Kehamilan

24 Agustus 2020

Benarkah Kesuburan Berkaitan Dengan Faktor Genetik?

Punya ibu subur, tidak otomatis membuat Moms subur
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Dina Vionetta

Faktor genetik sering kali melatarbelakangi berbagai masalah kesehatan pada manusia.

Bahkan faktor genetik juga menjadi penyebab utama dari sejumlah kasus cacat lahir dan kelainan bawaan.

Tetapi, apakah faktor genetik juga berkaitan dengan kesuburan seseorang?

Di bawah ini telah kami rangkum beberapa informasi penting terkait kesuburan dan faktor genetik yang penting untuk Moms ketahui.

Lahir di Keluarga Subur Belum Berarti Moms Juga Subur

Benarkah Kesuburan Berkaitan Dengan Faktor Genetik? 1

Foto: freepik.com

Kebanyakan wanita yang belum menikah atau mencoba hamil, sering kali berpikir bahwa jika ibu mereka subur dan bisa cepat hamil maka itu juga akan terjadi pada mereka.

Sayangnya, itu tidak sepenuhnya benar. Dalam hal ini para ahli mengatakan bahwa faktanya kesuburan tidak dapat diturunkan.

“Setiap telur dan sperma memiliki kombinasi yang berbeda, sehingga dalam hal itu kesuburan adalah sesuatu yang bersifat acak dan sulit diprediksi,” kata Lynn Westphal, MD, FACOG, kepala petugas medis di Kindbody, seperti dikutip dari Well and Good.

“Berasal dari ‘keluarga subur’ tidak selalu berarti Anda akan subur juga.” lanjutnya.

Baca Juga: Benarkah Faktor Genetik Menentukan Peluang Kehamilan Kembar?

Kelainan Kromosom dan Penyakit Genetik Menurunkan Kesuburan

Benarkah Kesuburan Berkaitan Dengan Faktor Genetik? 2

Foto: freepik.com

Meskipun kesuburan tidak dapat diturunkan, Brigham and Women’s Hospital menyebut bahwa kondisi genetik tertentu dapat mempengaruhi kesuburan.

Secara umum, kelainan genetik ini terbagi dalam dua kategori yaitu cacat gen tunggal dan kelainan kromosom.

Cacat gen tunggal melibatkan mutasi atau kelainan dalam DNA yang mengkode gen tertentu.

Cacat gen tunggal dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan kesuburan.

Kondisi-kondisi ini termasuk cystic fibrosis, penyakit Tay Sachs, atrofi otot tulang belakang, penyakit Canavan, penyakit sel sabit, dan Thalassemia.

Sementara abnormalitas kromosom meliputi perubahan jumlah atau struktur kromosom yang membawa DNA. Adapun contoh-contoh kelainan kromosom termasuk sindrom Down, sindrom Turner, dan sindrom Klinefelter.

Pada pria. Kelainan kromosom dapat dikaitkan dengan jumlah sperma yang rendah. Hilangnya gen kromosom Y dan mutasi gen fibrosis kistik juga dapat dikaitkan dengan azoospermia atau jumlah sperma rendah.

Pada wanita, kelainan kromosom dikaitkan dengan keguguran atau risiko memiliki bayi dengan sindrom Down.

Endometriosis dan Fibroid Berkaitan Dengan Faktor Genetik

Benarkah Kesuburan Berkaitan Dengan Faktor Genetik? 3

Foto: freepik.com

Selain kelainan kromosom, fibroid dan endometriosis juga merupakan contoh lain dari kaitan antara masalah kesuburan dan faktor genetik.

Meskipun hingga saat ini para peneliti belum benar-benar mengetahui seberapa besar pengaruh genetik pada kasus endometriosis.

Apalagi ini juga merupakan kondisi medis multifaktoral yang disebabkan pula oleh faktor-faktor lainnya.

“Dengan endometriosis, [pengaruh] genetika belum sepenuhnya diketahui,” kata Shaun Williams, seorang ahli endokrinologi reproduksi di RMA ofConnecticut, seperti dikutip dari situs Huffpost.

“Mungkin ada beberapa gen yang terlibat, jadi sulit bagi kami untuk mengidentifikasi penyebab genetik tertentu. Secara umum, ada peningkatan risiko jika Anda memiliki anggota keluarga tingkat pertama [dengan endometriosis].”

Jadi, misalnya ibu atau saudara perempuan Moms mengidap endometriosis, maka Moms 5-7 kali lebih mungkin didiagnosis dengan kondisi medis yang sama. Tetapi bagaimana pun itu tidak selalu terjadi.

Di mana hal yang sama juga berlaku untuk fibroid.

Baca Juga: Pentingnya Tes Genetik Sebelum Program Hamil, Simak di Sini Yuk!

Usia Menopause Berkaitan Dengan Faktor Genetik

Benarkah Kesuburan Berkaitan Dengan Faktor Genetik? 3

Foto: pexels.com

“Usia saat menopause cenderung berkorelasi sangat baik antara anggota keluarga,” kata Dr. Williams.

“Tidak selalu, tetapi ada kontrol genetik yang mendasari berapa banyak telur yang dimiliki seseorang sejak lahir dan seberapa cepat telur itu habis. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang telah mengalami menopause pada usia yang lebih dini, maka Anda berisiko lebih tinggi mengalami kehilangan potensi reproduksi dini yang sama.”

Bahkan penelitian di jurnal Obstetrics and Gynecology Clinics of North America, menunjukkan bahwa sekitar 10 hingga 15 persen pasien dengan kasus insufisiensi ovarium primer (POI), di mana menopause dimulai sebelum usia 40 tahun, memiliki anggota keluarga langsung yang juga mengalami POI.

PCOS Juga Dapat Disebabkan Faktor Genetik

Benarkah Kesuburan Berkaitan Dengan Faktor Genetik? 4

Foto: freepik.com

Sindrom ovarium polikistik (PCOS), salah satu penyebab infertilitas yang paling umum pada wanita juga diketahui berkaitan dengan faktor genetik, meskipun dipengaruhi pula oleh faktor lingkungan, sebagaimana disebutkan dalam sebuah studi yang diterbitkan di PPAR Research.

Meskipun para ahli hingga saat ini belum menemukan penyebab langsung yang menghubungkan antara genetika, PCOS, dan infertilitas.

Jadi, kurang lebih itulah beberapa informasi penting mengenai hubungan antara kesuburan dan faktor genetik. Pernahkah Moms melakukan pemeriksaan genetika dan kesuburan?

Baca Juga: Mengenal Fenilketonuria, Kelainan Genetika Langka Pada Bayi Sejak Lahir

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait