Kesehatan

28 Juni 2021

Kostokondritis, Penyebab Nyeri Dada pada Balita

Kostokondritis berbeda dengan serangan jantung
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Karla Farhana

Ketika Si Kecil mengeluh sakit di dada, Moms mungkin akan panik karena mengira ia terkena serangan jantung. Padahal, penyebab nyeri dada pada balita bisa juga karena kostokondritis.

Dilansir dari National Health Service, kostokondritis adalah sebuah istilah medis untuk peradangan yang terjadi pada tulang rawan yang menjadi penghubung antara tulang dada dan juga tulang rusuk

Kostokondritis sendiri pun bisa disebut sebagai kondiso pembengkakan yang menyakitkan pada tulang rawan yang menempelkan rusuk ke tulang dada (sternum). Kondisi ini adalah penyebab paling umum nyeri dada pada anak-anak dan remaja, serta lebih sering dialami perempuan daripada laki-laki.

Baca Juga: Benarkah Kopi Memicu Maag? Ini 7 Cara Minum Kopi Agar Tidak Sakit Perut

Tulang dada adalah tulang keras yang bisa Moms rasakan di bagian tengah dada, mulai dari dasar leher sampai ke perut. Tulang rusuk disambungkan ke tulang dada oleh tulang rawan dengan titik yang disebut sendi kostosternal.

Satu atau lebih sendi kostosternal bisa mengalami kostokondritis. Di sinilah nyeri dada terasa. Karena itu, kostokondritis kadang disebut nyeri dinding dada atau sindrom kostosternal.

Perlu diketahui bahwa nyeri dada yang disebabkan oleh kondisi ini sendiri bisa terasa ringan atau bisa juga terasa berat.

Baca Juga: 4 Penyakit Ini Ternyata Muncul karena Gangguan Asam Lambung

Penyebab Nyeri Dada pada Balita

Penyebab Nyeri Dada pada Balita.jpg

Foto: Orabay from Pixabay

Perlu diketahui Moms bahwa penyebab nyeri dada pada balita bukan hanya kostokonditis saja. Ada beberapa kondisi lain yang menjadi penyebab nyeri dada pada anak. Berikut ulasannya!

1. Asam Lambung

Asam lambung juga bisa menjadi salah satu penyebab sakit dada pada anak. Biasanya, asam lambung sendiri bisa sampai naik ke kerongkongan.

Ketika hal itu terjadi, biasnaya ulu hatu terasa seperti terbakar dan mungkin Si Kecil pun merasakan nyeri di dadanya.

Jika Si Kecil mengalami sakit dada usai makan atau ngemil, kemungkinan GERD atau asam lambung bisa menjadi penyebabnya.

2. Asma

Asma pun bisa menjadi salah satu penyebab sakit dada pada anak. Nyeri dada tersebut biasanya hadir dan dirasakan pada sebelum dan selama serangan asma.

Nah, Si Kecil pun bisa merasakan nyeri setelahs erangan asma ketika ia terlalu sering batuk atau menarik napas terlalu dalam.

3. Kostokondritis

Dokter seringkali tidak dapat memastikan penyebab kostokondritis. Namun, terkadang kondisi ini berhubungan dengan:

  • Cedera di rusuk atau tulang dada
  • Ketegangan fisik akibat mengangkat barang berat atau olahraga yang terlalu keras
  • Batuk berulang

Baca Juga: Ini Macam-Macam Nyeri Dada dan Gejalanya yang Harus Diketahui

Gejala Kostokondritis

Gejala Kostokondritis.jpg

Foto: Mladen Borisov on Unsplash

Gejala utama kostokondritis adalah sakit yang tajam dan menusuk. Biasanya nyeri terasa di bagian kiri tulang dada meski bisa juga di kedua sisi.

Menurut situs web KidsHealth, nyeri bisa memburuk ketika Si Kecil:

  • Mengambil napas dalam-dalam
  • Batuk
  • Menggerakkan tubuh bagian atas
  • Menekan area yang sakit

Sakit dada bisa berkurang sedikit jika Si Kecil berhenti bergerak atau mengambil napas yang tidak terlalu dalam. Namun, umumnya nyeri dada tidak hilang sepenuhnya.

Baca Juga: Selain Nyeri Dada, Ini 5 Gejala Lain Serangan Jantung

Perbedaan Kostokondritis dan Serangan Jantung

Perbedaan Kostokondritis dan Serangan Jantung.jpg

Foto: wate.com

Serangan jantung sangat jarang menjadi penyebab nyeri dada pada balita. Bagaimanapun, ini cara membedakan keduanya:

  • Nyeri akibat serangan jantung biasanya lebih meluas dan terasa di bagian tubuh lain, seperti lengan dan leher. Sakitnya juga terasa seperti datang dari bagian bawah tulang dada.
  • Sakit karena kostokondritis biasanya hanya terasa di area kecil di dada dan terasa datang langsung dari pertemuan tulang dada dengan tulang rusuk.

Baca Juga: Tak Selalu Serangan Jantung, Ini 4 Penyakit Lain yang Diawali dengan Nyeri Dada

Cara Menangani Kostokondritis

Cara Menangani Kostokondritis.jpg

Foto: fujikama from Pixabay

Kostokondritis biasanya hilang sendiri tanpa perawatan dalam 2-3 hari. Terkadang bisa berlangsung lebih lama, berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Jika Moms khawatir karena nyerinya tidak kunjung hilang, hubungi dokter.

Untuk sementara, dokter akan merekomendasikan hal-hal sebagai berikut:

  • Obat yang dijual bebas seperti ibuprofen atau naproxen untuk membantu meredakan gejala
  • Menempelkan kompres hangat atau bantalan pemanas yang disetel rendah ke area yang sakit
  • Beristirahat yang cukup
  • Menghindari kegiatan yang memperparah rasa sakit

Baca Juga: 5 Gejala Tak Biasa Migrain pada Anak, Bukan Cuma Sakit Kepala!

Ketika nyeri dada sudah cukup mengganggu biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat seperti;

  • Ibuprofen dan diclofenac sebagai obat antiiflamasi nonsteroid
  • Antidepresan trisiklik seperti amitriptyline
  • Obat anti kejang
  • Suntik korikosteroid di area yang terasa nyeri
  • Serta tramadol sebagai obat pereda nyeri

Selain obat-obatan, dokter pun bisa menyarankan untuk menjalani terapi pada pasien yang disebut dengan transcutaneous electrical nerve stimulation atau TENS.

TENS sendiri memiliki tujuuan untuk menghalangi sintal rasa sakit sehingga tak sampai otak.

Namun, ketika metode yang sudah disebutkan di atas tak lagi mampu untuk meredakan nyeri, biasnaya dokter akan menyarankan untuk melakukan bedah pengangkatan tulang rusuk yang mengalami peradangan tersebut.

Perlu diketahui bahwa operasi adalah pilihan terakhir dalam pengobatan konstokondirtis.

Kapan Harus Membawa Si Kecil ke Dokter?

kostokondritis

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah disebutkan tadi, nyeri dada pada anak sendiri bisa disebabkan oleh berbagai macam kondisi. Sebagian kondisi tidak akan menjadi masalah, namun sebagian lagi memiliki potensi membuat keadaan menjadi memburuk atau fatal.

Jika, mengalami sakit dada disertai dengan mual, keringat dingin dan serta sesak napas, segeralah untuk memeriksakan diri atau Si Kecil ke dokter ya, Moms!

Nah sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter sendiri biasanya akan menanyakan gejala yang dialami oleh Si Kecil. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan emraba tulang rusuk.

Baca Juga: Anak Sering Mengeluh Sakit Perut? Kenali 5 Penyebabnya Disini!

Rasa sakit atau nyeri yang timbul karena kondisi kostokondritis sendiri bisa seperti yang sudah disebutkan sangat mirip dengan nyeri yang diakibatkan oleh penyakit jantung, paru-paru serta sistem pencernaan.

Nah, karena gejalanya yang mirip biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan Echo Jantung, EKG, CT scan, rontgem, atau MRI yang sangat berguna untuk memastikan diagnosis dan kondisi apa yang dimiliki oleh pasien.

Jangan lupa untuk melakukan konsultasi lebih mendalam jika Si Kecil atau mungkin Moms menderita kostokondritis namun masih merasakan nyeri di dada walau sudah mengonsumsi obat yang disarankan dan diberikan oleh dokter.

Moms juga perlu kembali memeriksakan Si Kecil ke dokter ketika ditemukan gejala infeksi. Gejala infeksi sendiri meliputi pembengakakan dan keluar nanah di area rusuk.

Baca Juga: Nyeri di Bagian Dada Saat Hamil, Ini 8 Penyebabnya

Menghindari Kostokondritis

Menghindari Kostokondritis.jpg

Foto: Austin Nicomedez on Unsplash

Karena penyebab kostokondritis tidak jelas, mencegahnya adalah hal mustahil. Namun, menurut situs web Johns Hopkins All Children’s Hospital, Moms bisa membantu Si Kecil menghindarinya.

Banyak kasus penyebab nyeri dada pada balita adalah karena mengangkat barang berat. Misalnya, membawa ransel yang terlalu penuh, terutama dengan satu bahu.

Jadi, jika Si Kecil harus membawa banyak buku, belikanlah ransel yang bisa membagi beban dengan rata di kedua pundak. Pastikan ransel dipakai di kedua bahu, ya, Moms.

  • https://www.nhs.uk/conditions/costochondritis/
  • https://www.hopkinsallchildrens.org/Patients-Families/Health-Library/HealthDocNew/Costochondritis
  • https://kidshealth.org/en/parents/costochondritis.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait