3-5 tahun

19 Maret 2020

Kepala Anak Sering Terbentur? Waspada Gegar Otak!

Jangan anggap remeh jika kepala anak terbentur. Anak bisa jadi mengalami gegar otak ringan hingga berat!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Bukan hal yang asing lagi jika kepala anak terbentur karena jatuh saat bermain.

Ini merupakan hal wajar yang terjadi pada anak karena keseimbangannya belum cukup sempurna untuk menopang badannya, serta banyaknya gerak tubuh anak yang aktif.

Tidak jarang juga kepala anak terbentur karena jatuh dari tempat tidur. Reaksi yang sering dijumpai setelah anak jatuh adalah kesakitan lalu menangis sebentar, dan setelahnya tidak menunjukkan tanda-tanda bahaya lainnya.

Namun, jangan anggap remeh jika kepala anak terbentur. Berbagai masalah dapat terjadi pada anak, salah satunya gegar otak.

Baca Juga: Kepala Anak Terbentur? Segera Lakukan 3 Tindakan Ini!

Jenis Gegar Otak Ketika Kepala Anak Terbentur

Gegar otak terbagi dalam tiga tingkat keparahan yang perlu Moms waspadai.

Diperlukan diagnosis yang tepat untuk dapat menentukan penanganan atas tingkat gegar otak yang dialami anak untuk membantu proses penyembuhannya.

“Hal terpenting dalam menangani gegar otak adalah diagnosis yang tepat dan awal penanganan yang perlu dilakukan,” jelas Joseph C. Maroon, MD, Profesor bedah neurologi seperti dikutip pada situs Healio Primary Care.

Cari tahu jenis gegar otak setelah kepala anak terbentur di bawah ini.

1. Gegar Otak Ringan

Kepala Anak Sering Terbentur, Waspada Gegar Otak Moms.jpg

Foto : medicalnewstoday.com

Gegar otak ringan merupakan dampak kepala terbentur yang sering terjadi.

Seperti dijelaskan pada situs Kids Health, gegar otak ringan merupakan keadaan trauma otak ringan yang diakibatkan adanya goncangan di area kepala atau kecelakaan yang menyebabkan kepala berguncang ke depan dan ke belakang dengan keras.

Kejadian ini menyebabkan adanya perubahan kimia pada otak dan terkadang merusak sel pada otak.  

Ciri-ciri anak mengalami gegar otak ringan antara lain:

  • Sakit kepala atau pusing
  • Penglihatan kabur
  • Tidak seimbang
  • Bingung dan sering berucap hal-hal yang tidak masuk akal
  • Muntah
  • Lambat dalam menjawab pertanyaan
  • Tidak mengingat apa yang telah terjadi.

Biasanya gejala dialami kurang dari 15 menit setelah kepala anak terbentur.

Dalam kasus ini, penderita masih dapat sadar dan bisa berinteraksi meski sedikit terbata-bata.

Saat anak menderita gegar otak ringan, kurangi kegiatan fisik dan kegiatan yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Beristirahat setidaknya dua hari tanpa akses layar handphone atau TV untuk membantu proses pemulihan.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Benjol di Kepala Balita Akibat Terbentur

2. Gegar Otak Sedang

Kepala Anak Sering Terbentur, Waspada Gegar Otak Moms 2.jpg

Foto: washingtontimes.com

Kepala anak terbentur keras juga dapat menyebabkan gegar otak sedang. Ini merupakan tahapan yang lebih serius dari gegar otak ringan.

Gejala yang ditimbulkan dengan gegar otak ringan umumnya sama namun berlangsung lebih dari 15 menit.

Hentikan aktivitas anak setelah terbentur. Dudukkan anak dan coba untuk membuatnya tenang.

Ajak bicara perlahan dan berikan pertanyaan ringan dan mudah untuk mendiagnosis apakah anak masih sadar dan mampu menjawab pertanyaan atau tidak.

Observasi dan segera konsultasikan ke dokter jika keadaan tidak kunjung membaik.

3. Gegar Otak Berat

Kepala Anak Sering Terbentur, Waspada Gegar Otak Moms 1.jpg

Foto: ctfassets.net

Jika anak sampai kehilangan kesadarannya setelah terbentur, ini merupakan tanda yang serius dan perlu penanganan khusus.

Seringkali juga anak kemudian menjadi kehilangan keseimbangan bahkan hilang ingatan.

Jangan tunda, segera bawa anak ke klinik atau rumah sakit terdekat setelah Moms mendapati gejala ini.

Baca Juga: Mengenal Afasia Pada Anak, Gangguan Bahasa Akibat Cedera Otak

Itulah beberapa gejala gegar otak dari ringan hingga berat yang perlu Moms ketahui.

Pantau bermain anak dan pastikan anak menggunakan helm saat berkendara agar terhindar dari berbagai risiko kecelakaan.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait