Tren

21 Juli 2016

Ketahuilah Risiko Investasi Anda

Minimalkan Resiko Investasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh (ninda)
Disunting oleh (ninda)

Resiko merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah investasi. Secara umum, resiko kecil dapat dikatakan sebagai penyeimbang untuk memberikan perhatian Anda kepada bidang yang Anda investasikan. Walau setiap bidang memiliki tingkat resiko yang berbeda. Namu sebagai investor pemula jangan hanya tergiur oleh keuntungan saja. Jangan sampai Anda terlilit hutang bahkan bangkrut. Berikut beberapa resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai investasi Anda

Resiko Suku Bunga

Suku bunga bersifat tidak menentu, jika suatu hari suku bunga naik maka akan berdampak pada nilai investasi. Semakin tinggi suku bunga, produk reksadana pendapatan akan menurun. Demikian sebaliknya. Jika Anda memulai investasi dengan dana pinjaman dari Bank, resiko suku bunga perlu Anda pertimbangkan, apakah tingginya suku bunga pinjaman Anda setara dengan keuntungan yang akan Anda dapatkan.

Resiko Pasar

Resiko ini timbul dari menurunnya nilai investasi karena gerakan dari faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan pasar. Jika Anda berinvestasi pada sektor yang sederhana seperti menginvestasikan uang Anda untuk usaha rekan Anda. Haruslah cermat melihat target pasar apakah dapat berjalan dalam jangka waktu yang lama atau bersifat temporer.

Resiko Inflasi

Resiko inflasi adalah resiko yang berpotensi kerugian daya beli investasi karena dampak dari kenaikan harga barang konsumsi. Contoh kecil dalam kasus resiko inflasi adalah ketika pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM, semua harga keperluan sehari-hari akan mengalami kenaikan harga. Dengan keadaan pasar yang seperti ini , daya beli investor akan menurun .

Resiko Nilai Tukar

Resiko ini berkaitan dengan fluktuasi nilai tukar mata uang domestik dangan nilai uang negara lain. Jika pada umumnya investasi luar menggunakan mata uang USD ,dan jika nilai mata uang mengalami pelemahan, maka jumlah rupiah untuk investasi akan lebih banyak. Solusinya bisa dengan membeli harga mata uang pada masa tertentu dengan kesepakatan nilai konversi yang telah disepakati

bersama.

Resiko Kredit

Resiko kredit terjadi apabila investor kesulitan membayar hutang pokok atau bunganya. Mengakibatkan kehilangan uang. Tergantung darimana investor mendapatkan dana invertasinya. Jika dari Bank, sesuai kebijakan dari Bank Indonesia, mengeluarkan pengaturan pinjaman dengan agunan properti atau sering disebut LTV ( Loan To Value ), jika harga agunan tidak sesuai dengan pinjaman. Pihak yang menyepelekan hal tersebut akan diproses secara berkelanjutan oleh pihak bank.

– LMF

Sumber gambar : www.wisebread.com

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait