Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Perkembangan Anak | Mar 19, 2018

Ketika Buah Hati Tumbuh Dewasa

Bagikan


Memiliki buah hati merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada setiap orangtua. Sangat menyenangkan menghabiskan waktu bersama si kecil, menemaninya bermain, memandikannya, mengajarinya berjalan, sampai tiba di mana Anda melihatnya sudah dapat mandiri dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri. Ketika Anda mendapati buah hati telah tumbuh dewasa, banyak perubahan yang terjadi, namun tidak begitu terasa. Ini di antaranya:

Pergi bersama teman-temannya

Betapa bahagianya sang buah hati ketika masih kecil saat Anda dan pasangan mengajaknya pergi berwisata atau ke bioskop untuk nonton film bersama. Namun, ketika dia mulai menolak dan memilih keluar pergi bersama teman-temannya untuk sekedar minum kopi di kafe, maka anak Anda sudah memasuki tahap di mana dia sudah mulai lepas dari masa anak-anak dan merasa lebih nyaman jika pergi bersama teman-temannya.

Menolak untuk dimanjakan

Ketika dia sudah beranjak remaja, dia akan merasa malu jika Anda menunjukkan kasih sayang dengan cara mencium atau membelai rambutnya di depan orang lain. Hal ini sebenarnya wajar, karena dengan perlakuan Anda yang coba memanjakannya seperti masih kecil, buah hati Anda khawatir akan terlihat seperti anak manja. Padahal sebagai orangtua, anak-anak mereka akan selalu menjadi anak-anak yang sama seperti dulu. Cara memanjakannya mungkin harus ikut berubah dengan menepuk pundaknya atau sekedar memeluknya sebentar.

Tidak lagi banyak permintaan

Sebagai sesorang yang telah tumbuh dewasa, Anda juga pasti pernah merasakan hal ini. Di mana Anda tidak lagi banyak menuntut untuk dibelikan sesuatu atau meminta uang kepada orangtua Anda. Begitu pula yang dialami oleh anak-anak yang telah masuk pada fase pendewasaan. Mereka akan merasa malu untuk meminta bantuan materi pada orangtua, sehingga memutuskan untuk mencari uang saku tambahan dari kerja part-time atau membuat sebuah karya dengan keahliannya.

Mampu memberikan solusi

Layaknya seorang manusia, pasti akan tetap membutuhkan bantuan orang lain. Namun saat anak tumbuh dewasa, dia tidak lagi sering merengek karena sebuah permasalahan. Jangan bingung saat anak Anda lebih terlihat diam dan menghabiskan waktu di kamar, mungkin dia sedang mengalami permasalahan dan berpikir untuk mencari solusinya. Namun sebagai orangtua, Anda harus menawarkan bantuan untuk setiap persoalan yang dihadapi karena banyak anak yang segan untuk menceritakan masalahnya saat mereka tumbuh dewasa.

Menentukan tujuan

Setiap anak yang tumbuh dewasa pasti memiliki mimpi yang ingin diwujudkan sesegera mungkin. Mereka akan mampu membuat skala prioritas dalam setiap kebutuhannya untuk mencapai tujuan. Tidak lagi dipaksa belajar, menabung, atau bangun pagi, mereka telah siap untuk berproses menjalani lika-liku mencapai tujuannya dengan berbagai risiko yang ada di depannya.

 

Orangtua akan selamanya menjadi orangtua bagi anak-anaknya. Begitu pula anak-anak yang akan selalu menjadi anak-anak di mata orangtuanya. Tidak peduli berapapun usia anak Anda saat ini, mereka akan selalu membutuhkan dukungan dan kasih sayang dari orangtua. Ketika dia kembali pulang ke rumah, mereka akan rindu masa-masa kecil saat dimanjakan oleh Anda.

Karena itu, selagi sang buah hati masih kecil, manfaatkanlah momen kebersamaan Anda dan anak dengan sebaik-baiknya. Lupakan sejenak kerepotan dan kejengkelan yang Anda rasakan, karena kenangan seperti ini mungkin tak akan terulang lagi. Setuju, Moms?

(DA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.