Trimester 2

TRIMESTER 2
14 Maret 2021

Keputihan saat Hamil Trimester 2, Apa Penyebabnya?

Meski tergolong normal, keputihan dengan ciri berikut bisa membahayakan kehamilan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Adeline Wahyu

Jurnal dalam Obstetrics and Gynecology International menyebutkan bahwa keputihan bisa terjadi pada setiap perempuan dalam berbagai kondisi. Termasuk, saat hamil.

Menurut Dr. Sheryl Ross, seorang pakar OB-GYN dan kesehatan wanita di Providence Saint John’s Health Center di Santa Monica, California, keputihan pada ibu hamil adalah salah satu gejala awal kehamilan.

Baca Juga: Sering Tak Disadari, Ini 8 Gejala Awal Kehamilan yang Sering Bikin Malu

Penyebab Keputihan saat Hamil Trimester 2

penyebab keputihan saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

"Beberapa wanita mengalami peningkatan keputihan saat hamil trimester 2, dan beberapa tidak mengalami peningkatan sama sekali," kata Karen Nordahl, dokter dan salah satu pendiri Fit to Deliver International dan penasihat Fit Pregnancy yang berbasis di Vancouver, British Columbia.

Keputihan saat hamil trimester 2 disebabkan oleh fluktuasi kadar hormon dan umum terjadi sepanjang siklus menstruasi seorang perempuan. Saat hamil, produksi hormon estrogen di tubuh bertambah.

Akibatnya aliran darah ke area panggul ikut meningkat dan merangsang selaput lendir di area organ intim yang kemudian menimbulkan keputihan.

Perubahan pada serviks (rahim) juga ikut memengaruhi keputihan saat hamil trimester 2.

Saat leher rahim dan dinding vagina melunak, tubuh menghasilkan kelebihan cairan untuk membantu mencegah infeksi.

Seiring dengan pesatnya pertumbuhan janin terutama di akhir trimester ketiga, kepala bayi juga akan semakin menekan area serviks sehingga keputihan saat hamil trimester 2 lebih sering Moms alami.

Meski terasa mengganggu, tapi keputihan saat hamil trimester 2 yang dialami ibu hamil juga memiliki manfaat, lho.

Sepanjang dalam kondisi normal, cairan keputihan dapat melindungi jalan lahir dari infeksi dan menjaga keseimbangan bakteri dalam vagina dengan sehat.

Beberapa penyebab keputihan saat hamil trimester 2 yang mungkin Moms alami adalah:

Jika Moms mengalami keputihan selama akhir kehamilan juga seperti gumpalan, Moms mungkin kehilangan sumbat lendir.

Kadang-kadang ia keluar dalam satu gumpalan, tetapi seringkali keluar dalam potongan-potongan. Ini bisa menunjukkan bahwa Moms akan segera melahirkan (tapi itu bukan jaminan ya).

Baca Juga: 7 Penyebab Keguguran Paling Umum

Menurut Karen keputihan saat hamil trimester 2 biasanya normal jika kental, lengket, dan sangat mirip lendir. Vagina bekerja lembur, mengeluarkan cairan untuk menjaga serviks tetap lembap, tertutup rapat, dan sehat.

Tetapi jika cairan berwarna aneh, berbau tidak sedap, atau membuat vagina terasa gatal atau iritasi, temui dokter atau bidan. Moms mungkin mengalami infeksi.

Tanda Keputihan saat Hamil Trimester 2 Normal atau Tidak

keputihan saat hamil trimester 2

Foto: Orami Photo Stock

Namun, penting bagi Mama untuk memahami keputihan saat hamil trimester 2 yang dianggap normal dan berbahaya selama masa kehamilan. Nah, berikut ini perbedaannya:

  • Tanda keputihan normal

Dalam istilah medis, keputihan pada ibu hamil disebut leukore (leukorrhea). Bentuknya encer, berwarna putih susu, dan (terkadang) tidak berbau. Biasanya, keputihan saat hamil trimester 2 timbul di usia kehamilan minggu ke-13 atau di awal trimester kedua. Setelahnya, keputihan bisa terus terjadi selama kehamilan berlangsung.

  • Tanda keputihan tidak normal

Leukore mirip dengan keputihan yang dialami perempuan saat menjelang haid, hanya ketika hamil cairan keputihan yang dialami Mama terasa lebih pekat. Namun, lihat juga jika keputihan saat hamil trimester 2 terasa tak wajar. Terutama dari warna dan baunya.

Jika berwarna coklat atau pink, selama Mama tidak mengalami perdarahan, bercak vagina tersebut masih dianggap normal. Terutama jika terjadi setelah berhubungan seksual. Namun, waspada bila keputihan saat hamil trimester 2 berwarna kuning, hijau atau pekat dan berbau busuk.

Bila berlangsung lebih dari satu hari, terasa kram atau nyeri, dan juga terjadi perdarahan, segera periksakan ke dokter karena bisa jadi Mama mengalami infeksi vagina yang memerlukan perawatan lebih lanjut.

Salah satu infeksi vagina yang paling umum terjadi selama kehamilan adalah kandidiasis, yang dikenal sebagai infeksi jamur dan juga Penyakit Seksual Menular.

Baca Juga: Keputihan Setelah Berhubungan Seks, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasannya!

Infeksi Jamur

infeksi jamur saat hamil

Foto: Orami Photo Stock

Jamur hidup di tubuh dan di vagina kita sepanjang waktu, tetapi kehamilan menciptakan kondisi yang sempurna bagi jamur untuk berkembang biak.

Hal ini dapat menyebabkan infeksi jamur, yang ditandai dengan keluarnya cairan berwarna kuning atau putih selama kehamilan yang mengental, tebal, atau menyerupai keju.

Gejala lain keputihan saat hamil trimester 2 yang tidak normal termasuk gatal, kemerahan, dan nyeri di daerah vagina; beberapa wanita juga mengalami rasa sakit saat berhubungan dan rasa terbakar saat buang air kecil.

Konsultasikan dengan dokter tentang resep atau krim atau supositoria vagina yang dijual bebas dan, jika dianggap perlu, untuk menyingkirkan vaginosis bakterial atau penyakit menular seksual.

Probiotik juga dapat membantu. Moms juga dapat mengambil sikap melawan ragi dengan mengurangi kandungan gula dari makanan (ragi cinta gula) dan pastikan Moms sering mengganti pakaian dalam.

Cara Mencegah Keputihan saat Hamil Trimester 2

rutin ganti celana dalam

Foto: Orami Photo Stock

Untuk Moms yang sedang hamil dan sedang berada dalam usia kehamilan trimester dua, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini, yaitu:

  1. Tidak menggunakan tampon karena bisa memasukkan kuman baru ke dalam vagina. Sebaiknya pakai pembalut atau celana dalam berbahan katun lembut untuk menyerap cairan keputihan.
  2. Jaga kebersihan vagina agar selalu dalam keadaan kering sehingga mencegah timbulnya bau tak sedap dan keputihan.
  3. Hindari douching yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri sehat dalam vagina dan menyebabkan infeksi vagina selama kehamilan. Selain itu, douching bisa membuat udara masuk ke dalam vagina dan membahayakan kehamilan.
  4. Vagina tak perlu dibersihkan dengan cairan khusus kewanitaan seperti yang dijual di pasaran. Hal ini justru dapat menimbulkan iritasi dan mengubah pH dalam saluran genital serta memicu infeksi vagina.
  5. Tidak sembarangan menduga bahwa keputihan saat hamil trimester 2 yang dialami adalah infeksi vagina dan mengobatinya sendiri tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Baca Juga: 3 Penyebab Pusar Ibu Hamil Sakit saat Trimester Kedua, Pernah Mengalaminya?

Itu dia Moms berbagai hal mengenai keputihan saat hamil trimester dua.

Jadi jangan panik ya Moms, karena ini merupakan hal yang normal. Namun jika mulai muncul tanda-tanda keputihan tidak normal, segera konsultasikan dengan dokter ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait