Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




ASI & MPASI | Mar 20, 2018

Madu untuk Bayi, Bolehkah?

Bagikan


 

Madu memang merupakan minuman yang baik untuk kesehatan. Karena itu, sejak dulu, ada saja ibu yang memberikan madu untuk bayinya. Sebenarnya madu termasuk salah satu jenis minuman yang tidak boleh diberikan kepada bayi yang usianya masih berada di bawah 1 tahun atau 12 bulan.

Bakteri Clostridium yang menyebabkan botulisme pada bayi mengontaminasi jenis makanan tertentu, khususnya seperti madu. Botulisme pada bayi sendiri dapat menyebabkan terjadinya kelemahan otot, ditandai dengan tangisan dan kemampuan menghisap ASI yang lemah, sembelit, hingga penurunan tonus otot secara menyeluruh (floppiness).

 

Hindarkan Bayi dari Botulisme dengan Tidak Memberikan Madu

Bagaimana mungkin botulisme dapat terjadi pada bayi hanya dengan mengonsumsi madu? Hal tersebut terjadi karena madu, meskipun sangat jarang, terkontaminasi bakteri dan spora Clostridium botulinum.

Bakteri dan spora tersebut dikenal sebagai penyebab keracunan makanan yang langka atau botulisme. Jika bayi mengalami botulisme, akan terlihat gejala yang umumnya muncul sekitar 8 hingga 36 jam setelah meminum atau memakan madu.

Segera hubungi dokter jika bayi menunjukkan gejala-gejala berikut setelah Moms memberi madu untuk bayi:

  • Sembelit
  • Lemah atau lesu
  • Nafsu makan menurun

Meskipun kondisi tersebut cukup jarang terjadi, Moms tetap harus waspada. Sebenarnya, Moms dapat mencegah atau mengurangi risiko botulisme yang mungkin menyerang si kecil dengan tidak memperkenalkannya pada madu, termasuk makanan dan minuman yang di dalamnya mengandung madu.

Setidaknya sampai si kecil berusia 1 tahun, karena di usianya yang sudah lebih dari 12 bulan justru si kecil bisa menerima begitu banyak khasiat madu yang baik bagi tubuhnya.

 

Madu Merusak Pertumbuhan Gigi Bayi

Bukan hanya botulisme, alasan mengapa sebaiknya madu tidak diberikan kepada bayi di bawah 1 tahun adalah terjadinya kerusakan pertumbuhan gigi. Konsumsi madu pada bayi di bawah 12 bulan tidak jarang membuat si kecil doyan makanan manis.

Untuk membuat makanan bayi terasa lebih enak, Moms disarankan mengganti madu dengan pure buah, buah kering, maupun pisang tumbuk yang memiliki cita rasa manis alami. Pemanis alami yang aman untuk bayi tersebut juga banyak mengandung mineral dan vitamin yang sangat penting bagi pertumbuhan si kecil.

Selain itu, Moms juga dapat mencegah bayi minum madu dengan memberikan asupan makanan beserta minuman manis dalam bentuk smoothie maupun yoghurt buah.

Namun, Moms perlu waspada saat memilih smoothie dan yoghurt karena beberapa produk yang dijual di pasaran mengandung madu atau pemanis. Kendati proses produksi dengan kadar panas tertentu sudah mampu membunuh bakteri yang ada di dalamnya, kadar manis dari jumlah gula yang cukup tinggi di dalam produk tersebut tentu akan sangat tidak baik bagi bayi.

Meskipun madu tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi ketika usianya masih kurang dari 1 tahun, sebenarnya Moms justru disarankan memberikan madu kepada si kecil saat usianya sudah melewati 1 tahun.

Manfaat madu untuk balita di antaranya membantu meningkatkan kecerdasan, sebagai vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan sistem pencernaan, dan membantu anak lebih cepat menyembuhkan luka.

Jadi, apakah Moms masih berniat memberikan madu untuk bayi setelah mengetahui semua fakta di atas?

 

(RGW)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.