Trimester 1

TRIMESTER 1
24 Februari 2021

20 Larangan untuk Ibu Hamil Muda, Penting!

Yuk, lebih menyadari beberapa hal ini agar Moms dan janin sama-sama tumbuh sehat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Adeline Wahyu

Saat hamil, pasti Moms akan mencari informasi sebanyak mungkin mengenai kebiasaan dan pantangan ibu hamil. Namun begitu, tetap saja ada kesalahan yang tanpa sadar Moms lakukan saat hamil.

Moms perlu tahu apa saja larangan untuk ibu hamil muda. Ini penting dilakukan sehingga tidak memberikan risiko bagi janin.

Jangan berkecil hati, masih ada waktu untuk memperbaiki kesalahan dan kembali ke jalur semula. Berikut adalah beberapa larangan untuk ibu hamil muda kesalahan yang sebaiknya dihindari.

Baca Juga: 5 Jenis Senam Hamil untuk Menjaga Kesehatan dan Kebugaran Ibu

Larangan untuk Ibu Hamil Muda

Kehamilan adalah peristiwa yang mengubah hidup dan tubuh.

Begitu Moms mengetahui telah hamil, Moms tidak hanya harus menyesuaikan dunia untuk janin, tetapi juga menyiapkan tubuh tetap sehat.

Salah satunya, dengan memerhatikan apa saja larangan untuk ibu hamil muda yang sementara waktu tidak dilakukan.

Ini berarti, ada beberapa perubahan gaya hidup, produk, dan bahan yang harus dihindari atau diganti untuk mengoptimalkan keselamatan orang tua dan janin dalam kandungan.

Simak ya Moms larangan untuk ibu hamil muda!

1. Daftar Makanan yang Dihindari

pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda-hindari makanan tertentu

Foto: Orami Photo Stock

Larangan untuk ibu hamil muda pertama adalah dengan menghindari beberapa daftar makanan saat kehamilan.

Selama kehamilan, Moms perlu menghindari konsumsi makanan tertentu yaitu sebagai berikut.

  • Daging mentah dan kerang: Makanan laut mentah, termasuk tiram, kerang, dan sushi jangan dikonsumsi selama hamil. Hindari juga daging sapi dan unggas yang kurang matang. Ini dapat terkontaminasi oleh toksoplasmosis atau salmonella.
  • Daging deli: Daging deli dapat terkontaminasi listeria, bakteri yang dapat melewati plasenta dan menginfeksi bayi yang sedang berkembang. Infeksi dalam rahim dapat menyebabkan keracunan darah dan mengancam nyawa janin.
  • Ikan dengan tingkat merkuri tinggi: Itu termasuk ikan seperti hiu, king mackerel, swordfish, dan tilefish. Untuk tuna kalengan, potongan kecil memiliki kadar merkuri yang lebih rendah. Menurut March of Dimes, janin yang terekspos merkuri mungkin bisa menyebabkan kerusakan otak, atau masalah pada pendengaran dan penglihatan.
  • Makanan laut asap: Hindari salmon lox, kippered fish, dendeng, atau salmon. Terdapat risiko bahwa makanan laut asap yang didinginkan dan diasap ini dapat terkontaminasi listeria. Makanan laut asap yang aman disimpan atau kalengan, bagaimanapun, mungkin baik-baik saja.
  • Telur mentah: Ini termasuk makanan yang mengandung telur mentah, jadi waspadalah terhadap saus Caesar buatan sendiri, saus Hollandaise, mayonaise, dan custard tertentu. Telur mentah bisa menimbulkan risiko salmonella.
  • Keju lunak: Beberapa keju lunak impor dapat memiliki listeria, jadi hindari keju lunak seperti Roquefort, feta, Gorgonzola, Camembert, dan Brie. Keju Meksiko seperti queso blanco dan queso fresco juga harus dihindari, kecuali jika dibuat dari susu pasteurisasi.
  • Produk susu yang tidak dipasteurisasi: Produk ini mungkin mengandung listeria.

Moms bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mengetahui lebih lanjut larangan untuk ibu hamil muda dalam mengonsumsi makanan tertentu.

Baca Juga: Mengapa Ibu Hamil Lebih Sensitif Terhadap Suami dan Mudah Marah?

2. Makan Berlebihan

Ini dia kesalahan saat hamil yang paling sering dilakukan oleh ibu hamil. Karena merasa dengan membawa “manusia” lain di dalam tubuhnya, maka ibu hamil menambah porsi makannya menjadi porsi untuk dua orang.

Padahal kebutuhan kalori harian kira-kira adalah antara 1800 sampai 2000 kalori.

Larangan untuk ibu hamil muda ini yakni dengan tidak berlebihan dalam konsumsi makanan selama kehamilan.

Aturan praktisnya adalah, bayi hanya membutuhkan nutrisi yang tepat sehingga Moms hanya memerlukan 300 kalori lebih banyak daripada asupan normal.

Ingatlah kelebihan berat badan selama hamil dapat berisiko mengalami kondisi seperti preeklamsia, diabetes gestasional dan mengharuskan operasi caesar selama persalinan serta menyebabkan berbagai masalah kesehatan lainnya pasca persalinan.

Sebaiknya, perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran hijau dan mentah, kacang-kacangan dan telur untuk protein yang tepat.

Intinya mengikuti larangan untuk ibu hamil muda adalah tetap jaga pola makan seimbang 6 porsi kecil sepanjang hari.

3. Mengobati Penyakit Sendiri

pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda-hindari mengobati diri sendiri

Foto: Orami Photo Stock

Larangan untuk ibu hamil muda selanjutnya adalah mengobati penyakit sendiri.

Pengobatan sendiri mulai dari parasetamol atau bahkan krim jerawat dapat berdampak buruk pada kehamilan. Kesalahan yang tanpa sadar dilakukan oleh ibu hamil ini berbahaya juga bagi bayi, lho.

Menggunakan obat yang dijual bebas, pengobatan sendiri atau menjalani perawatan kecantikan juga dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi.

Ingatlah, Moms tidak dapat mengobati sendiri selama kehamilan. Konsultasikan semua gangguan kesehatan yang Moms rasakan kepada dokter, untuk mendapatkan resep yang sesuai dengan kehamilan Moms.

Baca Juga: Bantal Hamil untuk Tidur Lebih Nyenyak, Yuk Simak Manfaat dan Jenisnya!

4. Kurang Tidur

Larangan untuk ibu hamil muda selanjutnya adalah tidak boleh kurang tidur.

Perubahan hormon dan fisik yang terjadi di dalam tubuh Moms selama kehamilan menuntut lebih banyak istirahat. Kurang tidur justru makin menambah kelelahan.

Tidur yang cukup dan berkualitas, serta tubuh bugar sangat penting agar tubuh Moms bisa mempersiapkan diri untuk proses persalinan yang lebih lancar.

Usahakan tidur selama minimal lima atau enam jam sehari. Untuk membereskan semua pekerjaan rumah tangga, pekerjakan seorang pelayan atau mintalah keluarga Moms untuk turun tangan.

Kuncinya adalah menemukan keseimbangan antara istirahat yang cukup dan terlalu banyak tidur.

5. Berlebihan saat Mengonsumsi Kafein

pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda-kurangi konsumsi kopi

Foto: Orami Photo Stock

Larangan untuk ibu hamil muda selanjutnya adalah konsumsi kafein.

Ini adalah stimulan dan diuretik, yang berarti meminum beberapa cangkir kopi setiap hari akan meningkatkan tekanan darah, detak jantung, dan membuat Moms sering ke kamar mandi.

Selain itu, kafein juga akan melewati plasenta.

Meskipun Moms mungkin berfungsi dengan baik dengan kafein, tetapi tidak berlaku pada janin yang sedang tumbuh. Itu karena metabolisme bayi masih berkembang.

Meskipun banyak data mengenai kehamilan dan konsumsi kafein tidak meyakinkan, dalam jurnal Canadian Family Physician ditunjukkan bahwa yang terbaik adalah membatasi asupan kafein hingga 300 miligram (mg) per hari.

Beberapa ahli percaya bahwa jumlah yang lebih besar dari ini dapat berbahaya bagi janin dan dapat meningkatkan risiko keguguran dan berat badan lahir rendah.

Ingatlah bahwa kafein tidak hanya ada dalam teh dan kopi. Moms juga akan menemukannya dalam cokelat, soda, dan bahkan obat-obatan tertentu yang dijual bebas.

March of Dimes menganjurkan agar wanita hamil mengonsumsi tidak lebih dari 200 mg kafein per hari. Ini berarti sekitar 1,5 cangkir kopi per hari.

6. Tidak Mengajak Bicara Bayi dalam Kandungan

Kehamilan bisa bikin stres dan membuat Moms letih dan kehabisan energi.

Semua kepenatan ini bisa mengalihkan perhatian dari bayi yang ada di dalam kandungan, kecuali jika Moms mengalami tendangan si bayi.

Larangan untuk ibu hamil muda selanjutnya adalah tidak mengajak bicara janin.

Para ahli mengatakan bahwa sangat penting untuk tetap terikat dengan si bayi sebelum akhirnya ia terlahir.

Letakkan tangan di perut dan sambil membelai dengan lembut, seringlah bicara dengan bayi Moms. Memerhatikan janin akan membantu mengikatkan diri dengannya dan juga merangsang inderanya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Berbicara dengan Bayi? Perhatikan Sesuai Umurnya, Moms!

7. Menggantikan Kotoran Kucing

pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda-hindari membersihkan kotoran kucing

Foto: Orami Photo Stock

Larangan untuk ibu hamil muda adalah hindari membersihkan kotoran kucing.

Jika Moms harus mengganti kotoran kucing, kenakan sarung tangan dan cuci tangan dengan baik sesudahnya. Kotoran kucing dapat membawa toksoplasmosis, penyakit parasit yang langka.

Meskipun Moms lebih mungkin tertular dengan makan daging mentah atau melalui berkebun, ada baiknya meminta orang lain mengganti kotoran kucing setiap hari.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jika wanita hamil menularkan toksoplasmosis ke janin, bayi dapat mengalami gejala yang parah, termasuk:

Jika memungkinkan, minta bantuan orang lain untuk membersihkan kotoran kucing selama kehamilan ya, Moms.

8. Tidak Berolahraga Secara Teratur

Larangan untuk ibu hamil muda selanjutnya adalah tidak berolahraga secara teratur. Jika Moms tidak suka berolahraga, Moms akan cenderung mencari alasan untuk duduk santai dan relaks.

Padahal olahraga membantu memerangi hormon stres, meningkatkan sirkulasi, mempersiapkan tubuh untuk persalinan dan melahirkan serta membantu pertumbuhan dan perkembangan janin.

Mulailah berolahraga sejak awal kehamilan trimester pertama. Jika Moms masih pemula, bicarakan rencana olahraga dengan dokter dan apakah jenis olahraga yang sehat dan aman bagi kehamilan sehat.

Ingatlah agar tidak melakukan sesuatu yang drastis atau menghadapi tantangan baru selama kehamilan, yang terpenting hindari memberi tekanan terlalu besar pada otot perut.

9. Buru-buru Memutuskan Rencana Persalinan

pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda-hindari buru-buru merencakan persalinan

Foto: Orami Photo Stock

Larangan untuk ibu hamil muda adalah terburu-buru merencanakan persalinan.

Sebelum memutuskan rencana persalinan di rumah sakit atau klinik, tanyakan pada diri sendiri apakah jenis persalinan yang Moms sukai, apakah dokter dan rumah sakit tersebut memiliki sarana yang mendukung keputusan ini.

Moms bisa menuliskan daftar rencana kelahiran yang rapi dan jelas tentang apa yang Moms butuhkan dan bagaimana memenuhi kriteria tersebut. Bila perlu, carilah informasi tentang dokter dan rumah sakit dengan sarana pendukung yang lengkap.

Baca Juga: Berencana Melahirkan Normal, Ini Informasi yang Perlu Moms Ketahui!

10. Mengecat Kamar Bayi

Larangan untuk ibu hamil muda selanjutnya adalah mengecat kamar bayi.

Tidak ada cara untuk mengukur toksisitas dari paparan cat yang sebenarnya, jadi rekomendasi ini didasarkan pada kemungkinan toksisitas.

Toksisitas cat tergantung pada pelarut individu dan bahan kimia di dalam cat, serta paparannya.

Meskipun diasumsikan bahwa lukisan rumah tangga memiliki tingkat eksposur yang rendah, tindakan yang paling aman adalah mengurangi eksposur terhadap paparan dari cat ini secara serius.

11. Memakai Sepatu Hak Tinggi

pekerjaan yang tidak boleh dilakukan ibu hamil muda-hindari gunakan sepatu hak tinggi

Foto: Orami Photo Stock

Selain itu, larangan untuk ibu hamil muda adalah menggunakan sepatu hak tinggi.

Tetap gunakan tumit dengan tinggi hak 7,5 cm atau kurang. Pikirkan sepatu hak seperti wedges, dan yang dilengkapi platform atau alas.

Saat perut membesar, pusat gravitasi akan berubah. Jadi, Moms mungkin mendapati diri sedikit goyah. Selain itu, mengenakan sepatu hak tinggi membuat pergelangan kaki bengkak.

12. Berendam di Hot Tub atau Sauna

Jika Moms merasakan sakit dan nyeri selama kehamilan, bersantai di bak mandi air panas mungkin tampak ideal. Tetapi suhu tubuh yang meningkat selama trimester pertama dapat menyebabkan cacat lahir tertentu.

Oleh itu, larangan untuk ibu hamil muda ini sebaiknya dihindari.

Menurut American Pregnancy Association, bak mandi air panas dapat menyebabkan hipertermia, atau suhu tubuh yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan kelainan bawaan.

Aktivitas tambahan yang dapat menyebabkan suhu tubuh naik terlalu tinggi meliputi:

  • Hot yoga atau pilates
  • Berjemur terlalu lama
  • Paparan panas yang ekstrim
  • Olahraga berat
  • Dehidrasi

Jangan berendam air panas, yang biasanya menjaga suhu air sekitar 40 derajat Celsius, dan cobalah mandi air hangat.

Baca Juga: Mandi Air Hangat Bisa Merusak Kulit, Mitos atau Fakta?

13. Merokok dan Menghirup Asap Rokok Orang Lain

ibu hamil muda tidak boleh merokok dan menghirup asap rokok

Foto: Orami Photo Stock

Merokok sangat buruk bagi Moms dan bayi, tetapi asap rokok bisa juga sama buruknya. Ada sekitar 4.000 bahan kimia dalam perokok pasif, dan beberapa di antaranya dikaitkan dengan kanker.

Paparan asap rokok orang lain selama kehamilan menyebabkan keguguran, persalinan prematur, berat badan lahir rendah, masalah belajar atau perilaku saat bayi tumbuh, dan sindrom kematian bayi mendadak.

Selain itu, larangan untuk ibu hamil muda juga termasuk merokok. Merokok selama kehamilan dapat membahayakan wanita dan bayinya.

Selain meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker paru-paru, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan merokok saat hamil juga dapat menyebabkan masalah berikut selama dan setelah kehamilan:

Wanita harus berhenti merokok segera setelah mereka tahu bahwa mereka hamil dan menghindari paparan asap rokok orang lain. Moms yang berjuang untuk berhenti merokok dapat berbicara dengan dokter tentang bantuan dan sumber tambahan yang tersedia.

14. Melakukan Gerakan Crunches

Berolahraga saat hamil memang dianjurkan, tetapi ada sejumlah bentuk latihan yang perlu diwaspadai, atau hindari sama sekali, saat hamil.

Gerakan crunches merupakan salah satu larangan untuk ibu hamil muda.

“Segera berhenti melakukan sit-up. Crunches hanya dirancang untuk melatih otot permukaan dan dapat menyebabkan diastasis recti (pemisahan perut),” jelas Erica Ziel, spesialis kebugaran bersertifikat pra/pasca-kelahiran dan pendiri Knocked-Up Fitness, mengutip She Knows.

Selain itu, sit-up memberikan tekanan yang tidak perlu pada leher, fleksor pinggul, dan punggung.

15. Bepergian Naik Pesawat sebelum Usia Kandungan 12 Minggu

ibu hamil mudah tidak boleh naik pesawat

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Tommys, waktu terbaik dalam kehamilan untuk liburan ke luar negeri adalah di tengah kehamilan.

Mual dan kelelahan umum terjadi pada 12 minggu pertama kehamilan, dan risiko keguguran juga lebih tinggi pada tiga bulan pertama (ini tidak terkait dengan bepergian).

Oleh karena itu, larangan untuk ibu hamil muda ini harus ditaati.

Bepergian di bulan-bulan terakhir kehamilan bisa melelahkan dan tidak nyaman dan menjadi bagian larangan untuk ibu hamil.

Jika Moms memutuskan untuk bepergian di akhir kehamilan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Periksa rencana dengan maskapai penerbangan. Kemungkinan melahirkan lebih tinggi setelah 37 minggu dan beberapa maskapai penerbangan tidak mengizinkan Moms terbang. Setelah minggu ke 28 kehamilan, maskapai penerbangan dapat meminta surat dari dokter atau bidan untuk mengonfirmasi HPL, dan bahwa Moms tidak berisiko mengalami komplikasi.
  • Periksa rencana dengan perusahaan asuransi perjalanan. Apakah kehamilan ditanggung jika terjadi kecelakaan
  • Bawa catatan kehamilan.

Perjalanan jarak jauh (lima jam atau lebih) juga membawa risiko kecil trombosis vena dalam (DVT atau pembekuan darah), jadi minumlah banyak air dan cobalah bergerak selama penerbangan.

Baca Juga: Jangan Lakukan 3 Hal Ini Jika Ingin Naik Pesawat Saat Hamil

16. Menghirup Aromaterapi

Menghirup aromaterapi juga termasuk dalam larangan untuk ibu hamil muda, lho!

Alasan mengapa calon ibu harus menghindari aromaterapi adalah karena minyak esensial tertentu dapat menjadi racun bagi janin.

“Minyak esensial internal harus dihindari selama kehamilan karena mengonsumsi minyak esensial melalui mulut menghasilkan paparan terbesar pada bayi yang sedang berkembang,” jelas Dr. Sarah Villafranco, CEO dan pendiri perusahaan perawatan kulit alami Osmia.

Jika berencana untuk menggunakan minyak esensial secara oral, Moms harus melakukannya di bawah bimbingan ahli yang terlatih.

Mereka adalah obat yang manjur, dan bahkan tanaman yang indah dan harum bisa menjadi racun.

Meskipun metode penggunaan minyak esensial lainnya, termasuk mandi, produk pembersih, dan produk pembersih mungkin baik-baik saja, Moms tetap perlu berkonsultasi dengan profesional mengenai minyak mana yang paling aman dan melakukannya dengan tidak berlebihan.

17. Melakukan Olahraga Kontak

olahraga ibu hamil

Foto: social-tv.co.za

American College of Obstetricians and Gynecologists merekomendasikan larangan untuk ibu hamil muda adalah olahraga kontak, seperti sepak bola atau tinju.

Olahraga kontak meningkatkan risiko solusio plasenta, yang merupakan pemisahan prematur plasenta dari dinding rahim. Solusio plasenta adalah kondisi parah yang dapat menyebabkan kelahiran prematur, keguguran, atau lahir mati.

Wanita hamil juga lebih rentan mengalami cedera karena perubahan hormonal dalam tubuh menyebabkan ligamen menjadi lebih longgar.

Baca Juga: 5 Olahraga untuk Ibu Hamil yang Berpuasa Agar Tetap Bugar

18. Terlalu Stres

Sebagian wanita menderita gangguan mental saat hamil. Stres atau berpikir terlalu keras adalah salah satu larangan untuk ibu hamil muda yang sebaiknya diperhatikan.

Stres tingkat tinggi yang berlanjut dalam waktu lama dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Selama kehamilan, stres dapat meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi prematur (lahir sebelum 37 minggu kehamilan) atau bayi dengan berat lahir rendah.

19. Diet atau Membatasi Makan

Benarkah-Diet-Ketogenik-Baik-Untuk-Anak-Penderita-Epilepsi--Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip jurnal dalam National Center for Biotechnology Information, diet atau membatasi makan tidak baik untuk kesehatan ibu hamil dan juga janin.

Gizi ibu yang seimbang selama kehamilan sangat penting untuk kesehatan ibu, oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga pola makan yang memadai untuk perkembangan janin yang optimal.

Faktor lingkungan dan gaya hidup selama kehamilan menentukan risiko berkembangnya penyakit kronis di kemudian hari dan juga mempengaruhi kesehatan buah hati.

Kehamilan membutuhkan peningkatan asupan makro dan mikronutrien serta diet seimbang. Untuk itu, larangan untuk ibu hamil muda ini sebaiknya Moms cermati dengan baik ya.

20. Minum Alkohol

Larangan untuk ibu hamil yang terakhir adalah konsumsi alkohol.

MelansirSanford Health, selama kehamilan sebaiknya tidak sama sekali minum alkohol, sebab membawa risiko komplikasi pada kehamilan.

Minum alkohol saat hamil dapat menyebabkan masalah bagi bayi yang sedang berkembang, termasuk beberapa hari dan minggu sebelum seorang wanita mengetahui dirinya hamil.

Salah satunya dapat menyebabkan bayi memiliki fitur wajah yang tidak normal dan masalah pertumbuhan serta sistem saraf pusat.

Minum alkohol selama kehamilan dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, dan berbagai gangguan perilaku dan intelektual yang dikenal sebagai Gangguan Spektrum Alkohol Janin (FASD).

Baca Juga: 11 Tips Melahirkan Lancar untuk Ibu Hamil 9 Bulan, Yuk Coba!

Itu dia Moms, daftar larangan untuk ibu hamil muda. Konsultasikan ke dokter jika Moms merasa butuh bimbingan atau saran yang tepat, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait