Kesehatan Umum

15 Oktober 2021

Leukosit Rendah: Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya

Leukosit yang terlalu rendah bisa sebabkan beragam penyakit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Karinta
Disunting oleh Karla Farhana

Sama seperti sel darah merah, jumlah sel darah putih dalam tubuh harus seimbang. Jika kadar leukosit rendah, hal ini bisa memicu beragam masalah kesehatan, Moms.

Berikut penjelasan lengkap mulai dari gejala hingga pencegahannya.

Berapa Kadar Leukosit Rendah?

leukosit-rendah.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sel darah putih adalah bagian penting dari sistem kekebalan tubuh yang membantu melawan penyakit dan infeksi.

Jika Moms memiliki terlalu sedikit sel darah putih, kondisi ini dikenal dengan istilah leukopenia.

Pada orang dewasa, kadar leukosit rendah ada di angka kurang dari 4.000 sel per mikroliter darah.

Padahal normalnya, dilansir dari Leukimia & Lymphpma Society, angka ini berada di kisaran 4.500 - 11.000, baik pada wanita, pria, dan anak-anak.

Di dalam darah, sel darah putih terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Neutrofil (55-70%)
  • Limfosit (20-40%)
  • Monosit (2-8%)
  • Eosinofil (1-4%)
  • Basofil (0,5-1%)

Anak-anak berusia lebih dari 4 tahun, mereka memiliki persentase limfosit yang lebih tinggi dalam darah mereka daripada orang dewasa.

Jumlah sel darah putih yang rendah dapat menjadi indikator kondisi tertentu, termasuk lupus, rheumatoid arthritis, kekurangan vitamin, atau efek samping pengobatan kanker.

Baca Juga: Terlihat Mirip, Ternyata Ini Perbedaan Selaput Dara dan Darah Haid

Gejala Leukosit Rendah

leukosit rendah

Foto: Orami Photo Stock

Ketika kadarnya terlalu rendah, ada berbagai gejala infeksi yang mungkin Moms rasakan, yaitu:

  • Demam tinggi lebih dari 38° C
  • Menggigil
  • Sakit tenggorokan
  • Sariawan yang terus kambuh
  • Sakit gigi
  • Ruam kulit
  • Kelelahan
  • Gejala mirip flu seperti pilek, bersin, batuk

Terkadang, kondisi ini menyebabkan masalah kesehatan yang mengancam jiwa, yaitu sepsis.

Penyebab Sel Darah Putih Rendah

limfosis-sel-darah-putih.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Berikut ini berbagai masalah kesehatan yang menyebabkan leukosit rendah, yaitu:

1. Masalah Sumsum Tulang

Sumsum tulang bertugas memproduksi sel darah. Jumlah sel darah putih yang terlalu rendah sering kali dikaitkan dengan masalah pada sumsum tulang.

Kemampuan sumsum tulang untuk membuat sel darah putih dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Jika Moms atau Dads bekerja dan terpapar bahan kimia tertentu seperti benzena dan pestisida, ini bisa menurunkan kinerja sumsum tulang.

Selain itu, beberapa jenis kanker dan perawatan kanker seperti kemoterapi serta radiasi juga bisa jadi penyebab leukosit rendah.

2. Penyakit Autoimun

Beberapa penyakit autoimun seperti lupus dan rheumatoid arthritis, bisa menyebabkan kekeliruan pada sel darah putih.

Akibatnya, bukannya melindungi tubuh dari penyakit, ia justru berbalik menyerang tubuh dan menghancurkannya.

3. Infeksi

Virus dapat memengaruhi kerja sumsum tulang dan membuat sel darah putih menjadi rendah untuk sementara waktu.

Infeksi darah dapat membuat tubuh menggunakan sel darah putih lebih cepat ketimbang pembuatannya, misalnya dalam kasus HIV.

Ini karena HIV membunuh jenis sel darah putih tertentu, Moms.

Baca Juga: Kenali Eritrasma, Infeksi yang Terjadi pada Area Lipatan Kulit

4. Kelainan Bawaan

Kelainan bawaan atau cacat lahir bisa menyebabkan leukopenia, yaitu:

  • Sindrom Kostmann atau neutropenia kongenital yang parah
  • Myelokathexis

Masalah bawaan ini dapat menyebabkan leukosit rendah termasuk kondisi yang memengaruhi cara kerja sumsum tulang untuk memproduksi sel-sel darah dalam tubuh.

5. Obat-obatan

leukosit rendah

Foto: Orami Photo Stock

Obat-obatan seperti antibiotik, interferon, bupropion, dan clozapin termasuk yang dapat menghancurkan sel darah putih.

6. Kurang Nutrisi

Kekurangan kadar vitamin tertentu seperti asam folat dan B12 dapat memengaruhi cara tubuh memproduksi sel darah putih.

Penyalahgunaan alkohol dapat mengacaukan nutrisi dalam tubuh.

7. Masalah Limpa

Selain sumsum tulang, limpa juga memiliki andil dalam produksi sel darah putih dalam tubuh.

Infeksi, pembekuan darah, dan masalah lain dapat membuatnya membengkak dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ini dapat menurunkan jumlah sel darah putih.

8. Sarkoidosis

Sarkoidosis adalah penyakit sistemik yang disebabkan oleh respon imun yang berlebihan.

Ini ditandai dengan pembentukan granuloma atau area peradangan kecil, di berbagai sistem di tubuh Moms.

Ketika granuloma ini terbentuk di sumsum tulang Moms, maka leukopenia dapat terjadi.

Diagnosis Leukosit Rendah

sel-darah-putih.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya dokter akan mengetahui kadar sel darah putih setelah melakukan tes darah seperti menghitung darah lengkap atau complete blood count.

Dokter akan melakukan tes hitung darah lengkap secara teratur untuk memeriksa pasien yang memiliki kondisi tertentu, seperti infeksi atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Informasi yang didapatkan ini nantinya akan membantu dokter membuat daftar kemungkinan diagnosis.

Dokter bisa saja merekomendasikan dan merujuk Moms ke spesialis hematologi.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini 5 Langkah Mudah Pertolongan Pertama Anak Sakit Perut

Pengobatan Leukosit Rendah

leukosit rendah

Foto: Orami Photo Stock

Pengobatan untuk leukosit rendah sebenarnya tergantung pada jenis sel darah putih apa yang rendah dan sesuai kondisinya.

Berbagai perawatan umum yang mungkin dapat diberikan, yaitu:

1. Obat-obatan

Obat tertentu dapat diberikan untuk merangsang tubuh memproduksi lebih banyak sel darah.

Moms juga mungkin diberi resep obat untuk menghilangkan penyebab berkurangnya jumlah sel tersebut.

Misalnya, antijamur untuk mengobati infeksi jamur atau antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri.

2. Menghentikan Pengobatan yang Menyebabkan Leukopenia

Terkadang, Moms perlu menghentikan pengobatan seperti kemoterapi untuk memberikan waktu bagi tubuh agar memproduksi lebih banyak sel darah.

Pasalnya, jumlah sel darah dapat meningkat secara alami ketika pengobatan seperti radiasi selesai atau di antara sesi kemoterapi.

Namun, perlu diingat bahwa waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan jumlah sel darah putih normal tentu berbeda-beda setiap orang.

3. Mengubah Gaya Hidup

Immunocompromised diet atau diet rendah bakteri mungkin direkomendasikan jika sel darah putih Moms sangat rendah.

Diet ini dianggap dapat mengurangi peluang terkena kuman dari makanan atau proses memasak yang kurang higienis.

4. Istirahat Cukup

Jika selama ini Moms terlalu banyak kegiatan hingga tak cukup istirahat termasuk tidur larut malam, ubahlah kebiasaan ini mulai sekarang.

Pasalnya, sistem kekebalan tubuh akan meningkat jika Moms memiliki waktu istirahat yang cukup.

5. Makan Bergizi Seimbang

Untuk memulihkan kondisi tubuh seperti semula dari leukosit rendah, konsumsilah makanan bergizi seimbang.

Perbanyak pula asupan buah, sayur, protein, dan lemak sehat yang kaya akan nutrisi penting bagi tubuh.

Baca Juga: 10+ Makanan yang Mengandung Karbohidrat Tinggi dan Sehat, Salah Satunya Mangga!

Cara Mencegah Leukosit Rendah

leukosit rendah

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengurangi kemungkinan penyakit tertentu dan jumlah sel darah putih yang rendah, berikut langkah pencegahan yang perlu dilakukan Moms, melansir Cleveland Clinic:

  • Jaga kebersihan tubuh dan lingkungan tempat tinggal
  • Jangan dekat-dekat dengan hewan yang sedang sakit dan berpotensi menularkan infeksi
  • Masak makanan sampai matang sempurna sebelum memakannya
  • Tidak berdekatan dengan orang yang sedang sakit, terlebih memiliki penyakit menular
  • Lakukan seks aman, hindari narkoba, dan menggunakan jarum suntik yang sama

Itulah beragam informasi seputar leukosit rendah untuk Moms pahami, semoga membantu, ya!

  • https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/17706-low-white-blood-cell-count
  • https://www.webmd.com/cancer/white-blood-cell-count-low
  • https://www.nhs.uk/conditions/low-white-blood-cell-count/
  • https://www.healthline.com/health/leukopenia#causes
  • https://www.lls.org/treatment/lab-and-imaging-tests/understanding-blood-counts
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait