Parenting Islami

PARENTING ISLAMI
10 Maret 2021

3+ Kewajiban Istri dalam Islam, Salah Satunya Menjaga Kehormatan Suami!

Sudah tahu apa saja kewajiban istri dalam islam?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Daftar isi artikel

Peran suami sebagai kepala rumah tangga tentunya tidak bisa dijalankan bila istri tidak mengambil bagian di dalamnya. Sebab, istri juga berperan tak kalah penting dari suami. Diakui atau tidak, istri akan menjadi ibu sekaligus sekolah pertama bagi anak-anaknya. Apa lagi kewajiban istri dalam Islam?

Itu tentu bukan sesuatu yang mudah. Oleh karena itu, Islam mengajarkan suami untuk mencukupi semua kebutuhan istri. Dengan dimudahkannya tugas istri berkat fasilitas dari suami, istri diharapkan dapat memaksimalkan perannya sebagai pendamping suami maupun mentor bagi anak-anaknya.

Penelitian dari Rutgers University juga menunjukkan bahwa kebahagiaan seorang istri lebih penting daripada kebahagiaan suaminya dalam menjaga perkawinan.

Selain suami yang harus memenuhi hak istri, seorang istri juga harus memenuhi kewajibannya kepada suami dan juga keluarganya. Dikutip dari Dalam Islam, pemenuhan hak dan kewajiban tersebut akan menciptakan keluarga yang bahagia yang kondusif untuk tumbuh kembang anak.

Hak suami yang menjadi kewajiban istri dalam Islam dijelaskan dalam ayat berikut: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.

Sebab itu maka perempuan yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.” (QS An Nisa’: 34).

Baca Juga: Hukum Istri Menolak Bercinta dalam Islam, Wajib Tahu!

Kewajiban Istri dalam Islam

Kewajiban Istri Dalam Islam -1

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa kewajiban istri dalam Islam yang harus terpenuhi, demi terciptanya rumah tangga yang harmonis dan keluarga yang bahagia lahir batin. Kewajiban istri dalam islam yakni:

1. Taat pada Suami

Pernah ditanyakan kepada Rasulullah SAW: “’Siapakah perempuan yang paling baik?’. Beliau menjawab: ‘Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR An-Nasai dan Ahmad).

Islam mewajibkan ketaatan sebagai poin utama kewajiban istri dalam islam. Sebab, suami adalah kepala keluarga yang kelak akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah SWT. Selama tidak keluar dari koridor agama, ketaatan pada suami adalah keharusan.

Ada juga hal-hal lain yang bisa dibicarakan dengan suami, bukan bentuk ketidak taatan, hanya meminta pendapat suami setiap akan membuat keputusan dan langkah dalam hidupnya, misalnya terkait dengan pekerjaan, karier, keluarga, pendidikan anak dan lain sebagainya.

Baca Juga: Hubungan Suami Istri Setelah Punya Anak, Benarkah Jadi Lebih Dekat?

2. Bermuka Manis dan Menyenangkan Suami

Sudah menjadi fitrah perempuan memiliki sifat lemah lembut, namun penekanan bermuka manis di sini berkaitan dengan psikologi perempuan yang terkadang tidak stabil, baik karena faktor biologis maupun non-biologis. Untuk itu, istri diwajibkan dapat mengontrol dan mengelola emosinya dengan baik.

Bermuka manis dan menyenangkan suami ini bisa berbeda dalam setiap rumah tangga. Yang penting adalah suami merasa senang dan betah berlama-lama dengan istri, selain bagian dari ibadah yang berpahala, juga menjadi media untuk melakukan bonding dalam hubungan suami istri.

Salah satunya dalam urusan ranjang. Dalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak ajakan suaminya melainkan yang di langit (penduduk langit) murka pada istri tersebut sampai suaminya ridha kepadanya.” (HR Muslim no 1436).

3. Menjaga Harta dan Kehormatan Suami

Pesan Rasulullah SAW pada haji Wada: “Bertakwalah kalian dalam urusan para perempuan (istri-istri kalian), karena sesungguhnya kalian mengambil mereka dengan amanah dari Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh mengizinkan seorang pun yang tidak kalian sukai untuk menginjak permadani kalian.” (HR Muslim no 1218).

Kewajiban istri dalam Islam yang ini bisa disesuaikan dengan pola dalam rumah tangga. Tapi karena umumnya istri yang bertugas mengelola keuangan rumah tangga, maka hal itu juga termasuk menjaga harta bersama. Tentunya hal ini untuk menunjang perjalanan rumah tangga, sehingga dibutuhkan skill dan komunikasi yang baik antara suami dan istri.

Perintah menjaga kehormatan suami ini dimaksudkan agar tidak mengundang fitnah dari orang lain yang akan menjadi aib keluarga. Misalnya, istri tidak boleh keluar rumah tanpa izin suami, tidak membolehkan lelaki masuk ke dalam rumah saat suami tidak ada, atau juga tidak membuka aib suami pada orang lain.

Baca Juga: Istri Wajib Jaga Aib Suami, Ini Aturannya Menurut Islam!

4. Menghindari Murka dan Mencari Kerelaan Suami

Ridho suami akan menjadi salah satu jalan masuk istri ke surga. Hal ini bisa didapat dengan melakuka hal-hal yang disenangi suami, meringankan tugasnya, mendengarkan masalah suami dan memberi solusi jika diminta, peka terhadap kebutuhan suami, membuat rumah yang nyaman, dan sebagainya.

Sebab jika suami murka, maka istri bukan hanya tidak menjalankan kewajibannya dengan baik karena tidak berupaya mencari kerelaan suami, tapi juga akan tetapi juga mengancam keutuhan rumah tangga. Menjaga hati suami adalah hal terpenting, dan salah satunya bisa dijaga dengan komunikasi yang baik.

Bahkan, salah satu di antaranya adalah tidak berpuasa sunnah ketika suami ada, kecuali dengan izin suami. Dalam hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah halal bagi seorang perempuan untuk berpuasa sedangkan suaminya ada (tidak bepergian) kecuali dengan izin suaminya,.” (HR Bukhari no 5195 dan Muslim no 1026).

Beberapa hal di atas adalah kewajiban istri terhadap suami dalam pandangan Islam. Oleh karena itu, seorang istri tidak seharusnya menuntut haknya dipenuhi sebelum menunaikan kewajiban-kewajibannya tersebut.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait