mengonsumsi enzim dalam bentuk tablet atau cairan bernama alpha-D-galactosidase.

Suplemen laktase berupa enzim laktase diberikan pada pasien yang menderita lactose intolerance. Obat simethicone dalam bentuk tablet atau kapsul dapat diberikan untuk membantu meredakan gejala perut kembung.

Perut kembung bisa dihilangkan atau dicegah dengan menjalani beberapa perubahan kecil terhadap gaya hidup. Beberapa perubahan gaya hidup antara lain:

- Kurangi kebiasaan mengunyah permen karet, karena bisa membuat seseorang menelan udara lebih banyak.

- Hindari makanan penghasil gas, seperti beberapa jenis sayuran jenis kubis dan kacang-kacangan.

- Batasi konsumsi minuman bersoda.

- Jika intolerance terhadap laktosa, pilih produk olahan susu yang bebas laktosa.

- Kurangi berat badan jika kelebihan berat badan atau jika Anda mengalami obesitas.

- Hindari merokok, hal ini bisa meningkatkan jumlah udara yang Anda telan. Merokok selalu dikaitkan dengan gangguan perut, nyeri ulu hati, dan masalah pencernaan lainnya.

- Hindari minum menggunakan sedotan.

- Berolahraga akan membantu membuang gas berlebih di dalam tubuh.

Dijawab oleh: dr. Ayu Andrian Putri

Sumber: meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.