3-5 tahun

3-5 TAHUN
20 Mei 2019

Ketahui Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Cadel Pada Anak

Mengucapkan pelafalan yang salah pada anak dapat menyebabkan Si Kecil cadel dan menjadi kebiasaan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (mentari.delita)
Disunting oleh Intan Aprilia

Cadel adalah gangguan bicara yang ditandai dengan pengucapan kata-kata yang buruk, bergumam, atau perubahan kecepatan atau ritme saat berbicara.

Cara berbicara cadel dapat berkembang perlahan seiring waktu atau mengikuti satu insiden.

Cadel bisa bersifat sementara atau permanen, tergantung pada penyebab yang mendasari. Cara bicara yang normal juga membutuhkan fungsi normal dari otak, mulut, lidah, dan pita suara.

Terjadinya kerusakan atau penyakit yang mempengaruhi organ-organ ini dapat menyebabkan seseorang menjadi cadel. Mari kita simak gejala dan penyebab cadel pada anak:

Baca Juga: Jika Anak Berbicara Jorok dan Kasar, Bagaimana Menghadapinya?

Gejala Cadel Pada Anak

Untitled-design-5.png

Tingkat keparahan tanda dan gejala cadel pada anak masa kanak-kanak tergantung pada tempat kerusakan pada sistem saraf.

Ketika seorang anak tumbuh dan dan mulai berbicara, cadel dapat menjadi lebih nyata melalui pola berbicara yang tidak normal.

Cara bicara mereka dapat dilihat dari cara berbicara yang terlalu cepat atau berbicara sangat lambat. Menurut sebuah penelitian, anak-anak dengan cadel sering sulit dimengerti ketika berbicara.

Karena kerusakan pada otot mulut dan wajah, anak-anak yang cadel akan memiliki gerakan terbatas pada rahang, lidah, dan bibir.

Selain itu, mereka juga mungkin mengalami masalah menelan dan makan, serta penumpukan liur dan air liur yang berlebihan.

Menurut Speech Disorders UK, ada beberapa tipe cadel pada anak, yakni:

  1. Cadel Frontal: ketika seseorang menempatkan lidah di antara gigi saat akan membuat suara “s” atau “z” tapi malah mendorong udara keluar, sehingga menjadi “th”. Contoh, “susu” menjadi “thuthu”.
  2. Cadel Literal: ketika seseorang menempatkan lidah di dinding mulut dan mendorong udara keluar. Contoh, “sop” menjadi “shlop”.

Baca Juga: Benarkah Ada Hubungannya Kecakapan Anak Berbicara dan Sikat Gigi pada Anak?

Penyebab Cadel Pada Anak

pullups_potty_talk_how_tto_talk_to_your_kid_about_potty_training.jpg

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan cadel, salah satunya karena adanya perbedaan pada organ yang bernama frenulum linguae yang dapat dilihat ketika lidah bergerak ke atas.

Panjang dan pendeknya frenulum linguae ini yang kemudian menyebabkan lidah sulit bergetar, dan akhirnya menyebabkan seseorang sulit mengucapkan satu jenis huruf. Kemudian penyebab lainnya adalah kelainan fisiologis pada pendengaran, otak, dan gangguan di wilayah mulut.

Selain faktor fisiologis, tahukah Moms bahwa ternyata faktor lingkungan juga berpengaruh, lho. Sadarkah bahwa ada beberapa orang tua yang malah membiarkan anaknya cadel dan sering mengikuti ucapan tersebut.

Baca Juga: Balita Suka Berbicara Sendiri, Normal Atau Tidak?

Solusi Mengatasi Cadel Pada Anak

lifebabble_listicle_tellyourself_intro1.jpg

Ketika Moms sudah mulai mendengar ada pertanda cadel pada anak, maka sebaiknya harus mulai menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya.

National Health Service mengutarakan bahwa terdapat beberapa cara untuk mengatasi cadel pada anak, di antaranya:

1. Mulailah dengan membantu mereka mengucapkan pelafalan yang benar di depan cermin.

2. Moms harus menghindari berbicara dengan pengucapan yang salah pada mereka, minta mereka mengulangi kata-kata tersebut beberapa kali.

3. Latihlah setiap hari dan semangati Si Kecil untuk berlatih meski tanpa Moms atau Dads.

4. Ketika ia sudah mulai bisa mengucapkan “s”, “z”, atau “r” dengan benar, tambahkan huruf vokal. Seperti “sasa”, “zizi”, “rara”, dan sebagainya.

5. Lanjutkan dengan dua frasa dan kalimat sederhana. Misalnya, “susu cokelat” atau “rumah kecil”.

Praktikkan cara-cara tersebut setiap hari dan jangan marahi Si Kecil bila ia gagal melakukannya. Tetap semangati dia untuk terus mencoba lagi, tapi ingat, jangan dipaksa ya, Moms! Selamat mencoba!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait