Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
30 Juni 2020

5 Konflik yang Biasa Terjadi pada Pernikahan Beda Budaya

Menyatukan budaya yang berbeda bukan perkara mudah
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Serenata Kedang
Disunting oleh Intan Aprilia

Pernikahan memang tak bisa lepas dari masalah. Tapi, coba diingat-ingat lagi, apakah Moms dan pasangan kerap kali berselisih paham hanya karena berbeda pendapat mengenai suatu hal?

Mungkin ketika Moms bertikai dengan pasangan, pengaruh beda budaya adalah alasan mengapa Moms memiliki pandangan yang berbeda dengan pasangan.

Meski merasa memiliki karakteristik yang sama, pengalaman hidup, lingkungan dan ajaran yang didapatkan mulai dari kecil tidak mungkin sama.

Sadarkah Moms kalau faktor budaya ini yang kerap kali menjadi masalah dalam pernikahan yang sudah dibina selama ini?

Konflik dalam Pernikahan Beda Budaya

Dikutip dari penelitian Institut Agama Islam Negeri Purwokerto tahun 2016, pernikahan beda budaya adalah suatu pernikahan yang terjadi antara pasangan yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, di mana terdapat penyatuan pola pikir dan cara hidup yang berbeda, yang bertujuan untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Dijelaskan, problem yang umumnya dihadapi pasangan beda budaya mayoritas sama, yakni dikarenakan sebelum pasangan mengikat janji suci, keduanya belum terlalu mempelajari lebih dalam mengenai latar belakang masing-masing sehingga timbul gesekan karena ketidaktahuan tersebut.

Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan konflik yang biasa terjadi pada pasangan yang menikah dengan perbedaan budaya.

1. Kesulitan Berkomunikasi

konflik pernikahan beda budaya 1.jpg

Foto: pexels.com

Masalah awal yang biasanya terjadi pada pasangan dengan pernikahan beda budaya adalah kesulitan berkomunikasi.

Kerap kali, maksud yang dituju adalah sama, tapi penyampaian yang salah membuahkan perselisihan yang menguras emosi.

Dalam situasi seperti ini, masing-masing pasangan harus lebih banyak bertoleransi dan mengedepankan rasa saling pengertian agar pesan yang dimaksud akhirnya tersampaikan dengan baik. Intinya, usahakan untuk selalu berpikiran positif ya, Moms.

Baca Juga: Agar Pernikahan Langgeng, Ikuti 5 Tips Komunikasi dengan Pasangan Seperti Ini

2. Perbedaan Pola Pikir

konflik pernikahan beda budaya 2.jpg

Foto: pexels.com

Riset yang dipublikasikan di situs Research Gate berjudul Potensi Konflik Perkawinan Lintas Budaya Perempuan Indonesia dan Laki-Laki Bule, menunjukkan bahwa pada dasarnya konflik yang mendera pasangan dengan pernikahan beda budaya adalah perbedaan pola pikir.

Perbedaan cara berpikir menjadi kendala yang cukup berarti pada awal pernikahan, di mana masing-masing pasangan dituntut untuk sudah saling mengetahui cara berpikir satu sama lain dengan waktu cepat.

Kendala seperti ini memang butuh proses untuk dipecahkan, namun percayalah semakin banyak Moms berinteraksi dengan pasangan, masing-masing akan saling belajar untuk beradaptasi.

3. Ketidaksepahaman Mengenai Prinsip Hidup

Konflik dalam Pernikahan Beda Budaya  3.jpg

Foto: freepik.com

Acap kali perbedaan tujuan hidup menimbulkan permasalahan yang rumit dalam kehidupan rumah tangga.

Visi dan misi yang berbeda dalam menghadapi suatu konflik pernikahan, seperti sosial, psikologis, dan finansial menimbulkan cekcok yang berkepanjangan.

Untuk mengatasinya, solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mengambil jalan tengah yakni berbicara dari hati ke hati.

Tidak ada persoalan yang bisa diselesaikan dengan cara bertengkar dan saling emosi.

Temukan akar masalah paling krusial yang harus diselesaikan dan temukan solusinya dengan berbicara bersama pasangan sesegera mungkin.

Baca Juga: Anti Bosan, Ini 6 Tips Pernikahan Langgeng Hingga Tua

4. Kendala Pola Asuh Anak

Konflik dalam Pernikahan Beda Budaya 4.jpg

Foto: freepik.com

Terkait pola asuh, pengajaran yang diberlakukan untuk anak seringkali berhubungan erat dengan pengalaman yang dibawa masing-masing pasangan saat ia kecil dulu.

Pria umumnya menerapkan pola pengajaran disiplin sedangkan wanita lebih mengedepankan empati kepada anak.

Perbedaan seperti ini seringkali menjadi kerikil kecil dalam hidup berumah tangga untuk pasangan beda budaya.

Intinya, ketika menghadapi masalah seperti ini, Moms harus tetap menyeimbangkan momen berbagi kasih sayang dan menyiapkan masa depannya.

Arahkan anak untuk bertindak dengan mandiri tanpa mengendurkan dukungan yang orang tua berikan pada Si Kecil terlepas pada akhirnya ia mampu melewati masa-masa tersebut atau tidak.

5. Hubungan dengan Keluarga

Konflik dalam Pernikahan Beda Budaya 5.jpg

Foto: freepik.com

Sukar berkomunikasi dengan keluarga dari pasangan serta lingkungan sosialnya adalah konflik paling umum dirasakan pasangan beda budaya.

Mengingat dalam pepatah, pernikahan bukan hanya sekadar menyatukan dua kepribadian yang berbeda, namun juga dua keluarga dari latar belakang yang berbeda.

Masing-masing keluarga memiliki peraturan sendiri di dalam rumah, sehingga kadang perbedaan kebijakan ini membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan di situlah konflik dapat terjadi.

Namun, beberapa pasangan bisa mengatasi hal tersebut karena sikap saling mengerti dan toleransi.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Tanpa Disadari Mengancam Pernikahan

Pada dasarnya, manusia memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungannya secara cepat.

Pernikahan beda budaya seharusnya tidak menjadi beban jika memang pernikahan tersebut didasari oleh cinta.

Ingatlah untuk selalu mengedepankan rasa empati, saling pengertian, dan fleksibilitas dalam membina hubungan rumah tangga ya, Moms.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait