Bayi

BAYI
6 Maret 2020

Kismis Untuk Bayi: Kapan Boleh Diberikan dan Apa Manfaatnya?

Ternyata banyak manfaatnya lho Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Reksita
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Kismis adalah gudang nutrisi yang disukai oleh semua orang. Kismis bahkan banyak digunakan dalam berbagai masakan, hidangan penutup, panggangan atau sekadar sebagai camilan.

Bahkan kandungan gizinya yang tinggi membuat kismis banyak dipilih sebagai salah satu sumber nutrisi untuk bayi.

Tetapi kapan boleh memberikan kismis untuk bayi? Apa saja manfaatnya?

Manfaat Memberikan Kismis untuk Bayi

Boleh Diberikan Sebagai Finger Food Setelah Usia 8 Bulan

kismis untuk bayi

Foto: parenting.firstcry.com

“Kismis dapat ditambahkan ke dalam pilihan finger food atau camilan. Biasanya finger food mulai siap diberikan setelah bayi berusia 8 hingga 9 bulan,” kata Dr. Natasha Burgert, seorang dokter anak yang berpraktik di Kansas City, seperti dikutip dari Romper.

“Tetapi, disarankan untuk menunggu sedikit lebih lama sampai bayi mampu mengunyah dan menelan dengan baik sebelum memberi mereka camilan manis ini.”

Baca Juga: 6 Manfaat Buah Kismis yang Jarang Diketahui

Kismis Untuk Bayi Sebagai Campuran Dalam MPASI

kismis untuk bayi

Foto: thesmartcookieblog.com

Karena mengandung kadar gula alami yang cukup tinggi, kismis berisiko menyebabkan kerusakan gigi pada bayi.

Oleh karena itu, NHS menyarankan untuk memberikan kismis dan buah kering lainnya sebagai campuran MPASI, bukan sebagai camilan.

Selain itu, karena berisiko menyebabkan tersedak jika dikonsumsi secara utuh oleh bayi yang lebih muda, Baby Center menyarankan beberapa metode di bawah ini jika Moms ingin memperkenalkan kismis untuk bayi:

  • Merebus atau merendam kismis terlebih dahulu sebelum mengolahnya menjadi MPASI. Ini dapat membantu membuat kismis lebih lunak dan mudah dihancurkan.
  • Hancurkan atau haluskan kismis (puree). Kemudian, tambahkan ke sereal, makanan penutup, puding atau puree buah lainnya untuk memperkaya rasa.
  • Masak kismis cincang bersama nasi, gandum, sereal, atau bubur hingga benar-benar lunak sehingga lebih mudah dikunyah bayi. Ini juga dapat menjadi cara terbaik untuk menambahkan rasa manis dan tekstur lembut pada MPASI tanpa khawatir konsumsi gula berlebih.

Baca Juga: Yuk Berkreasi Membuat MPASI Sereal dan Buah Untuk Si Kecil!

Manfaat Kesehatan Konsumsi Kismis Untuk Bayi

kismis untuk bayi

Foto: goodtoknow.co.uk

Dalam laman Mom Junction disebutkan bahwa kismis kaya akan berbagai manfaat kesehatan untuk bayi, yaitu:

  • Kismis kaya akan mineral seperti fosfor, kalium, zat besi, kalsium dan magnesium yang membantu perkembangan mental dan fisik bayi.
  • Sama halnya seperti kurma, kismis dapat bertindak sebagai tonik yang dapat sangat membantu ketika bayi mengalami demam.
  • Kismis mengurangi kemungkinan asidosis dengan mengurangi kadar asam dalam tubuh bayi. Sehingga membantu bayi memiliki kesehatan yang lebih baik.
  • Kismis sangat bermanfaat dalam mengobati cedera otak. Buah kering ini membantu melindungi sistem saraf pusat dan meningkatkan daya ingat.
  • Kismis mengandung sifat antimikroba yang membantu menghambat pertumbuhan bakteri dalam tubuh bayi.

Baca Juga: 5 Resep MPASI dari Kismis yang Wajib Moms Kenalkan Pada Bayi

Selain itu, Stanford Children juga mengungkapkan bahwa kismis dapat menjadi obat pencahar alami yang membantu mengatasi sembelit pada bayi.

Asupan kismis secara teratur dapat meningkatkan pergerakan usus dan melancarkan sistem pencernaan bayi karena kandungan seratnya yang cukup tinggi.

Kismis kaya akan nutrisi penting untuk tubuh bayi dan dapat disajikan dalam berbagai varian MPASI ataupun finger food.

Lalu, apakah Moms sudah siap memberikan kismis untuk bayi?

Artikel Terkait