Kesehatan

KESEHATAN
14 Desember 2020

Kista Ganglion, Tumor Jinak di Tangan yang Perlu Moms Ketahui

Sering dijumpai di pergelangan tangan, apakah kista ganglion berbahaya?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Amelia Puteri

Kista biasanya sering ditemukan di daerah leher, ovarium, dan payudara.

Namun siapa sangka ternyata kista juga bisa tumbuh di ruas atau pergelangan tangan. Kista atau benjolan yang timbul di persendian tangan ini disebut sebagai kista ganglion.

“Benjolan kista berisi cairan bertekstur seperti gel kental lengket, tidak berwarna namun jernih,” jelas dr Dennis Cardone, Kepala Kedokteran Olahraga dan Perawatan Primer di NYU Langone Medical Center, New York.

Ukuran benjolnya pun beragam. Bisa sekecil kacang polong hingga sebesar bola golf. Ukuran ini juga yang membuat tekstur kista beragam, mulai dari padat atau kenyal.

Cari tahu lebih lanjut tentang kista ganglion berikut ini, Moms.

Baca Juga: 4 Penyebab Kista yang Wajib Wanita Ketahui

Pengertian Kista Ganglion

Kista Ganglion adalah tumor jinak yang tumbuh di pergelangan tangan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kista ganglion adalah kantung berisi cairan seperti jeli yang berasal dari selubung tendon atau kapsul sendi.

Kata ‘ganglion’ berarti simpul yang menggambarkan benjolan seperti simpul yang terbentuk di bawah permukaan kulit, menurut The American College of Foot and Ankle Surgeons.

Ganglion adalah salah satu tumor jinak. Kista ini terdapat di atas sendi atau selubung penutup tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang).

Umumnya ditemukan di bagian atas pergelangan tangan, sisi telapak pergelangan tangan, pangkal jari di sisi telapak, dan bagian atas sendi ujung jari.

Kista ganglion sering terasa seperti benjolan halus di bawah kulit dan penampilannya menyerupai balon air bertangkai.

Kista ini bisa menyebabkan sakit jika posisinya menekan saraf di dekatnya. Kadang, wilayah di sekitar kista bisa merasa mati rasa. Kista juga dapat mempengaruhi gerakan persendian dan kekuatan genggaman.

Jika tidak menyebabkan sakit atau tidak nyaman, benjolan dapat dibiarkan dan kempis tanpa pengobatan. Kendati prosesnya makan waktu bertahun-tahun.

Baca Juga: Ini Dia Segenap Penyebab Kista Ovarium yang Harus Moms Hindari

Penyebab Kista Ganglion

Penyebab Kista Ganglion.jpeg

Foto: Smarter Health

“Sampai saat ini, tidak ada yang tahu apa penyebab tumbuhnya kista ganglion,” jelas dr. Cardone.

Ada teori yang mengatakan bahwa trauma menyebabkan jaringan sendi jadi pecah, dan membentuk kista-kista kecil yang kemudian bergabung menjadi sebuah massa yang lebih besar dan nyata.

Kista ganglion adalah salah satu penyakit yang belum diketahui penyebab ilmiahnya. Teori lain melibatkan cacat dalam kapsul sendi atau selubung tendon yang memungkinkan jaringan sendi menonjol keluar.

Tak jarang, kista jenis ini adalah benjolan yang dapat timbul tak hanya di tangan, namun juga persendian kaki dan pergelangan kaki.

Tidak ada yang tahu persis apa yang menyebabkan kista ganglion berkembang. Para peneliti masih menemukan jawaban penyebab benjolan di tangan ini timbul.

Baca Juga: Benjol di Lutut, Hati-Hati Terkena Kista Baker

Faktor yang Membuat Orang Dekat dengan Kista Ganglion

Benjolan di tangan atau kista ganglion adalah sebuah kondisi pertumbuhan tumor jinak yang terjadi di daerah pergelangan tangan.

Walaupun belum diketahui penyebab dari benjolan di tangan ini sendiri, ada beberapa faktor resiko yang membuat orang dapat mengalami kondisi ini.

Berikut ini adalah faktor-faktor seseorang bisa mengalami benjolan di tangan atau kista ganglion:

1.Jenis Kelamin dan Usia

Wanita lebih beresiko mengalami kista ganglion

Foto: Orami Photo Stock

Menurut Mayo Clinic, kista ganglion adalah pertumbuhan tumor jinak yang bisa menjangkiti siapa saja. Namun ada kisaran usia yang beresiko mengalami ini yakni wanita berusia antara 20-40 tahun.

Walaupun usia ini tak pasti menentukan ia memiliki ganglion, namun sering ditemukan pada kasus di rentang usia ini.

Kista ini juga umum terjadi dan beresiko terkena pada pesenam, yang berulang kali memberi tekanan pada pergelangan tangan.

Baca Juga: Perbedaan Kista dan Tumor, Bentuknya Mirip!

2. Penderita Osteoarthritis

Seseorang yang menderita artritis atau keausan pada sendi jari, berisko terkena benjolan di tangan ini.

Ketika seseorang mengalami radang sendiri di daerah jari, pergelangan tangan, dan dekat kuku, ia akan lebih tinggi resikonya terkena kista ganglion.

Kista ganglion adalah penyakit yang menyerang persendian dan jaringan saraf di daerah pergelangan tangan. Jadi, kemungkinan orang penderita osteoarthritis adalah salah satu resiko terkena kista ganglion.

3. Cedera Sendi

Kista ganglion adalah menyerang persendian tangan

Foto: Orami Photo Stock

Orang yang memiliki pengalaman cedera sendiri akan lebih beresiko terkena kista ganglion.

Cedera sendi yang menyebabkan rasa nyeri seperti tertarik atau sakit seperti tertusuk di bagian tangan, bisa disebabkan dari berbagai faktor.

Memang, rasa sakit atau nyeri ini dapat hilang seiring waktu, namun ini menjadikan salah satu faktor terkena kista jenis ganglion di kemudian hari.

Kista ganglion yang berkembang di ujung sendi jari, juga dikenal sebagai kista mukosa, biasanya dikaitkan dengan artritis di sendi jari, dan lebih sering terjadi pada wanita berusia antara 40 dan 70 tahun.

Baca Juga: Tangan Sering Kram Saat Mengendarai Motor? Ternyata Ini Penyebabnya!

Ciri dan Gejala Ganglion

Kista ganglion.jpg

Foto: Klikdokter

Kista ganglion adalah tumor yang tumbuh di dekat persendian. Terutama di bagian luar pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan kaki. Tapi, ada beberapa kasus kista ganglion muncul di daerah lutut.

Bentuknya cenderung oval atau bulat sempurna. Berdiameter antara 1-3 cm, dan mungkin terasa lunak atau sangat keras saat disentuh. Menurut Michigan of Medicine, beberapa malah berukuran amat kecil sehingga tidak dapat dirasakan.

Ukuran kista bisa berubah. Seringnya membesar seiring penggunaan persendian yang berulang. Benjolan dapat timbul-tenggelam tiba-tiba, namun dapat kembali lagi di waktu lain.

Biasanya, ganglion tidak sakit saat disentuh. Tapi, saat benjolan mengenai syaraf, bahkan saat ukuran kistanya kecil, dapat menyebabkan nyeri, kesemutan, mati rasa, atau lemah otot.

Untuk meneliti ganglion, dokter biasanya akan menyinari benjolan untuk dapat melihat apakah isinya transparan atau buram. Cairan ganglion akan tampak jelas jernih dan kental.

Baca Juga: 8 Mitos Seputar Kista Ovarium yang Perlu Moms Ketahui

Mendiagnosis Kista Ganglion

Untuk mengetahui pertumbuhan kista ganglion, biasanya dapat dilakukan pemeriksaan oleh dokter dalam beberapa tahap.

Seperti yang diutarakan dari studi oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons, untuk menentukan tingkatan rasa sakit pada kista, dapat diperoleh dari pemeriksaan gejala, lamanya benjolan di tangan itu muncul, dan rasa sakit yang dirasakan.

Tekanan dapat diterapkan dokter untuk mengidentifikasi setiap nyeri tekan. Karena ganglion terisi cairan, ia tembus cahaya.

Dokter Anda mungkin menyorotkan senter ke kista untuk melihat apakah cahaya menembus. Ada dua cara untuk memeriksa kista ganglion, yakni seperti di bawah ini.

1. X-Ray

X-ray sebagai alat diagnosis kista ganglion.png

Foto: Orami Photo Stock

Sinar X. Tes ini menghasilkan gambaran yang jelas tentang struktur padat, seperti tulang. Meskipun rontgen tidak akan menunjukkan kista ganglion, sinar X dapat digunakan untuk menyingkirkan kondisi lain, seperti artritis atau tumor tulang.

2. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Pemindaian atau ultrasound magnetic resonance imaging (MRI). Tes pencitraan ini dapat menunjukkan jaringan lunak seperti ganglion dengan lebih baik.

Terkadang, MRI atau USG diperlukan untuk menemukan ganglion tersembunyi yang tidak terlihat, atau untuk membedakan kista dari tumor lain.

Baca Juga: Menemukan Kista Ovarium Saat Hamil, Tindakan Apa yang Harus Dilakukan?

Pengobatan Kista Ganglion

Pengobatan kista ganglion.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pada umumnya, jika benjolan di tangan tidak menimbulkan sakit, kista ganglion dapat mengempis spontan. Masalahnya adalah jika kista menyakitkan.

Moms harus membatasi aktivitas menggunakan persendian tersebut. Apabila rasa sakitnya tak tertahan, ada beberapa pilihan pengobatan yang tersedia.

1. Pengamatan

Salah satu pengobatan kista ganglion tanpa operasi adalah melakukan pengamatan.

Karena ganglion tidak bersifat kanker dan dapat menghilang pada waktunya, jika Moms tidak memiliki gejala, dokter mungkin menyarankan untuk menunggu dan mengawasi untuk memastikan tidak terjadi perubahan yang tidak biasa.

2. Imobilisasi

Aktivitas sering menyebabkan kista ganglion membesar dan juga meningkatkan tekanan pada saraf, sehingga menyebabkan nyeri.

Penahan atau belat pergelangan tangan dapat meredakan gejala dan menyebabkan ukuran ganglion mengecil.

Saat rasa sakit berkurang, dokter mungkin meresepkan latihan untuk memperkuat pergelangan tangan dan meningkatkan rentang gerak.

Baca Juga: Seluk-Beluk Kista Ginjal: Gejala dan Komplikasinya

3. Aspirasi

Jika kista ganglion menyebabkan rasa sakit yang hebat atau aktivitas yang sangat terbatas, cairan mungkin terkuras darinya.

Prosedur ini disebut aspirasi. Daerah di sekitar kista mati rasa dan kista ditusuk dengan jarum agar cairan bisa keluar.

Aspirasi sering kali gagal menghilangkan kista ganglion karena "akar" atau sambungan ke sendi atau selubung tendon tidak diangkat.

Ganglion bisa seperti gulma yang akan tumbuh kembali jika akarnya tidak dicabut. Dalam banyak kasus, kista ganglion kembali setelah prosedur aspirasi.

Prosedur aspirasi paling sering direkomendasikan untuk ganglion yang terletak di bagian atas pergelangan tangan.

“Pasien bisa menggunakan alat bantu ortopedi dan jika perlu diresepkan obat anti radang untuk mengurangi rasa sakit. Jika itu sangat mengganggu, bisa dilanjutkan dengan prosedur medis yang lain,” terang dr Cardone, seraya menyebutkan aspirasi atau pengeluaran cairan dengan jarum suntik dan bedah pengangkatan kista sebagai solusi lanjut.

Itulah serba-serbi tentang kista ganglion yang mengganggu persendian Moms. Semoga Moms dihindarkan dari penyakit ini, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait