Home & Living

14 Februari 2021

Jangan Sampai Salah, Ini Ciri, Harga, dan Cara Merawat Kucing Persia

Ketahui ciri kucing persia yang asli dan cara merawatnya di sini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Adeline Wahyu

Meskipun terkenal dengan karakternya yang cuek, ternyata kucing persia mempunyai sisi yang lembut dan penyayang sehingga kucing satu ini cukup populer untuk dirawat di rumah.

Sebelum Moms dan Dads memutuskan untuk memelihara si imut satu ini, kenali lebih dalam kucing cantik ini, yuk!

Kucing Persia

jenis kucing persia

Foto: cleanipedia.com

Mengutip dari The Cat Fanciers’ Association (CFA), kucing berbulu panjang atau long hair ini pertama kali ditemukan pada tahun 1684 SM.

Namun, pada akhir abad ke 19, kucing ras ini mulai dikembangkan di Inggris dan Amerika Serikat. Namanya sendiri diambil dari asal dimana kucing ini ditemukan.

Kucing persia memiliki karakter yang manis, lembut dan mudah berbaur dengan manusia.

Selain itu juga termasuk kucing yang mudah untuk beradaptasi, maka tidak heran kalau kucing persia menduduki peringkat nomor satu sebagai kucing yang populer untuk dipelihara.

Berbeda dengan ras kucing domestik lainnya, karakter alamiah dari jenis kucing ini adalah tenang dan pendiam, sehingga kucing satu ini lebih mudah untuk dikontrol. Kucing persia juga sangat responsif dan manja.

Selain itu, kucing ini juga memiliki suara yang lembut bahkan nyaris tidak terdengar. Sehingga untuk berkomunikasi dengan pemiliknya, kucing persia cenderung menunjukan perilakunya dibandingkan dengan suaranya.

Baca Juga: Rayakan International Cat Day, Ini 5 Jenis Ras Kucing Peliharaan yang Lucu dan Super Gemas!

Ciri Fisik Kucing Persia

Ciri fisik kucing persia

Foto: Unsplash.com

Sejarah kucing persia dan kucing ras berbulu panjang lainnya sebenarnya cukup rumit. Tidak ada yang tahu pasti awal keberadaan kucing satu ini.

Kucing berbulu panjang diketahui telah ada di Italia pada tahun 1500-an yang didatangkan dari Asia.

Pada abad ke-17, Pietro della Valle membawa seekor kucing dari Persia ke Italia untuk dibiakkan. Kucing inilah yang diyakini sebagai kucing persia.

Pada abad ke-19, keturunan kucing anggora ini kemudian dikawinkan dengan beberapa ras kucing di Italia, itulah awal mula dari adanya kucing persia modern.

Popularitas kucing ini meningkat ketika Ratu Victoria dan bangsawan lainnya jatuh cinta dengan ras kucing satu ini.

Kemudian kucing persia diperkenalkan ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19, dan menjadi populer sebagai ras kucing favorit nomor satu di dunia untuk dipelihara.

Supaya tidak bingung membedakan ras kucing persia asli, kenali dulu beberapa ciri fisiknya berikut ini:

1. Badan

Ciri fisiknya dapat terlihat dari bentuk badan dan kepalanya. Kucing ini memiliki bentuk tubuh yang bulat dengan perawakan tubuh yang kekar dan dilindungi oleh bulu yang panjang dan tebal.

Bagian dada dan pundak kucing tampak lebar. Perut bagian belakang lebih rendah dari bagian depan.

Kucing persia memiliki ekor panjang yang menjuntai ke belakang.

Kaki kucing juga terlihat sangat pendek, namun sangat kokoh untuk menopang bagian tubuhnya.

2. Kepala

Ciri fisik kucing juga cukup khas dikenali dari bentuk wajahnya.

Kucing persia memiliki kepala dengan ukuran besar dan bulat. Diameter kepala kucing lebih besar dibandingkan dengan kepala kucing lainnya.

Tulang rahang kucing sangat kokoh, dengan tulang pipi yang sedikit menonjol.

Bentuk dahi, hidung dan dagu tegak lurus dengan leher yang tebal dan pendek.

Ukuran telinga kucing kecil dan tipis dengan bentuk yang bulat, cenderung maju ke depan, lurus dan tidak terlalu tinggi.

3. Bulu

Salah satu ciri fisik kucing persia yang membuatnya terkenal adalah bulu yang tebal dan panjang.

Panjang bulunya sekitar 5-10 cm. Sangat lembut dan mengkilap sehingga kucing persia terlihat sangat anggun, menawan, dan elegan.

Bulu panjangnya ini juga membuat kucing persia terlihat sangat lucu dan menggemaskan.

Baca Juga: 5 Kiat Ajarkan Anak Mengurus Binatang Peliharaan Dengan Baik

4. Mata

Kucing memiliki berbagai macam bentuk mata.

Bentuk mata sebagai ciri fisik kucing persia yaitu bulat, lebar, dan terlihat ekspresif. Sedangkan warna mata biasanya menyesuaikan dengan warna bulunya.

Misalnya kucing persia berbulu putih memiliki warna mata biru atau coklat tembaga, kucing persia bulu silver dan emas memiliki warna mata hijau atau biru-kehijauan, dan lain sebagainya.

Pada beberapa kucing juga dapat memiliki mata heterochromia yang cukup unik, yaitu warna mata yang berbeda antara kiri dan kanannya.

5. Warna

Kucing persia memiliki banyak warna bulu yang diminati.

CFA mencatat warna bulu kucing jenis ini antara lain putih, merah, krem, hitam, biru, coklat, silver, emas, calico, dan beberapa lainnya.

Warna bulu kucing bisa saja polos ataupun terdiri dari beberapa warna dengan pola yang berbeda.

Harga Kucing Persia

Harga Kucing Persia jutaan rupiah

Foto: Unsplash.com

Dengan sejarah yang panjang dan sebagai ras yang paling populer di seluruh dunia, harga seekor kucing persia tentu tidaklah murah.

Adapun beberapa harga sesuai dengan jenisnya yaitu:

1. Harga Asli

Jika Moms dan Dads ingin memelihara kucing persia ras asli atau ras murni tanpa perkawinan silang dengan kucing ras lain, Moms Dads perlu mengeluarkan kocek yang cukup dalam, karena harga aslinya cukup mahal.

Untuk anak kucing persia yang berusia 2-3 bulan dan sudah divaksin harganya berkisar antara Rp7.000.000-Rp8.000.000, sedangkan untuk yang belum divaksin berkisar antara Rp5.000.000-Rp6.000.000.

Untuk harga kucing dewasa asli yang berusia 6 bulan ke atas, dipatok sekitar Rp13.000.000-Rp16.000.000 yang sudah divaksin dan Rp10.000.000-Rp11.000.000 untuk yang belum divaksin.

2. Harga Kucing Persia-Himalaya

Salah satu jenis kucing persia yang juga banyak dicari karena hasil corak bulunya yang unik adalah jenis yang dikawinsilangkan dengan kucing himalaya.

Untuk harga kucing persia himalaya berusia 3 bulan dan sudah divaksin, dipatok sekitar Rp5.000.000–Rp6.000.000 dan untuk yang belum divaksin sekitar Rp3.000.000–Rp4.000.000.

Harga kucing persia himalaya dewasa berusia 6 bulan dan sudah divaksin yaitu Rp9.000.000–Rp10.000.000 dan untuk yang belum divaksin diberi harga sekitar Rp7.000.000–Rp8.000.000.

3. Harga Kucing Persia Peaknose

Kucing persia peaknose juga populer di kalangan pecinta kucing karena bentuk wajahnya yang bulat serta hidungnya yang kecil dan pesek.

Dengan tatapannya yang menggemaskan berhasil membuat peaknose menjadi salah satu jenis kucing persia yang banyak diminati untuk dipelihara di rumah.

Jika Moms Dads ingin memelihara janis ini maka budget yang harus disiapkan berkisar Rp8.000.000–Rp9.000.000 untuk yang berusia 3 bulan yang sudah divaksin, serta Rp12.000.000–Rp13.000.000 untuk yang berusia 6 bulan dan sudah divaksin.

Adapun range harga yang belum divaksin yaitu Rp6.000.000–Rp7.000.000, untuk usia 3 bulan dan Rp10.000.000–Rp11.000.000 untuk usia 6 bulan.

Baca Juga: Gemas! 5 Artis Ini Sayang Sekali dengan Kucing Mereka

4. Harga Kucing Persia-Anggora

Jika Moms dan Dads yang ingin memelihara kucing persia namun dengan budget yang lebih rendah, Moms Dads bisa memilih kucing persia persilangan kucing anggora.

Harga jenis kucing ini untuk yang sudah divaksin berkisar antara Rp950.000–Rp1.100.000 untuk usia kitten dan Rp2.100.000–Rp2.200.000 untuk yang berusia 6 bulan.

Sedangkan untuk yang belum divaksin, dibandrol dengan harga Rp650.000–Rp750.000 untuk usia 2-3 bulan dan Rp1.600.000–Rp1.700.000 untuk usia 6 bulan.

5. Harga Kucing Persia-Lokal

Untuk harga kucing persia-lokal ini terbilang cukup murah dibandingkan dengan jenis kucing lainnya.

Cocok sekali untuk Moms Dads yang ingin memiliki kucing persia tanpa harus merogoh kocek yang dalam.

Harga kucing berusia 2-3 bulan yang belum divaksin berkisar antara Rp250.000–Rp300.000 dan untuk yang sudah divaksin sebesar Rp350.000–Rp400.000.

Untuk kucing berusia 6 bulan dipatok dengan harga Rp500.000–Rp600.000, belum vaksin dan Rp600.000–Rp700.000 untuk yang sudah divaksin.

Cara Merawat Kucing Persia

Merawat kucing persia perlu perhatian khusus

Foto: Unsplash.com

Dalam jurnal yang diterbitkan oleh National Institutes of Health, memelihara kucing dapat mengurangi risiko serangan jantung.

Penemuan ini merupakan hasil utama dari studi yang dilakukan selama 10 tahun terhadap lebih dari 4.000 orang di Amerika oleh para peneliti di University of Minnesota’s Stroke Institute di Minneapolis.

Peneliti mengatakan memiliki hewan peliharaan mungkin membantu menghilangkan stres.

Untuk itu, sebagai pemelihara hewan Moms dan Dads perlu merawat hewan peliharan dengan sebaik mungkin.

Dalam memelihara kucing ras berbulu panjang, tentu Moms Dads harus rela mengeluarkan biaya ekstra agar kucing persia tetap sehat dan membawa kebahagiaan di rumah.

Adapun cara merawat kucing persia, yaitu:

1. Melakukan Grooming

Bulu kucing persia yang panjang dan lebat membutuhkan perhatian lebih. Bulu kucing harus disikat dan disisir setiap hari agar bulunya tidak kusut.

Meskipun kucing terkenal dengan hewan yang rajin membersihkan tubuhnya sendiri, namun memandikan kucing secara teratur sangat diperlukan.

Memandikan kucing dengan sampo khusus kucing dapat mencegah kucing terkena kutu dan jamur.

2. Bersihkan Mata dan Telinga

Mata kucing persia cenderung mudah berair dan mengeluarkan kotoran berwarna merah kecoklatan.

Jika dibiarkan, noda pada sudut mata kucing dapat melukai matanya dan membuat lecet.

Maka sangat dianjurkan untuk membersihkan kotoran matanya setiap hari dengan menggunakan handuk lembut atau kain kasa yang sudah dibasahi dengan air hangat, kemudian diusapkan pada sekitar mata secara perlahan.

Selain mata, telinga kucing juga harus dibersihkan secara teratur untuk mencegahnya dari kutu kuping.

Cara membersihkan telinga kucing yaitu teteskan cairan khusus pembersih telinga yang bisa dibeli melalui pet shop, lalu pijit bagian bawah telinga kucing secara perlahan untuk mengeluarkan kotoran telinga kucing, setelah itu usap dengan kain kasa atau handuk lembut sampai bersih.

Baca Juga: 5 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Untuk Bayi

3. Memotong Kuku & Sikat Gigi

Kuku kucing persia harus dipotong secara teratur.

Saat masih berusia anak-anak atau kitten, dianjurkan untuk memotong kuku setidaknya seminggu sekali dan setiap 2-3 minggu sekali untuk kucing dewasa.

Memotong kuku kucing secara teratur mencegah kucing merusak benda-benda di rumah dan mencegahnya melukai Moms Dads atau keluarga di rumah.

Selain itu, dianjurkan juga untuk menyikat gigi kucing secara teratur untuk mencegah gigi kucing dari plak yang dapat membuat kucing terserang penyakit di kemudian hari.

4. Vaksin

Tidak hanya manusia, hewan juga membutuhkan vaksinasi untuk mencegah kucing persia dari berbagai virus penyakit seperti infeksi virus, panleukopenia, calici dan lain sebagainya yang mengancam nyawanya.

Vaksinasi dilakukan oleh dokter hewan dengan syarat kucing sehat dan berat badan minimal 1 kilogram.

Untuk vaksinasi pertama biasanya dilakukan penyuntikan sebanyak sebulan sekali dengan jenis vaksin yang berbeda, lalu vaksin akan diulangi setiap setahun sekali.

Untuk mencegah kucing dari berbagai penyakit, sebaiknya kucing tetap berada di dalam rumah terutama di kala musim hujan.

5. Sterilisasi

Banyak pemelihara kucing yang tidak ingin membawa kucingnya sterilisasi dengan alasan kasihan.

Namun, sterilisasi kucing sangat penting, selain untuk mencegah overpopulasi, kucing yang disteril akan lebih sehat untuk jangka panjang.

6. Perhatikan Nutrisi

Sama seperti kucing pada umumnya, kucing persia membutuhkan protein dan nutrisi yang tepat.

Jenis kucing ini memiliki karakter yang tenang dan tidak energik, sehingga cenderung malas bergerak dan kurang aktif.

Hal ini mengakibatkan kucing persia rentan obesitas.

Diet berkualitas tinggi dan kontrol porsi makannya sangat direkomendasikan.

Hindari mengisi mangkuk makannya terlalu banyak dan hanya mengisi sesuai porsi satu kali makan saja.

7. Air Minum Bersih

Pastikan air minum kucing dijaga agar tetap bersih dan harus tersedia setiap saat.

Cuci mangkuk air dan isi ulang air minum dengan air yang baru setiap hari.

Baca Juga: Pelihara Kucing Bikin Susah Hamil? Ini Kata Ahli

Hal ini juga membantu kucing agar tetap sehat dan mencegahnya dari penyakit Feline lower urinary tract disease atau yang dikenal dengan FLUTD.

8. Perhatikan Kebersihan Kandang dan Toilet Kucing

Kandang dan toilet kucing juga harus diperhatikan kebersihannya.

Jika kandang dan toiletnya kotor, kucing akan memilih tempat baru untuk tidur dan buang air.

Agar rumah tetap bersih, penting membersihkan kotoran kucing dari litter box sesering mungkin dan ganti pasir kucing dengan pasir yang baru setiap 3 hari sekali atau seminggu sekali.

Apakah Moms dan Dads sudah mempertimbangkan baik-baik untuk memelihara si kucing gemas ini?

Semoga kehadiran kucing persia ini menambah keceriaan dalam keluarga, ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait