Kesehatan Umum

2 Desember 2021

Penyebab dan Cara Mengatasi Keringat Berlebih atau Hiperhidrosis

Kondisi ini juga dinamakan hiperhidrosis
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Setiap orang tentunya mengalami kondisi tubuh yang berkeringat. Tetapi, pada beberapa orang ada yang memiliki kondisi keringat berlebih atau hiperhidrosis.

Mengutip Medline Plus, orang dengan hiperhidrosis bisa berkeringat secara berlebihan dan tidak terduga. Orang dengan hiperhidrosis dapat berkeringat bahkan ketika suhu dingin atau ketika sedang istirahat.

Yuk, cari tahu penyebab dan bagaimana cara mengatasi keringat yang berlebihan ini, Moms.

Baca Juga: Punya Telapak Tangan Berkeringat? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala Hiperhidrosis

hyperhidrosis.jpg

Foto: everydayhealth

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan dalam National Center for Biotechnology Information, U.S National Library of Medicine, hiperhidrosis merupakan gangguan keringat berlebih akibat stimulasi berlebihan reseptor kolinergik pada kelenjar ekrin.

Gangguan ini ditandai dengan berkeringat melebihi apa yang digunakan tubuh untuk pengaturan suhu homeostatik. Kelenjar ekrin terkonsentrasi di area seperti aksila, telapak tangan, telapak kaki, dan wajah.

Oleh karena itu, ini adalah area yang paling sering dikaitkan dengan hiperhidrosis.

Episode keringat berlebih terjadi setidaknya seminggu sekali tanpa alasan yang jelas dan berpengaruh pada kehidupan sosial atau aktivitas sehari-hari.

Berikut beberapa gejala yang menjadi tanda Moms memiliki keringat berlebih:

Orang dengan hiperhidrosis juga mungkin ditandai dengan mengalami hal-hal berikut:

  • Masalah kulit yang mengiritasi dan menyakitkan, seperti infeksi jamur atau bakteri
  • Khawatir memiliki pakaian bernoda
  • Enggan melakukan kontak fisik atau interaksi manusia
  • Menarik diri secara sosial, terkadang menyebabkan depresi
  • Menghabiskan banyak waktu setiap hari untuk mengatasi keringat, seperti mengganti pakaian, menyeka, meletakkan serbet atau pembalut di bawah lengan, mencuci, mengenakan pakaian tebal, atau gelap
  • Khawatir berlebih tentang bau badan

Baca Juga: 13 Obat Biang Keringat pada Bayi untuk Atasi Masalah Kulit Si Kecil

Penyebab Hiperhidrosis

penyebab hiperhidrosis

Foto: Orami Photo Stock

Dikutip dari Mayo Clinic, bentuk paling umum dari hiperhidrosis disebut hiperhidrosis fokal primer (esensial).

Dengan tipe ini, saraf yang bertanggung jawab untuk memberi sinyal pada kelenjar keringat menjadi terlalu aktif, meskipun tidak dipicu oleh aktivitas fisik atau kenaikan suhu.

Namun ketika stres atau gugup, masalahnya menjadi lebih buruk. Jenis ini biasanya memengaruhi telapak tangan dan telapak kaki dan terkadang wajah Moms.

Tidak ada penyebab medis untuk jenis hiperhidrosis ini. Kondisi ini mungkin didasari oleh faktor keturunan karena kadang-kadang berjalan dalam keluarga.

Sementara itu, hiperhidrosis sekunder terjadi ketika keringat berlebih disebabkan oleh kondisi medis. Ini adalah tipe yang kurang umum.

Kondisi ini lebih mungkin menyebabkan keringat di seluruh tubuh Moms. Beberapa hal yang dapat menyebabkan keringat berlebih pada seluruh tubuh meliputi:

  • Diabetes
  • Hot flashes (berkeringat dan merasa panas ketika masa menopause)
  • Masalah tiroid
  • Gula darah rendah
  • Beberapa jenis kanker
  • Serangan jantung
  • Gangguan sistem saraf
  • Infeksi
  • Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan keringat berlebih, seperti halnya penggunaan obat jenis opioid

Baca Juga: Waspada 5 Penyakit yang Ditandai dengan Keringat Dingin, Bahaya Moms!

Komplikasi Hiperhidrosis

komplikasi hiperhidrosis

Foto: Orami Photo Stock

Adanya keringat berlebih ini tak bisa disepelekan, lho.

Hal ini karena terdapat beberapa komplikasi yang mungkin muncul apabila hiperhidrosis tak segera diobati.

Komplikasi tersebut dapat meliputi:

  • Infeksi: orang yang berkeringat banyak lebih rentan terhadap infeksi kulit.
  • Efek sosial dan emosional: memiliki tangan yang lembap atau basah kuyup dan pakaian yang basah oleh keringat bisa jadi memalukan. Kondisi ini pun dapat memengaruhi pekerjaan dan tujuan pendidikan seseorang.

Cara Mendiagnosis Adanya Keringat Berlebih

diagnosis hiperhidrosis

Foto: Orami Photo Stock

Dalam mendiagnosis adanya keringat berlebih, dokter biasanya akan menanyakan tentang riwayat dan gejala medis yang Moms alami.

Moms mungkin juga memerlukan pemeriksaan fisik atau tes untuk mengevaluasi lebih lanjut penyebab keringat berlebih.

Adapun pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis hiperhidrosis, yakni:

  • Tes laboratorium

Dokter mungkin merekomendasikan tes darah, urin atau tes laboratorium lainnya untuk melihat apakah keringat Moms disebabkan oleh kondisi medis lain, seperti tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) atau gula darah rendah (hipoglikemia).

  • Tes keringat

Sejumlah tes tersedia untuk menentukan area yang berkeringat dan memperkirakan tingkat keparahan kondisi Moms. Misalnya tes pati yodium, konduktansi kulit, dan tes keringat termoregulasi.

Baca Juga: Pahami Jenis dan Fungsi Melakukan Tes Darah untuk Kesehatan

Cara Mengatasi Keringat Berlebih

Cara mengobati hiperhidrosis atau keringat berlebih ini tergantung pada jenis hiperhidrosis dan di mana lokasi keringat berlebih ini terjadi pada tubuh.

Dokter kulit juga akan mempertimbangkan kesehatan secara keseluruhan dan faktor-faktor lain.

Mengutip American Academy of Dermatology, berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk dapat mengatasi keringat berlebih pada seseorang.

1. Antiperspiran

mengatasi keringat berlebih-antiperspiran.jpeg

Foto: earth911

Ini mungkin perawatan pertama yang direkomendasikan dokter kulit. Selain terjangkau, jika digunakan sesuai petunjuk, antiperspiran bisa menjadi cara mengatasi keringat berlebih yang efektif.

Dokter kulit dapat merekomendasikan antiperspiran reguler atau khusus klinis. Beberapa pasien bisa memerlukan antiperspiran yang lebih kuat dan perlu menggunakan resep dengan memberikan antiperspiran yang mengandung aluminium klorida.

Antiperspiran yang diresepkan ini biasanya diterapkan pada kulit yang memiliki keringat berlebih sebelum tidur. Kemudian, Moms perlu mencucinya ketika bangun.

Berhati-hatilah selama pemakaian agar tidak masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Deodorant untuk Memutihkan Ketiak, Yuk Coba!

2. Iontophoresis

mengatasi keringat berlebih-iontophoresis.png

Foto: wikimedia.org

Jika keringat berlebih terjadi pada daerah tangan, kaki, atau keduanya, menggunakan iontophoresis bisa menjadi pilihan untuk mengatasi keringat berlebih.

Moms bisa menggunakan perawatan ini di rumah, cukup dengan merendam tangan dan/atau kaki dalam panci berisi air. Ketika direndam, akan digunakan perangkat medis yang mengirimkan arus tegangan rendah pada air.

3. Suntik Botox

mengatasi keringat berlebih-botox.jpg

Foto: medicalnewstoday

Suntik botox (botulinum toxin) ternyata juga dapat menjadi cara mengatasi keringat berlebih. Dokter kulit dapat menyuntikkan obat ini ke dalam ketiak dalam jumlah sangat sedikit untuk memblokir sementara saraf yang menyebabkan keringat.

Dalam jurnal Deutsches Arzteblatt International, penggunaan botox merupakan perawatan yang konservatif atau tradisional, selain iontophoresis dan penggunaan antiperspiran.

Kulit yang berkeringat berlebih akan dibekukan atau dibius terlebih dahulu. Setiap area tubuh yang terkena akan membutuhkan beberapa suntikan.

Cara ini bisa memberikan sedikit rasa sakit atau ketidaknyamanan, seperti kelemahan otot sementara pada pasien yang menjalani pengobatannya.

Jika Moms menjalani prosedur ini, efeknya dapat bertahan 6 hingga 12 bulan, dan kemudian perawatan perlu diulang.

Baca Juga: Cara Menghilangkan Bau Badan, Patut Dicoba!

4. Memakai Perangkat Medis untuk Menghancurkan Kelenjar Keringat

mengatasi keringat berlebih-gadget.jpg

Foto: medicalnewstoday

Ini adalah perawatan yang paling baru yang telah disetujui oleh U.S Food and Drug Administration. Mengatasi keringat berlebih dengan cara ini perlu dilakukan oleh dokter medis seperti dokter kulit.

Cara ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang memancarkan energi elektromagnetik. Energi ini kemudian menghancurkan kelenjar keringat pada ketiak, dalam 1-2 kali kunjungan.

Namun, terkait dengan keamanannya, efek samping, atau risiko jangka panjang dan pendek dalam mengobati hiperhidrosis, masih belum banyak informasi yang bisa diketahui.

Itu dia Moms, cara mengatasi keringat berlebih yang bisa dilakukan. Jika Moms merasa memiliki kondisi ini, segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat, ya.

  • https://medlineplus.gov/ency/article/007259.htm
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459227/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperhidrosis/symptoms-causes/syc-20367152
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperhidrosis/diagnosis-treatment/drc-20367173
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/182130
  • https://www.aad.org/public/diseases/a-z/hyperhidrosis-treatment
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2695293/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait