Newborn

6 September 2021

Penyebab Laringomalasia, Membuat Nafas Bayi Terdengar Seperti Dengkuran

Dalam kondisi tertentu diperlukan pembedahan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Laringomalasia adalah penyebab umum pernapasan pada bayi sehingga terdengar seperti sedang mendengkur.

Kondisi ini terjadi ketika laring (atau kotak suara) bayi lunak dan terkulai. Saat bayi menarik napas, bagian laring di atas pita suara jatuh dan menghalangi jalan napas bayi untuk sementara. Jadi, suara bayi seperti dengkuran.

Lalu, apa ya penyebab suara napas bayi terdengar sangat berisik seperti dengkuran? Apakah berbahaya bagi bayi dan membutuhkan pengobatan serius? Simak selengkapnya, Moms.

Baca Juga: Mengenal Hemangioma, Tumor Jinak pada Bayi yang Bisa Ganggu Pernapasan

Penyebab Laringomalasia Belum Diketahui Secara Pasti

penyebab laringomalasia

Foto: Orami Photo Stock

Masih belum diketahui secara jelas mengapa bayi dapat mengalami laringomalasia.

Menurut para ahli respiratori anak di Rumah Sakit Anak Monroe Carell Jr Vanderbilt, Nashville, Texas, kondisi ini dianggap sebagai perkembangan abnormal tulang rawan laring atau bagian lain dari pita suara.

Penyebabnya diduga akibat dari kondisi neurologis yang memengaruhi saraf pita suara.

Jika disertai penyakit GERD, kondisi ini dapat menyebabkan pernapasan bayi menjadi lebih buruk.

Penyebab lainnya diduga merupakan kelainan yang diturunkan oleh orang tua, meskipun bukti untuk penyebab ini masih belum cukup kuat.

Terkadang kelainan bawaan ini juga dihubungkan dengan cacat lahir tertentu, seperti disgenesis gonad dan sindrom Costello.

Namun, anggota keluarga dengan sindrom tertentu tidak selalu memiliki gejala yang sama dan tidak semuanya menyebabkan laringomalasia.

Baca Juga: Mengenal Harlequin Ichthyosis, Kondisi Kulit Bersisik pada Bayi yang Bisa Bikin Susah Bernapas

Tanda dan Gejala Laringomalasia pada Bayi

tanda laringomalasia

Foto: Orami Photo Stock

Bayi yang lahir dengan laringomalasia dapat menunjukkan gejala sesaat setelah dilahirkan.

Bahkan gejalanya menjadi semakin jelas hanya dalam beberapa minggu pertama kehidupan.

Tidak jarang, pernapasan yang terdengar seperti dengkuran ini memburuk sebelum kemudian membaik dengan sendirinya, biasanya sekitar 4-8 bulan.

Dirangkum dari data Genetic and Rare Disease Information Center, beberapa gejala yang ditunjukkan bayi 18-20 bulan dengan laringomalasia meliputi:

  • Mengi atau napas terdengar grok grok. Sering kali menjadi lebih buruk ketika bayi sedang menyusu, gelisah, menangis atau tidur telentang.
  • Kesulitan makan.
  • Suara bernada tinggi.
  • Berat badan buruk.
  • Sering tersedak saat makan.
  • Sleep apnea.
  • Sianosis atau membiru.
  • Menarik leher dan dada setiap bernapas.
  • Aspirasi (menghirup makanan ke paru-paru).
  • Refluks gastroesofagus.

Baca Juga: Bayi Mengeluarkan Suara Saat Tidur Apakah Normal?

Tingkat Keparahan Laringomalasia

tingkat keparahan laringomalasia pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Laringomalasia memiliki berbagai tingkat keparahan, mulai dari ringan, sedang atau berat. Menurut data yang diperoleh dari Children's Hospital, sekitar 99 persen bayi dengan laringomalasia memiliki laringomalasia ringan atau sedang.

Meski demikian, Moms tetap perlu waspada dan memahami tingkat keparahan laringomalasia pada bayi berikut ini.

1. Laringomalasia Ringan

Bayi dengan laringomalasia ringan memiliki pernapasan yang bising (stridor inspirasi). Tidak ada obstruksi jalan napas yang signifikan, tidak ada kesulitan makan, atau gejala lain yang berhubungan dengan laringomalasia.

Pernapasan bayi yang bising mungkin terasa mengganggu, tetapi tidak menyebabkan masalah kesehatan lainnya.

Bayi dengan laringomalasia ringan biasanya akan membaik dengan sendirinya pada usia 12 hingga 18 bulan.

Meskipun bayi Moms mungkin menderita laringomalasia ringan, tetap penting untuk selalu memperhatikan tanda dan gejala laringomalasia karena bisa saja memburuk sewaktu-waktu.

2. Laringomalasia Sedang

laringomalasia sedang

Foto: Orami Photo Stock

Bayi dengan laringomalasia sedang memiliki pernapasan yang bising atau stridor inspirasi. Mereka mungkin juga mengalami:

  • Kesulitan makan tanpa penambahan berat badan yang buruk (gagal tumbuh)
  • Regurgitasi makanan (muntah atau gumoh)
  • Tersedak makanan
  • Refluks gastroesofageal (memuntahkan asam dari lambung)
  • Retraksi dada dan/atau leher ringan hingga sedang (dada dan/atau leher tenggelam saat bernapas), tetapi tidak ada distres berat

Bayi dengan laringomalasia sedang biasanya akan membaik pada usia 12 hingga 18 bulan, tetapi mungkin memerlukan pengobatan untuk refluks gastroesofageal.

Jika asam lambung mencapai bagian atas kerongkongan dan kotak suara, kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan jaringan floppy di atas pita suara.

Oleh karena itu, bayi dengan laringomalasia sedang atau berat biasanya akan membutuhkan obat oral untuk mengobati refluks gastroesofageal.

3. Laringomalasia Parah

Bayi dengan laringomalasia berat memiliki pernapasan yang bising atau stridor inspirasi. Mereka mungkin juga mengalami gejala berikut:

  • Kesulitan makan dengan penambahan berat badan yang buruk (gagal berkembang)
  • Retraksi dada dan/atau leher yang signifikan (dada dan/atau leher tenggelam saat bernapas)
  • Sianosis signifikan (berubah menjadi biru)
  • Apnea yang mengancam jiwa (jeda saat bernafas)
  • Masalah jantung atau paru-paru akibat kekurangan oksigen kronis (oksigen rendah)
  • Gejala saluran napas cukup parah sehingga perlu mendapatkan perawatan unit gawat darurat atau rumah sakit

Laringoalasia yang parah hanya terjadi sekitar satu persen pada bayi dan ini biasanya memerlukan pembedahan.

Baca Juga: Bayi Ngorok saat Tidur, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Diagnosis Laringomalasia pada Bayi

diagnosis laringomalasia

Foto: Orami Photo Stock

Dokter sering mencurigai laringomalasia saat lahir atau segera setelahnya berdasarkan gejala dan pemeriksaan bayi. Dalam memastikan diagnosis, spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) anak akan melakukan prosedur yang disebut laringoskopi fleksibel.

Untuk melakukan ini, dokter memasukkan tabung tipis melalui hidung atau mulut bayi untuk melihat jalan napas dan pita suara di kotak suara.

Dokter mungkin memeriksa kadar oksigen dan memerintahkan tes lain untuk memeriksa masalah menelan atau GER.

Tak hanya sampai di situ, dokter mungkin ingin melakukan tes diagnostik lanjutan untuk mengevaluasi sejauh mana masalah pernapasan memengaru Si Kecil dan untuk melihat apakah saluran napas bagian bawah terpengaruh. Tes ini mungkin termasuk:

  • Rontgen leher
  • Fluoroskopi saluran napas
  • Mikrolaringoskopi dan bronkoskopi (MLB)
  • Esophagogastroduodenoscopy (EGD) dan pemeriksaan pH
  • Evaluasi endoskopi fungsional menelan (FEES).

Baca Juga: 9 Fakta di Balik Kebiasaan Bayi Memasukkan Tangan ke Mulut, Yuk Cek!

Laringomalasia Umumnya Tidak Membutuhkan Pengobatan Serius

laringomalasia penyebab nafas bayi terdengar grok grok 3

Foto: nurse.org

Dalam kebanyakan kasus, penyebab laringomalasia pada bayi bukanlah kondisi serius.

Meskipun kondisi ini dapat membuat nafas bayi berisik, Moms tidak perlu terlalu khawatir selama bayi tetap bisa makan dan tumbuh dengan cukup baik.

Kebanyakan bayi dengan laringomalasia juga akan sembuh tanpa operasi ketika mereka berusia 18-20 bulan.

Akan tetapi, jika bayi dengan laringomalasia mengalami kesulitan bernapas, makan, dan menambah berat badan.

Maka gejala-gejala tersebut harus segera mendapatkan tindakan serius.

Umumnya untuk menangani laringomalasia yang lebih serius dokter akan menyarankan tindakan operasi yang dilakukan sebelum bayi berusia 1 tahun.

Pembedahan ini disebut dengan supraglottoplasty. Dokter melakukan prosedur tersebut melalui mulut bayi untuk mengencangkan jaringan floppy di atas kotak suara. Tindakan ini akan meningkatkan pemberian makan dan pernapasan bayi.

Itulah informasi seputar laringomalasia pada bayi yang perlu Moms pahami. Semoga bermanfaat, ya.

  • https://kidshealth.org/en/parents/laryngomalacia.html
  • https://www.nationwidechildrens.org/conditions/laryngomalacia
  • https://www.chop.edu/conditions-diseases/laryngomalacia
  • https://www.childrenshospitalvanderbilt.org/medical-conditions/laryngomalacia
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait