Trimester 3

28 Juni 2021

Konsultasi Laktasi pada Ibu Hamil dan Menyusui, Seberapa Penting Ya?

Ketahui penjelasannya berikut ini, Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Adeline Wahyu

Apakah Moms mengetahui apa yang dimaksud dengan laktasi?

Menurut dr. Nia Wulan Sari, Dokter Umum Konselor Laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, laktasi adalah proses menyusui dimulai dari seorang ibu memproduksi ASI sampai bayi mengonsumsi ASI.

Perlu Moms ketahui, seorang ibu siap untuk menghasilkan susu selama bulan kelima atau keenam kehamilan.

Selama tahap akhir kehamilan, ibu hamil akan memasuki tahap pertama laktogenesis. Pada tahap ini, payudara membuat kolostrum, cairan kental berwarna kuning, juga dikenal sebagai ASI pertama yang diterima bayi.

Kolostrum sangat kaya akan imunoglobulin A yang meningkatkan kekebalan bayi baru lahir. Ini mencegah patogen apa pun menyerang tubuh bayi dan juga mencegah alergi makanan.

Meski proses laktasi terjadi secara alami, tetapi setiap calon ibu harus mulai belajar laktasi sejak Si Kecil masih berada dalam kandungan. Hal ini karena menyusui bisa menjadi suatu tantangan tersendiri bagi ibu dan bayi.

Baca Juga: Mengenal Relaktasi, Menyusui Kembali setelah Sempat Berhenti

Tanda Ibu Membutuhkan Konsultasi Laktasi

tanda ibu perlu konsultasi laktasi

Foto: Orami Photo Stock

"Pada saat seorang ibu hamil memiliki banyak pertanyaan seputar menyusui. Konsultasi laktasi juga dapat dilakukan apabila ibu menyusui mengalami kesulitan dalam menyusui, atau ketika ibu mempersiapkan kembali bekerja setelah cuti melahirkan terkait manajemen ASIP," jelas dr. Nia.

Perawat bersalin atau konsultan laktasi rumah sakit dapat menawarkan tips menyusui, dimulai dengan cara memposisikan bayi dan memastikan dia menempel dengan benar. Penyedia layanan kesehatan ibu hamil atau bayi mungkin juga bisa membantu.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang bisa menjadi tanda bahwa Moms perlu konsultasi laktasi, yaitu:

1. Sakit saat Menyusui

Nyeri saat menyusui sebenarnya tidak normal. Kondisi ini bisa disebabkan oleh pelekatan yang salah atau bayi yang memiliki masalah anatomi.

Keduanya dapat dinilai oleh konsultan laktasi bersertifikat. Diagnosis ikat lidah juga paling baik didiagnosis dan dikonfirmasi oleh ahli ikat lidah.

Baca Juga: 6 Hal yang Memicu Rasa Sakit saat Menyusui

2. Bayi tidak Menempel pada Payudara saat Menyusu

bayi tidak melekat pada payudara

Foto: Orami Photo Stock

Tanda lain yang seharusnya menjadi pertimbangan bagi Moms untuk konsultasi laktasi adalah ketika bayi tidak dapat menempel pada payudara.

Hal ini dapat terjadi karena beberapa sebab. Beberapa di antaranya ada hubungannya dengan bentuk puting ibu seperti puting yang terbalik atau datar.

Alasan lain bisa jadi ada hubungannya dengan lidah bayi atau ikatan bibir atau langit-langit mulut sumbing atau masalah lain seperti Down Syndrome atau lainnya.

Dengan melakukan konsultasi laktasi, Moms akan dapat mengetahui apa masalahnya dan kemudian membantu bayi menempel dengan sempurna saat menyusu.

Konsultan laktasi biasanya dapat menggunakan beberapa teknik untuk membantu bayi menempel, seperti membalikkan puting sebelum bayi menempel dan juga dengan menggunakan pelindung puting jika diperlukan.

Namun, jangan menggunakan pelindung puting sebelum berdiskusi dengan konsultan laktasi terlebih dahulu. Untuk masalah lain seperti Down Syndrome atau Hypotonia, konsultan laktasi dapat menggunakan teknik pelekatan yang berbeda untuk membantu bayi menyusu di payudara Moms.

Baca Juga: Payudara Nyeri saat Menyusui, Cari Tahu Penyebab dan Cara Mengatasinya!

3. Menyusui Menurunkan Berat Badan Bayi

Semua bayi kehilangan hingga 7-10% dari berat lahir mereka selama minggu pertama kelahiran. Namun kehilangan di luar kisaran ini bisa menandakan masalah dengan pasokan susu atau kemampuan bayi untuk mengeluarkan susu dari payudara.

Jika hal ini terjadi, Moms pun sebainya melakukan konsultasi laktasi pada ahlinya agar dapat menilai masalah dan memberikan dukungan apabila diperlukan.

Baik itu dengan mengoptimalkan pelekatan, atau dengan meningkatkan suplai susu sesuai kebutuhan sebelum beralih ke susu formula.

Baca Juga: 7 Penyebab Bayi Rewel dan Menangis Saat Menyusui, Apa yang Terjadi?

4. Berat Badan Bayi Baru Lahir Tidak Meningkat dalam Waktu 14 hari

berat badan bayi tidak meningkat

Foto: Orami Photo Stock

Masalah ini mirip dengan masalah di atas, bayi mungkin menyusu dan berat badannya bertambah secara perlahan tetapi tidak dengan kecepatan yang sesuai dengan usianya.

Hal ini dinilai dengan memplot berat/umur, tinggi/umur, dan berat/tinggi sesuai tabel grafik WHO untuk bayi yang disusui.

Jika bayi jatuh dari persentil dan tidak mendapatkan berat badan yang memadai, tindakan yang tepat harus diambil dengan mencoba meningkatkan suplai ASI jika semua alasan medis lainnya dikecualikan.

Baca Juga: Apakah Si Kecil Punya Berat Badan Bayi Normal? Yuk, Cek Di Sini!

5. Bayi Tak Mendapatkan ASI Sesuai Kebutuhan

Setiap bayi perlu mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya, yakni sebanyak 20-30 gram per harinya setelah 14 hari kehidupan pertamanya.

Meski payudara tidak memiliki ukuran pasti terkait banyaknya kandungan ASI dan ibu menyusui tidak dapat mengetahui berapa banyak yang didapatkan bayi setiap kali menyusu.

Namun, berat badan merupakan salah satu ukuran utama asupan ASI, oleh karena itu penting untuk diperhatikan agar bayi tidak berisiko mengalami dehidrasi atau keterlambatan pertumbuhan.

Baca Juga: Berapa Jumlah Kebutuhan ASI yang Bayi Perlukan?

6. Popok Basah atau Kotor Cenderung Sedikit

popok bayi menjadi tanda bayi cukup ASI

Foto: Orami Photo Stock

Popok basah atau kotor adalah ukuran lain dari asupan ASI yang memadai. Umumnya, bayi akan buang air besar satu kali pada hari pertama, dua kali buang air besar pada hari kedua, tiga kali buang air besar pada hari ketiga, empat kali buang air besar pada hari ke-4 dan seterusnya.

Moms juga harus bisa melihat popok basah yang serupa berkisar antara 4-6 keluaran urin pucat. Jika hal ini tidak terjadi, coba tanyakan kepada konsultan laktasi untuk memastikan tidak ada masalah dengan suplai susu atau ekstraksi susu sebelum memeriksa alasan medis atau kebutuhan untuk melengkapi nutrisi bayi dengan susu formula.

Baca Juga: Perbandingan Buang Air Besar: Bayi Minum ASI Eksklusif VS Susu Formula

7. Mastitis

Mastitis sering terjadi pada wanita dengan kelebihan pasokan ASI, wanita yang mencampur susu formula dengan ASI, dan wanita yang memompa ASInya.

Jika Moms ingin memompa selama hari-hari awal pastikan untuk melakukannya pada waktu yang sama setiap hari agar tidak membingungkan tubuh.

Apabila Moms curiga mengalami mastitis, atau mulai mengembangkan mastitis, segera hubungi konsultan laktasi agar tidak semakin parah. Tanda-tanda mastitis adalah pembengkakan, kemerahan, nyeri, demam, dan kelelahan selama proses menyusui Si Kecil.

Baca Juga: Apakah Mastitis Bisa Memberi Efek Negatif pada Bayi? Ini Kata Para Ahli

Waktu yang Dianjurkan untuk Konsultasi Laktasi

waktu konsultasi laktasi

Foto: Orami Photo Stock

Menurut WHO, ada 7 waktu yang diperlukan bagi ibu melakukan konsultasi laktasi, yakni:

  • Ketika kehamilan berusia 28 minggu, membahas anatomi payudara, proses produksi ASI, dan cara menyusui.
  • Ketika kehamilan berusia 36 minggu, membahas manajemen menyusui dan kendala-kendala yang mungkin dihadapi.
  • Setelah melahirkan, bimbingan kontak kulit dini antara ibu dengan bayi saat IMD.
  • 24 jam setelah melahirkan, bimbingan posisi menyusui yang baik (posisi tidur atau duduk) dan membantu perlekatan mulut bayi pada payudara.
  • Satu minggu setelah melahirkan, diskusi mengenai kesulitan atau kendala yang dihadapi.
  • Satu bulan setelah melahirkan, untuk mendiskusikan kesulitan yang mungkin masih dialami oleh ibu menyusui.
  • Dua bulan setelah melahirkan. Untuk membahas persiapan kembali bekerja, bagaimana memerah ASI, penyimpanan dan pemberian ASI perah, dan lainnya.

Baca Juga: Alat Bantu Laktasi untuk Menyusui Si Kecil, Perlu atau Tidak?

Manfaat Konsultasi Laktasi Bagi Ibu dan Bayi

manfaat konsultasi laktasi bagi ibu dan bayi

Foto: Orami Photo Stock

dr. Nia menjelaskan, akan ada banyak hal yang dipelajari oleh Moms jika melakukan konsultasi laktasi.

"Mempelajari cara menyusui dengan benar, mencari solusi dari kesulitan menyusui, memperkenalkan alat bantu menyusui, manajemen ASI perah, memperkenalkan MPASI, cara pemberian MPASI, serta masalah sekitar MPASI," ujarnya.

Selain itu, konsultasi laktasi berguna untuk memperlancar proses menyusui dan setiap ibu dapat memenuhi kebutuhan ASI untuk bayinya setelah melahirkan.

Dengan konsultasi laktasi, ibu menyusui juga akan bisa mengatasi masalah-masalah yang terjadi selama proses menyusui.

Selain memberikan semua bantuan teknis dan fisik yang mungkin dibutuhkan saat menyusui, ada juga aspek emosional.

Konsultan laktasi Moms kemungkinan akan menjadi salah satu rekan tepercaya dan akan memberikan dukungan emosional untuk membantu Moms dalam melalui seluruh proses menyusui. Cinta dan dukungan ini sama pentingnya dengan nasihat konsultan laktasi, lho.

Baca Juga: Ketahui 7 Kontak Laktasi agar Sukses Menyusui

Itulah informasi penting terkait laktasi dan konsultasi laktasi. Semoga dapat bermanfaat bagi Moms, ya.

  • https://byjus.com/biology/lactation/
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-feeding/art-20047138
  • https://www.latchpal.com/5-benefits-of-finding-a-lactation-consultant/
  • https://mypediaclinic.com/blog/signs-you-need-to-see-a-lactation-consultant-ibclc-by-mirna-sabbagh-nutritionist-and-ibclc
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait