Kesehatan Umum

13 Oktober 2021

Sakit Perut Parah, Ini 9 Penyebab Kolik Abdomen dan Cara Mengatasinya

Mulai dari dehidrasi hingga peradangan usus, ketahui penyebab kolik abdomen di sini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Karla Farhana

Pernah mengalami sakit perut tiba-tiba yang sangat tajam, bahkan hingga tidak bisa bergerak? Bisa jadi itu gejala kolik abdomen, Moms.

Kolik abdomen dapat terjadi pada siapa saja dan umumnya bukan masalah kesehatan yang serius.

Namun, jika gejala ini cukup sering terjadi, bisa jadi ada masalah kesehatan yang menjadi penyebabnya.

Pada kebanyakan kasus, gejala sakit perut parah ini dapat membaik seiring waktu, dibantu dengan perawatan rumahan.

Namun, jika penyebabnya adalah masalah medis tertentu, pengobatan lebih lanjut mungkin diperlukan.

Baca juga: 13 Bahan yang Bisa Moms Jadikan Obat Sakit Perut Alami

Berbagai Penyebab Kolik Abdomen

Sebenarnya, cukup sulit untuk mendiagnosis secara pasti apa penyebab dari kolik abdomen. Sebab, seringkali rasa nyeri yang terjadi hanya sebentar dan tidak konsisten.

Berikut beberapa hal yang kemungkinan bisa menjadi penyebab kolik abdomen.

1. Dehidrasi

Obat Alami untuk Mengatasi Kelelahan - air putih.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pada beberapa kasus, kolik abdomen bisa terjadi karena masalah yang mudah diatasi seperti dehidrasi.

Kehilangan elektrolit akibat dehidrasi yang disebabkan keringat, muntah, dan diare dapat menyebabkan kejang otot di seluruh tubuh, termasuk perut.

Hal ini terjadi karena otot membutuhkan elektrolit seperti kalsium, potasium, dan magnesium untuk bekerja dengan baik.

Ketika kadar elektrolit ini rendah, otot mulai bekerja secara tidak normal dan tegang.

2. Gas Berlebih dalam Perut

penyebab perut terasa kembung-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ini adalah kemungkinan penyebab paling umum dari kolik abdomen. Pada beberapa kondisi, gas berlebih dalam perut dapat menyebabkan nyeri ringan hingga berat.

Beberapa masalah yang dapat menyebabkan adanya gas berlebih dalam perut adalah:

3. Virus Perut

kolik abdomen

Foto: bbc.com

Virus perut, seperti norovirus, dapat menyebabkan kram hebat yang mungkin datang dan pergi.

Kram perut biasanya disertai dengan muntah, yang mungkin dapat membuat nyeri sedikit mereda.

Gejala infeksi virus perut bisa berlangsung selama beberapa hari. Beberapa orang juga mengalami demam atau nyeri otot.

Sangat penting untuk minum banyak air saat mengalami nyeri perut. Jika gejalanya memburuk atau muncul tanda dehidrasi, segera pergi ke dokter.

Baca juga: 6 Fungsi Usus Besar dalam Pencernaan Makanan Manusia

4. Nyeri dan Cedera Otot Perut

kolik abdomen

Foto: medicalnewstoday.com

Penggunaan otot perut yang berlebihan, gaya hidup yang tidak banyak bergerak, atau trauma karena jatuh atau cedera lainnya dapat menyebabkan nyeri pada otot perut atau punggung.

Cedera ini dapat menyebabkan kolik abdomen dengan nyeri yang datang dan pergi.

Nyeri perut yang muncul biasanya hanya pada posisi tertentu. Misalnya saat mengangkat, atau setelah berolahraga, bisa menjadi tanda adanya cedera otot.

Cedera otot bukanlah keadaan darurat medis. Kebanyakan orang dapat mengobati cedera otot di rumah dengan istirahat, kompres panas dan dingin, serta pijatan lembut.

5. Batu Empedu

Kenali Lebih Dalam Tentang Gejala, Pengobatan, dan Komplikasi Batu Empedu.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Nyeri di perut kanan atas yang datang dan pergi bisa menandakan adanya masalah pada kantong empedu, seperti batu empedu.

Batu empedu dapat menyumbat saluran kantung empedu, membuat sistem pencernaan lebih sulit bekerja.

Kondisi ini dapat membuat penderitanya mengalami sakit perut parah setelah makan selama beberapa jam, kemudian menghilang. Hal ini terutama setelah mengonsumi makanan tinggi lemak.

Batu empedu terkadang menghilang dengan sendirinya. Namun jika tidak, ini dapat memblokir saluran empedu, yang dapat memengaruhi fungsi hati.

Batu empedu yang tidak diobati juga dapat menyebabkan masalah pada pankreas.

6. Bisul Perut (Ulkus Peptikum)

urutan sistem pencernaan manusia lambung

Foto: Orami Photo Stock

Bisul perut atau ulkus peptikum adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan luka terbuka di lambung.

Gejalanya dapat bervariasi, tetapi seringkali termasuk rasa sakit parah atau kolik abdomen, disertai mual, dan muntah.

Kebanyakan tukak lambung disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori atau penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid.

Hal ini diungkapkan dalam studi pada 2015 yang diterbitkan di jurnal American Family Physician.

Bakteri tersebut dapat mengiritasi dan mengubah lapisan mukosa pelindung saluran pencernaan.

Selain infeksi bakteri H. pylori, penyebab lainnya adalah penggunaan jangka panjang obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen.

Baca juga: Kenali 8 Gangguan Sistem Pencernaan dan Gejalanya

7. Radang Perut (Gastritis)

penyakit gastritis-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Peradangan pada lapisan lambung atau disebut juga gastritis, dapat menjadi salah satu penyebab kolik abdomen.

Ini adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh banyak hal. Mulai dari konsumsi alkohol, penggunaan NSAID, hingga infeksi H. pylori.

Dalam beberapa kasus, gastritis juga bisa bersifat idiopatik, alias tidak ada penyebab pastinya.

Selain rasa sakit di perut bagian atas, gejala gastritis lainnya termasuk merasa kembung, cepat kenyang, nafsu makan berkurang, mual, dan muntah.

8. Gastroparesis

kolik abdomen

Foto: askthescientist.com

Gastroparesis adalah suatu kondisi di mana lambung lambat untuk mengosongkan isinya ke dalam usus halus.

Menurut studi 2015 di Journal of Clinical Gastroenterology, kondisi ini umum terjadi pada penderita diabetes, tetapi juga dapat terjadi secara idiopatik.

Selain nyeri perut yang menyebar atau kram, gejala gastroparesis lainnya termasuk mual, rasa kenyang, dan muntah setelah makan.

Dalam kasus yang parah, seseorang mungkin kehilangan berat badan.

9. Penyakit Radang Usus (Inflammatory Bowel Disease/IBD)

Mengenal Radang Usus - penyebab radang usus.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit radang usus juga bisa menjadi penyebab kolik abdomen. Kondisi ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Gejala khas penyakit Crohn termasuk sakit perut parah disertai dengan diare tidak berdarah. Sementara itu, gejala utama kolitis ulserativa termasuk kolik abdomen dan diare berdarah.

Bagaimana Mengatasi Kolik Abdomen?

5 Jenis Obat Alami untuk Meredakan Sakit Perut, Coba Sekarang.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kolik abdomen bisa terjadi secara tiba-tiba dan mengganggu aktivitas. Sebagai langkah penanganan pertama, ada beberapa cara yang bisa dicoba di rumah, yaitu:

1. Kompres Hangat

Kompres hangat dapat membantu mengendurkan otot perut. Ini sangat membantu jika penyebab dari kolik abdomen adalah ketegangan atau cedera pada otot.

Baca juga: Mengenal Urutan Sistem Pencernaan Manusia Bersama Si Kecil, yuk, Moms!

2. Pijatan Lembut

Memijat otot perut dapat membantu mengendurkan otot yang tegang dan meredakan nyeri. Namun, pastikan untuk memijat perlahan saja atau tidak terlalu kuat, ya.

3. Teh Chamomile

Chamomile dapat digunakan untuk menenangkan sakit perut dan dapat membantu mengatasi kram akibat kolik abdomen.

Ini juga dianggap sebagai penanganan rumahan untuk perut kembung.

4. Minum Air Putih yang Banyak

Jika sakit perut yang dialami terjadi karena dehidrasi, mengisi kembali cairan tubuh dan elektrolit dapat membantu.

Cobalah minum air putih lebih banyak, mengonsumsi minuman elektrolit, atau makan buah pisang.

Namun, berhati-hatilah jika Moms memiliki riwayat gagal ginjal, karena beberapa elektrolit, terutama kalium, dapat naik ke tingkat yang berbahaya dengan suplemen.

5. Minum Antasida

Kenaikan asam lambung dapat menyebabkan gastritis, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kolik abdomen.

Dalam kasus-kasus ini, minum antasida atau inhibitor pompa proton OTC dapat membantu meredakan nyeri perut dengan mengurangi asam lambung.

6. Istirahat

Baik itu karena ketegangan pada otot atau penyebab lainnya, cobalah untuk perbanyak istirahat dan hentikan semua aktivitas saat mengalami kolik abdomen.

Istirahat yang cukup dapat membantu membuat tubuh lebih rileks.

Baca juga: Polip Usus, Cari Tahu Pengertian, Penyebab, dan Gejalanya Yuk Moms!

Itulah pembahasan mengenai kolik abdomen, beberapa kemungkinan penyebab, serta cara mengatasinya.

Jika cara-cara tersebut tak kunjung membuat nyeri mereda, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Dengan segera memeriksakan diri ke dokter, Moms bisa mengetahui kemugnkinan penyebab dari sakit perut parah yang dialami.

Hal ini juga dapat membuat penanganan bisa dilakukan dengan cepat.

  • https://www.aafp.org/afp/2015/0215/p236.html
  • https://journals.lww.com/jcge/Abstract/2015/08000/Gastroparesis__A_Review_of_Current_Diagnosis_and.6.aspx
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/325078
  • https://www.healthline.com/health/stomach-spasms
  • https://www.verywellhealth.com/stomach-problems-causes-1945283
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait