Newborn

11 Juli 2021

Kepala Bayi Peyang? Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

Cegah sedari dini, yuk, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Widya Citra Andini

Kepala bayi peyang atau sindrom kepala datar adalah kondisi ketika bayi menghabiskan banyak waktu berbaring telentang, terutama di awal kelahiran.

Dalam Journal of Neurosurgery, bentuk kepala menjadi lebih bulat dan simetris untuk anak-anak dengan dan tanpa sindrom kepala datar, terutama antara bayi dan usia 18 bulan.

Namun, tidak perlu khawatir Moms, bentuk kepala akan membaik dengan sendirinya dari waktu ke waktu. Ketika kepala bayi peyang, Si Kecil tidak akan mengalami rasa sakit, gejala lain, atau masalah dengan perkembangan umum mereka.

Yuk, cari tahu apa saja jenis kepala bayi peyang, serta penyebab dan cara mengatasinya berikut ini!

Baca Juga: Bayi Membenturkan Kepala Sendiri, Normalkah?

Jenis Kepala Bayi Peyang

jenis kepala bayi peyang

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip National Health Service, ada dua jenis kepala bayi peyang yang bisa diketahui.

1. Plagiocephaly

Kepala bayi rata pada 1 sisi, membuatnya tampak asimetris, dan posisinya dengan telinga mungkin tidak selaras. Hal ini bisa membuat kepala tampak seperti jajaran genjang bila dilihat dari atas.

Kadang-kadang, dahi dan wajah mungkin sedikit menonjol di sisi yang rata.

2. Brachycephaly

Ini merupakan jenis kepala bayi peyang di mana bagian belakang kepala menjadi rata, menyebabkan kepala melebar, dan kadang-kadang dahi menonjol keluar.

Masalah-masalah ini cukup umum dan terjadi sekitar 1 dari setiap 5 bayi. Dalam kebanyakan kasus, ini bukan hal yang mengkhawatirkan, karena tidak ada efek pada otak.

Lalu, apa yang menyebabkan kepala bayi peyang, dan seperti apa cara mengatasi dan pencegahan yang bisa dilakukan? Berikut ini informasi yang bisa diketahui. Disimak yuk, Moms!

Baca Juga: Tidak Selalu Demam, Ini 5 Penyebab Kepala dan Tubuh Bayi Terasa Panas

Penyebab Kepala Bayi Peyang

penyebab kepala bayi peyang

Foto: Orami Photo Stock

Tulang tengkorak bayi yang baru lahir masih sangat lunak dan fleksibel, sehingga dapat berubah bentuk jika ada tekanan dalam jangka waktu yang lama. Sebut saja saat bayi berbaring dengan posisi yang sama dalam waktu lama.

Hal inilah yang membuat bagian belakang kepala atau salah satu sisi kepala bayi yang seharusnya bulat berubah menjadi peyang atau datar.

Plagiocephaly dan brachycephaly berkembang ketika ada tekanan konstan ditempatkan pada satu sisi tengkorak bayi. Jika Moms tidak menjaganya sejak awal, besar kemungkinan kepala bayi menjadi peyang.

Mengutip National Childhood Trust, sebagian besar proses melahirkan mungkin dapat membuat kepala bayi peyang dan terlihat memanjang untuk sementara waktu.

Namun, kondisi biasanya akan kembali dengan sendirinya dalam waktu enam minggu setelah kelahiran, tetapi kadang-kadang bagian dari tengkorak mungkin menjadi rata.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab kepala bayi peyang yang Moms harus ketahui.

1. Bayi Tidur Telentang

Menidurkan bayi sangat mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Namun, itu berarti bayi akan menghabiskan lebih banyak waktunya berbaring telentang selama kehidupannya.

Dengan kasur tempat tidur bayi yang lebih rata atau firm diperkirakan menjadi penyebab kepala bayi peyang secara plagiocephaly dalam jumlah tinggi.

2. Otot-otot Leher Tegang

Otot-otot leher yang tegang dapat menghentikan bayi untuk memutar kepalanya dengan cara tertentu. Hal ini membuat bayi terus berada dalam posisi yang sama sepanjang hari.

Kondisi ini juga menjadi penyebab dari kepala bayi peyang.

Baca Juga: 4 Cara Membersihkan Kerak pada Kepala Bayi yang Alami

3. Ada Tekanan pada Kepala Bayi di Dalam Rahim

Kepala bayi yang peyang juga bisa muncul sejak bayi masih dalam kandungan. Kondisi ini berisiko terjadi pada bayi kembar karena ruang di dalam rahim terbagi dua.

Selain itu, kondisi ini juga bisa dipicu saat air ketuban terlalu sedikit sehingga kurang melindungi bayi termasuk area kepalanya.

4. Bayi Lahir Prematur

Bayi prematur lebih cenderung memiliki satu sisi kepala yang rata karena tengkorak mereka lebih lunak daripada bayi yang lahir cukup bulan.

Selain itu, bayi prematur cenderung menghabiskan lebih banyak waktu telentang tanpa digerakkan atau diangkat dan mereka mungkin belum dapat menggerakkan kepala mereka dari sisi ke sisi.

Oleh karenanya, lahir secara prematur menjadi penyebab lain dari kepala bayi yang peyang.

5. Craniosynostosis

Kepala bayi peyang dan pipih kadang-kadang bisa disebabkan oleh lempeng tulang tengkorak bayi yang tidak normal sejak dini. Kondisi dikenal sebagai craniosynostosis.

Ini dapat membuat tampilan kepala bayi di luar dari bentuk normal dan perlu diperbaiki dengan pembedahan.

Baca Juga: Kepala Anak Besar? Bisa jadi Si Kecil Alami Alexander Disease

Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang

cara mengatasi kepala bayi peyang

Foto: Orami Photo Stock

Tenang, Moms. Moms bisa kok mencegah dan mengatasi kepala bayi peyang sehingga bentuk kepala bayi menjadi normal.

Sebaiknya, coba terapkan langkah-langkah ini saat bayi masih kecil atau di bawah umur empat bulan agar bentuk kepalanya tetap normal.

1. Atur Posisi Tidurnya

Cegah kepala bayi peyang dengan menghindari posisi tidur bayi baru lahir yang selalu sama.

Variasikan posisi berbaring bayi Moms di atas buaian atau saat ia sedang digantikan baju atau popok, sehingga ia bisa menggerakkan kepalanya ke arah lain.

2. Perhatikan Si Kecil Saat Menyusui

Saat menyusui, gunakan lengan kiri dan kanan Moms secara bergantian untuk menyangga kepalanya. Cara ini bisa menjadi cara mengatasi kepala bayi peyang.

Baca Juga: Mengapa Lingkar Kepala Bayi Kecil?

3. Latihan Menggerakkan Kepalanya

Moms bisa mengajak Si Kecil berlatih untuk menggerakkan kepalanya secara aktif. Gunakan mainan lucu yang warna atau suaranya dapat menarik perhatiannya.

Pastikan Moms menengkurapkan bayi agar kepalanya tak terlalu lama tertekan.

Dalam delapan minggu pertama, bayi harus ditidurkan di atas perutnya minimal lima menit sehari.

Setelah melewati masa tersebut, sesinya ditambah menjadi tiga sesi per hari yang berdurasi masing-masing lima menit.

4. Penggunaan Helm atau Ikat Kepala

Moms mungkin pernah tahu ada helm yang dapat membantu mengembalikan kepala bayi peyang menjadi normal.

Namun sayangnya, dalam Ni Direct disebutkan bahwa tidak ada bukti jelas yang menunjukkan kalau helm atau ikat kepala bisa bekerja dalam mengatasi kondisi ini.

Apa yang sudah diketahui bahwa penggunaan alat ini sering menyebabkan masalah seperti iritasi kulit dan ruam.

Baca Juga: Mengenal Craniosynostosis, Kelainan Tulang Tengkorak Pada Bayi

Nah, itu dia Moms informasi seputar kepala bayi peyang, dari penyebab hingga cara menanganinya.

Bentuk kepala bayi peyang memang tidak berpengaruh terhadap otak Si Kecil, tetapi bisa memengaruhi penampilan fisik kepala bayi.

Karena itu, sebaiknya Moms melakukan pencegahan, agar fisik Si Kecil bisa berkembang dengan baik dan sempurna.

Jika merasa khawatir, segeralah menghubungi dokter untuk langkah penanganan yang bisa dilakukan.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait