Home & Living

31 Juli 2021

Kucing Muntah Kuning, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jangan panik saat kucing muntah kuning ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms mungkin merasa panik saat melihat kucing muntah kuning. Hal ini sebenarnya sesuatu yang normal jika hanya terjadi sesekali. Namun, ketika terjadi berulang, Moms mungkin harus segera berkonsultasi ke dokter hewan.

Muntah kucing sering muncul berbusa dan putih, bening, coklat, merah muda, atau kuning.

Baca juga: Gemas! 5 Artis Ini Sayang Sekali dengan Kucing Mereka

Penyebab Kucing Muntah Kuning

Penyebab Kucing Muntah Kuning

Foto: Orami Photo Stock

Kucing muntah kuning biasanya dikarenakan adanya gangguan pada asam lambung dan empedu. Asam lambung diproduksi di lapisan lambung untuk membantu pencernaan.

Empedu adalah cairan yang diproduksi di hati dan disimpan di kantong empedu. Keduanya memasuki duodenum atau usus besar untuk membantu pencernaan.

Ketika kucing muntah cairan kuning, itu sering karena perutnya kosong. Asam mengiritasi lapisan perut dan menyebabkan kucing muntah.

Kondisi ini menjelaskan mengapa beberapa kucing mungkin muntah ketika mereka sangat lapar. Namun, ada banyak penyakit yang menyebabkan kucing muntah, jadi jangan abaikan saat kucing muntah kuning.

Selain itu, cairan kuning mungkin tidak hanya asam lambung dan empedu; bisa jadi kucing memakan sesuatu yang berwarna kuning dan tidak dapat mencernanya dengan baik.

Journal of the American Animal Hospital Association menjelaskan enyebab umum muntah kronis pada kucing mungkin termasuk penyakit radang usus, alergi makanan, gangguan motilitas gastrointestinal, neoplasia, dan penyakit ekstra-gastrointestinal, seperti penyakit ginjal, penyakit hepatobilier, dan hipertiroidisme.

Ada banyak penyakit yang dapat menyebabkan kucing muntah cairan kuning. Beberapa diantaranya, gastritis, gangguan pencernaan, sembelit, obstruksi gastrointestinal (kadang-kadang disebabkan oleh konsumsi benda asing), pankreatitis, hipertiroidisme, diabetes, penyakit ginjal dan penyakit hati, cholangiohepatitis (radang hati atau kandung empedu).

Selain itu, kucing muntah kuning juga bisa disebabkan oleh kecerobohan diet seperti konsumsi makanan sembarangan yang tidak dapat ditoleransi oleh sistem pencernaan kucing, paparan racun dan berbagai jenis kanker.

Baca juga: 6 Bahaya Bulu Kucing, Bisa Menyebabkan Toksoplasmosis!

Pertolongan Pertama Kucing Muntah Kuning

kucing muntah kuning cara mengatasi

Foto: Orami Photo Stock

Jika kucing muntah kuning satu kali dan tidak ada tanda-tanda penyakit lain, maka hal itu tidak perlu dikhawatirkan. Namun, Moms harus mengawasi kucing dengan baik selama satu atau dua hari untuk memastikan dia makan, minum, dan berperilaku normal.

Namun, saat kucing Moms mulai berhenti makan, lesu, atau terus muntah, hubungi dokter hewan untuk konsultasi. Dokter hewan mungkin akan menyarankan untuk menahan makanan selama 12-24 jam.

Sebagai pertolongan pertama, Moms disarankan untuk memberikan makanan lunak, atau datang langsung untuk melakukan pemeriksaan. Jika kucing terlihat lesu dan tersiksa saat muntah, segera bawa ke klinik hewan terdekat.

Baca juga: Benarkah Bawa Sial? Ini 9 Fakta Kucing Hitam yang Unik!

Cara Mengobati Kucing Muntah Kuning

Cara mengobati kucing muntah kuning

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan kucing muntah kucing sangat bervariasi berdasarkan penyebabnya. Beberapa pengobatan yang mungkin akan disarankan oleh dokter adalah sebagai berikut

1. Terapi Simtomatik

Jika pemeriksaan fisik tidak menunjukkan kelainan, dan tidak ada riwayat kucing yang menimbulkan tanda bahaya, dokter hewan mungkin memilih untuk melakukan beberapa terapi simtomatik, seperti pemberian cairan secara subkutan (di bawah kulit).

Bahkan jika hewan tidak mengalami dehidrasi secara klinis, pemberian cairan dapat menjadi penting untuk mempertahankan hidrasi. Karena saat kucing muntah, kemungkinan besar mengalami dehidrasi karena kehilangan cairan akibat muntah dan kegagalan untuk menahan air.

The Journal of Physiology menjelaskan hewan mungkin akan mengalami dehidrasi saat banyak cairan yang keluar dari dalam tubuhnya. Kondisi ini bisa ditandai dengan turunnya nafsu makan pada hewan.

Beberapa bentuk terapi cairan diberikan untuk hampir setiap penyebab muntah. Jika hewan sangat dehidrasi atau lemah, cairan IV sering direkomendasikan.

Namun, saat diberikan cairan IV, kucing Moms mungkin harus dirawat selama beberapa hari di klinik. Hal ini sangat membantu kucing untuk terhidrasi.

2. Obat Anti Muntah

Terapi umum lainnya untuk sebagian besar jenis muntah adalah memberikan obat antiemetik (antimuntah), yang dapat membantu menghentikan muntah dan dengan demikian mengurangi kehilangan cairan.

Obat-obatan ini juga dapat membantu meredakan nyeri pada perut dan membuat kucing lebih mudah makan. Kadang-kadang, pelindung perut seperti Pepcid atau sukralfat dapat diindikasikan, tetapi kegunaannya masih diperdebatkan.

Baca juga: 8 Fakta Kucing Oren yang Terkenal Galak seperti Preman

3. Perubahan Pola Makan

Untuk kucing muntah kucing, salah satu perawatan terpenting adalah perubahan pola makan. Jika kucing mengalami kasus muntah akut, ini mungkin melibatkan perubahan sementara ke makanan yang mudah dicerna atau makanan manusia yang hambar seperti makanan bayi rasa daging ( tanpa bawang merah atau bubuk bawang putih ditambahkan) atau ayam rebus.

Perlu diingat bahwa makanan ayam dan bayi bukanlah makanan lengkap untuk kucing dan oleh karena itu hanya boleh digunakan selama beberapa hari. Untuk kucing dengan muntah kronis, perubahan pola makan bisa menjadi terapi sekaligus diagnostik.

Jika makanan baru mengontrol muntah, itu sebagian disebabkan oleh alergi pada makanan atau mungkin penyakit radang usus tingkat rendah. Mengenai uji coba diet untuk kucing yang muntah kronis, pertahankan mereka pada diet baru selama beberapa minggu untuk melihat apakah itu berhasil.

4. Prednison

Jika kucing muntah kuning disebabkan oleh penyakit radang usus dokter mungkin akan memebrikan obat prednison. Namun, jangan sembarangan memberikan obat ini tanpa resep dokter karena efek samping, termasuk peningkatan rasa haus, peningkatan buang air kecil, sistem kekebalan yang lebih lemah dan otot yang lemah.

Pemberian prednison pada kucing juga dapat memperburuk beberapa penyebab muntah (seperti pankreatitis, diabetes, dan penyakit ginjal). Namun, jika pemeriksaan darah dan rontgen kucing normal, dan tidak ingin melakukan diagnosa lebih lanjut, uji coba prednison dapat dipertimbangkan.

Baca juga: Bulu Kucing Rontok? Kenali Ciri, Penyebab dan Cara Mencegahnya

Demikian penjelasan mengenai kucing muntah kucing dari penyebab hingga cara mengatasinya. Semoga bermanfaat ya Moms.

  • https://resources.bestfriends.org/article/cat-vomiting-types-causes-and-treatments
  • https://www.thesprucepets.com/cat-throwing-up-yellow-liquid-4843491
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait