Kesehatan

7 September 2021

Benarkah Masturbasi Bisa Menyebabkan Lutut Kopong?

Terlalu sering masturbasi disebut-sebut bisa sebabkan lutut kopong. Cek faktanya di sini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Karla Farhana

Pernahkah Moms mendengar anggapan bahwa masturbasi terlalu sering bisa menyebabkan lutut kopong?

Sebagai informasi, masturbasi adalah salah satu bentuk aktivitas seksual yang dilakukan dengan memberi stimulasi pada alat kelamin sendiri.

Meski di Indonesia cukup tabu untuk dibicarakan, masturbasi nyatanya adalah aktivitas seksual yang cukup sering dilakukan.

Menurut survey oleh Indiana University pada 2009 yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine, diketahui bahwa pria berusia 25-29 tahun melakukan masturbasi lebih dari 4 kali dalam seminggu.

Lantas, apakah benar masturbasi bisa menyebabkan lutut kopong?

Sayangnya, belum ada bukti ataupun penelitian yang membenarkan hal ini. Memang benar terkadang masturbasi bisa membuat lelah, bahkan lutut terasa nyeri dan berderik. Namun, gejala tersebut bukan diakibatkan oleh masturbasi.

Baca juga: 5 Cara Menghilangkan Hitam di Lutut dengan Bahan Alami

Penjelasan Ilmiah di Balik Lutut Kopong

lutut kopong

Sebenarnya, istilah lutut kopong tidak ada dalam dunia medis. Kondisi yang biasa terjadi adalah lutut berbunyi seperti meletup atau menggeretak, seolah ada retakan atau kekopongan di dalam. Dalam medis, kondisi ketika lutut mengeluarkan bunyi biasa disebut dengan krepitasi atau crepitus.

Pada kebanyakan kasus, bunyi pada lutut bisa terjadi ketika seseorang jongkok atau bergerak dengan bertumpu pada lutut. Kondisi ini bisa terjadi sesekali karena jaringan tulang rawan tidak lagi rata karena penuaan. Ketidakrataan permukaan jaringan tulang rawan tersebut menyebabkan timbulnya bunyi “krek” saat bersentuhan.

Selain itu, melansir laman Healthline, timbulnya bunyi pada lutut yang sering disebut lutut kopong juga bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, seperti:

1.Gelembung Gas

Gas dapat menumpuk di area persendian dan membentuk gelembung kecil di cairan sinovial (cairan kental yang berfungsi untuk melumasi sendi). Ketika lutut ditekuk, beberapa gelembung tersebut bisa pecah dan menimbulkan bunyi. Hal ini normal terjadi pada setiap orang dan tidak perlu dikhawatirkan.

2.Ligamen Meregang

Ligamen dan tendon di sekitar sendi lutut bisa sedikit meregang saat melewati benjolan tulang kecil. Lalu, ketika kembali ke tempatnya, kamu mungkin mendengar suara “klik” di lutut. Inilah yang mungkin disalahartikan sebagai kondisi lutut kopong.

Baca juga: Ketahui Penyebab dan Cara Penanganan Lutut Bengkak Berikut Ini!

3.Ketidakstabilan Patellofemoral

Tubuh setiap orang bisa berbeda-beda, termasuk soal jaringan dan komponen yang membentuk lutut. Beberapa orang bisa jadi memiliki lutut yang lebih lentur dari orang lain, sehingga tempurung lutut bisa bergerak lebih bebas. Hal inilah yang membuat lutut seseorang lebih sering bunyi.

4.Cedera

Kondisi yang sering dikira sebagai lutut kopong juga bisa terjadi akibat cedera atau benturan keras pada lutut. Kondisi ini dapat membuat tempurung atau sendi lutut mengalami kerusakan dan mengeluarkan bunyi.

Berikut ini kondisi cedera pada lutut yang bisa menyebabkan terjadinya lutut kopong atau krepitasi:

  • Robekan meniskus. Kondisi ini cukup umum terjadi pada orang yang sering berolahraga, joging, atau lari. Robekan meniskus dapat menyebabkan timbulnya bunyi pada lutut ketika sendi digerakkan.
  • Chondromalacia patella. Merupakan kondisi ketika tulang rawan di bawah permukaan yang menutupi tempurung lutut mengalami kerusakan. Gejalanya dapat berupa nyeri tumpul di belakang tempurung lutut. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh penggunaan lutut berlebihan atau cedera.
  • Sindrom patellofemoral (runner’s knee). Kondisi ini umumnya terjadi ketika memberi terlalu banyak tekanan pada sendi lutut yang bernama sendi patela. Akibatnya, lutut bisa terdengar berbunyi dan nyeri saat digerakkan.

5.Radang Sendi

Peradangan pada sendi, atau disebut juga osteoarthritis, juga bisa membuat lutut mengeluarkan bunyi dan dikira lutut kopong. Meski bisa terjadi pada siapa saja, kondisi ini biasanya dialami oleh orang berusia di atas 50 tahun.

Pada kondisi osteoarthritis, tekanan dan perubahan biokimia dapat memecah tulang rawan yang melindungi sendi lutut dari waktu ke waktu. Gejala selain bunyi pada lutut adalah nyeri dan kaku saat digerakkan. Jadi, bila lutut terdengar berbunyi dan disertai nyeri, bisa jadi itu karena kondisi ini.

Baca juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Otot Anak Sejak Dini, Mencegah Kram dan Pegal Linu

6.Efek Samping Operasi

Pada beberapa kasus, lutut bisa jadi lebih berisik setelah menjalani operasi. Hal ini dapat terjadi karena perubahan kecil selama prosedur operasi, atau fitur sendi baru dalam kasus penggantian sendi.

Seringkali, bunyi pada lutut itu sudah ada sebelumnya. Namun, mungkin baru disadari setelah operasi karena banyak orang menjadi lebih jeli terhadap gejala yang terjadi pada tubuh selama periode pasca operasi.

Bagaimana Mengatasinya?

lutut kopong

Lutut kopong atau krepitasi adalah kondisi yang sering terjadi dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Bila Moms mengalaminya, tetapi tidak terasa nyeri, tidak perlu khawatir tentang hal ini. Namun, jika lutut mengeluarkan bunyi disertai rasa nyeri, ini bisa menunjukkan adanya masalah, sehingga perlu diperiksakan ke dokter.

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi lutut kopong tergantung pada apa yang jadi penyebabnya. Bila karena osteoarthritis atau radang sendi, pengobatan untuk kondisi ini perlu dilakukan.

Secara umum, dokter biasanya akan merekomendasikan beberapa perawatan berikut ini untuk mengatasi lutut berbunyi yang disertai nyeri:

  • Manajemen berat badan.
  • Olahraga, seperti berjalan, berenang, atau tai chi.
  • Menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
  • Obat resep, termasuk suntikan steroid ke dalam sendi.
  • Mengompres panas atau dingin pada lutut untuk mengurangi peradangan.
  • Terapi fisik dan latihan untuk memperkuat otot-otot yang mendukung sendi dan meningkatkan jangkauan gerak.
  • Terapi perilaku kognitif.

Pada beberapa kasus, pembedahan atau penggantian sendi mungkin diperlukan. Selain itu, meditasi juga bisa dilakukan untuk meredakan rasa sakit dan dapat meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.

Baca juga: 6 Cara Melatih Kelenturan Tubuh dan Otot Kaki

Tips untuk Lutut yang Sehat

Meski lutut kopong atau krepitasi bisa terjadi pada siapa saja, bukan berarti kondisi ini bisa disepelekan. Agar terhindar dari berbagai masalah, penting untuk menjaga kesehatan lutut dan persendian. Mengutip laman WebMD, berikut ini tips untuk menjaga kesehatan lutut:

  • Olahraga secara teratur. Hal ini dapat memperkuat kaki dan lutut. Terutama bila dilakukan dengan dengan beban, atau lakukan gerakan seperti jongkok dan lunges, setidaknya dua kali seminggu. Berjalan menaiki tangga atau bukit, atau naik sepeda statis untuk membangun otot untuk menopang lutut.
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga. Latihan intens dengan otot dan persendian dapat menyebabkan cedera. Oleh karena itu, jangan lupa untuk lakukan pemanasan sebelum berolahraga ya, Moms.
  • Lakukan peregangan. Setelah berolahraga, lakukan peregangan statis, di mana Moms menahan peregangan selama 30 detik. Ini dapat membantu mencegah cedera. Regangkan otot-otot di bagian depan dan belakang paha secara teratur (masing-masing paha depan dan paha belakang).
  • Kenakan sepatu yang pas. Mengenakan sepatu yang kurang pas dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat beraktivitas, sehingga meningkatkan risiko keseleo atau cedera. Jadi, pastikan untuk memakai sepatu yang pas, ya.
  • Jaga berat badan yang sehat. Memiliki berat badan yang sehat dapat membuat tekanan pada lutut berkurang. Selain itu, kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama dalam radang sendi lutut.

Baca juga: 10 Latihan Otot Punggung di Rumah, Ada Gerakan Superman

Itulah pembahasan mengenai lutut kopong, berbagai penyebab, pengobatan, dan tips pencegahannya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa lutut kopong bukanlah kondisi yang bisa terjadi akibat terlalu sering masturbasi, ya. Meski begitu, tidak ada salahnya untuk waspada dengan tidak terlalu sering melakukan masturbasi, karena segala hal yang berlebihan tidak baik untuk kesehatan.

https://www.jsm.jsexmed.org/article/S1743-6095(15)33207-0/fulltext

https://www.healthline.com/health/osteoarthritis/crepitus

https://www.webmd.com/pain-management/knee-pain/features/knee-cracks-pops

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait