Parenting Islami

18 November 2021

Dads, Cari Tahu 11 Syarat dan Rukun Khutbah Jumat, Yuk!

Wajib bagi seorang Muslim untuk tahu ketentuan dan ketetapannya, agar sholat menjadi sah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Khutbah Jumat merupakan salah satu syarat ibadah sholat Jumat.

Bagi para pria bergama Islam, hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri, dimana sholat dzuhur digantikan dengan sholat Jumat berjamaah.

Salat Jumat wajib dikerjakan bagi laki-laki muslim, mukallaf, sehat, dan bermukim.

Ritual khutbah Jumat dilakukan sebelum shalat Jumat dikerjakan. Khutbah Jumat dilakukan 2 kali, di antara khutbah pertama dan kedua harus dipisah dengan duduk.

Khutbah Jumat memiliki syarat dan rukun-rukun tertentu yang harus terpenuhi. Apabila rukun dan syarat tersebut tidak terpenuhi, maka khutbat dan sholat Jumat pun tidak sah.

Berikut ini Orami sudah merangkum syarat serta rukun khutbah Jumat menurut NU. Disimak yuk, Dads!

Baca Juga: Tata Cara Sholat Jumat Hingga Doa yang Dianjurkan, Yuk Simak!

Syarat Khutbah Jumat

sholat jumat.jpg

Foto: istock.com

Khutbah Jumat memiliki 12 syarat yang harus terpenuhi. Apa saja, Dads?

1. Khatib Harus Laki-Laki

Syarat ini juga berlaku selain khutbah Jumat, seperti khutbah shalat hari raya dan shalat gerhana. Sehingga tidak sah khutbah dilakukan oleh perempuan.

Syekh al-Qalyubi mengatakan:

ويشترط كون الخطيب ذكرا أو كونه تصح إمامته للقوم كما قاله شيخنا الرملي واعتمده شيخنا الزيادي الى ان قال وشرط الذكورة جار في سائر الخطب كالإسماع والسماع وكون الخطبة عربية

“Disyaratkan khathib seorang laki-laki atau orang yang sah menjadi imam bagi jamaah sebagaimana yang dikatakan Syekh al-Ramli dan dibuat pegangan oleh guru kami Syekh al-Zayadi.

Syarat ini berlaku juga di selain khutbah Jumat sebagaimana syarat khutbah harus diperdengarkan dan didengar oleh jamaah serta syarat harus berbahasa Arab.” (Syekh al-Qalyubi, Hasyiyah al-Qalyubi ‘ala al-Mahalli, juz 1, hal. 322).

2. Khutbah Dapat Didengar Seluruh Jamaah

Khutbah Jumat disyaratkan harus dengan suara yang keras. Sekiranya dapat didengar oleh jama’ah Jumat yang mengesahkan pelaksanaan sholat Jumat.

Yaitu setiap muslim yang baligh, berakal, merdeka, berjenis kelamin laki-laki dan bertempat tinggal tetap (muqim mustauthin). 

Baca Juga: Bacaan Doa, Niat, dan Tata Cara Sholat 5 Waktu yang Benar

3. Khutbah Berada di Tempat Pelaksanaan Sholat Jumat

Penyampaian khutbah Jumat harus berada di kawasan tempat pelaksanaan Jumat.

Maksudnya, posisi khatib harus berada di titik yang masih tergolong wilayah pelaksanaan Jumat.

Meski Jamaah Jumat mendengarkan khutbah di luar kawasan Jumat, khutbah tetap sah, asalkan khatib menyampaikannya di kawasan pelaksanaan Jumat.

4. Khatib Harus Suci

Syarat keempat adalah, khatib harus suci dari 2 hadats, baik hadats besar maupun kecil.

5. Khatib Suci Dari Najis

Suci dari najis berarti khatib harus sudah mandi besar bila baru saja bersentuhan dengan barang najis, maupun melakukan tindakan yang membuat sholat tidak sah.

6. Menutup Aurat

Syarat khutbah Jumat ini juga berlaku tidak hanya khatib tapi juga jamaah sholat Jumat.

Baca Juga: 7 Manfaat Gerakan Sholat untuk Kesehatan, Masya Allah!

7. Berdiri Bagi yang Mampu

Khutbah Jumat dilakukan oleh khatib yang mampu berdiri, serta bersuara lantang.

8. Duduk Diantara Dua Khutbah

Khutbah Jumat dilaksanakan 2 kali, di antara kedua khutbah, harus dipisah dengan duduk. Standar duduk di antara 2 khutbah seperti tuma’ninah dalam salat.

9. Rukun Khutbah

Sebagai syarat khutbah, maka rukun-rukun khutbah Jumat harus dibaca secara berkesinambungan, tidak boleh ada jeda atau pemisah berupa pembicaraan lain yang menyimpang dari khutbah.

Baca Juga: Pahala Berlipat Datang Saat Mengerjakan Amalan Hari Jumat Ini, Catat!

10. Perhatikan Waktu Khutbah

Jarak antara waktu khutbah Jumat dengan sholat Jumat tidak boleh terlalu lama, harus sesingkat mungkin.

11. Pelafalan Rukun Khutbah Jumat dengan Bahasa Arab

Syarat khutbah Jumat ini juga tidak boleh tidak diikuti.

Rukun-rukun khutbah harus diafalkan dalam bahasa Arab. Sementara isi khutbah Jumat boleh disampaikan dengan bahasa lain.

12. Waktu Pelaksanaan

Untuk pelaksanaan khutbah Jumat, harus dilakukan di waktu dzuhur.

Baca Juga: Keutamaan Meninggal di Hari Jumat Menurut Para Ulama

Rukun Kutbah Jumat

khutbah Jumat.jpg

Foto: thestar.com

Tidak hanya menerapkan syarat-syarat khutbah Jumat, adapula rukun khutbah Jumat yang harus dilaksanakan.

Adapun rukun dua khutbah Jumat, yaitu:

1. Mengucap Puji-Pujian

Rukun khutab Jumat yang pertama adalah mengucapkan puji-pujian kepada Allah SWT.

Ini adalah keterangan amal Rasulullah yang diriwayatkan oleh Muslim.

2. Mengucap Syahadat

Rukun khutbah Jumat kedua adalah syahadat, dengan bersaksi tidak ada Tuhan yang sebenarnya melainkan Allah dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah pesuruh-Nya.

Rasulullah SAW bersabda:

كُلُّ خُطْبَةٍ لَيْسَ فِيهَا تَشَهُّدٌ فَهِيَ كَالْيَدِ الْجَذْمَاءِ

“Tiap-tiap khutbah yang tidak ada tasyahud (syahadat) padanya, maka khutbah itu seperti tangan yang terpotong” (HR Abu Dawud).

3. Berwasiat (Nasihat)

Berwasiat (nasihat) dengan takwa dan mengajarkan apa-apa yang perlu kepada pendengar khutbah Jumat, sesuai dengan keadaan tempat dan waktu.

Isinya baik urusan agama maupun urusan dunia, seperti:

  • Ibadah kesopanan
  • Pergaulan
  • Perekonomian
  • Pertanian
  • Siasat

Isi khutbah Jumat tersebut harus menggunakan bahasa yang mampu dipahami pendengarnya dengan baik.

Baca Juga: 9 Hadits dan Ayat Alquran tentang Jual Beli, Insya Allah Transaksi Lebih Berkah!

4. Membaca Ayat Al-Qur'an pada Salah Satu Kedua Khutbah

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Muslim disebutkan:

لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُطْبَتَانِ كَانَ يَجْلِسُ بَيْنَهُمَا يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيُذَكِّرُ النَّاسَ حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ قَائِمًا ثُمَّ يَقْعُدُ قَعْدَةً لَا يَتَكَلَّمُ وَسَاقَ الْحَدِيثَ

"Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa dan Utsman bin Abi Syaibah sedangkan makna haditsnya dari Abu Al Ahwash telah menceritakan kepada kami Simak dari Jabir bin Samurah dia berkata;

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam biasa menyampaikan 2 kali khutbah, beliau duduk di antara 2 khutbah tersebut, beliau membaca Alquran dan memberi peringatan kepada orang-orang."

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil telah menceritakan kepada kami Abu 'Awanah dari Simak bin Harb dari Jabir bin Samurah dia berkata; saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam khutbah dengan berdiri kemudian duduk, beliau tidak mengatakan sepatah kata pun... kemudian dia melanjutkan hadits tersebut."

5. Berdoa

Rukun khutbah Jumat yang terakhir adalah berdoa untuk mu'minin dan mu'minat pada khutbah yang kedua.

Sebagian ulama berpendapat bahwa doa dalam khutbah tidak wajib sebagaimana juga di lain khutbah, tidak wajib.

Baca Juga: Simak Seperti Apa Hukum Khutbah Nikah dalam Agama Islam Berikut Ini

Nah, itu dia Dads syarat dan rukun Khutbah Jumat yang harus diketahui. Insya Allah sholat Jumat akan sah dan semakin khusyuk.

  • https://islam.nu.or.id/jumat/syarat-syarat-khutbah-dan-penjelasannya-i-tePWC
  • https://kepri.kemenag.go.id/page/det/rudi-jelaskan-syarat-dan-rukun-dua-khutbah
  • https://islam.nu.or.id/jumat/rukun-rukun-khutbah-dan-penjelasannya-x4fTU
  • https://www.inews.id/lifestyle/muslim/rukun-khutbah-jumat
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait