Trimester 1

TRIMESTER 1
19 Maret 2021

7+ Makanan Penguat Kandungan di Awal Kehamilan, Salah Satunya Kurma!

Trimester awal kehamilan adalah masa yang sangat penting
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Daftar isi artikel

Hamil adalah sesuatu yang harus disyukuri sehingga menjaga kehamilan adalah hal yang sudah sepantasnya dilakukan oleh Moms yang hamil. Banyak cara untuk menjaga kehamilan, misalnya rutin memeriksakan diri ke dokter kandungan, makan vitamin yang dibutuhkan ibu hamil dan juga makan atau konsumsi makanan penguat kandungan yang bergizi serta bernutrisi lengkap.

Terlebih pada awal atau trimester pertama kehamilan, mengkonsumsi makanan penguat kandungan harus. Pada trimester awal kehamilan, ibu hamil biasanya merasa mual, tidak nafsu makan dan mudah lelah.

Ibu hamil biasanya mengalami lonjakan hormon progesteron yang dapat memicu ketidaknyamanan pencernaan, termasuk sembelit dan refluks. Pada masa-masa itu, banyak calon ibu mendapati bahwa mereka tidak memiliki keinginan untuk makan beberapa makanan sehat yang dulu mereka sukai, seperti sayuran segar atau daging tanpa lemak.

Oleh karena itu, mengkonsumsi makanan penguat kandungan adalah hal yang penting untuk memenuhi kebutuhan kalori ibu dan janin. Perlu Moms ketahui bahwa kalori ibu yang sedang hamil adalah sekitar 2.000 kalori sehari pada trimester pertama dan ini bisa dibantu oleh makanan penguat kandungan.

Praktisi atau dokter mungkin merekomendasikan lebih banyak kalori tergantung pada tingkat aktivitas masing-masing. Akan tetapi, jumlah tersebut cukup setara dengan rekomendasi nutrisi orang dewasa pada umumnya.

Makanan Penguat Kandungan

Jadi, apa saja makanan penguat kandungan yang bisa Moms makan di semester pertama kehamilan dan apa saja manfaatnya?

Baca Juga: Hati-hati, Makanan Ini Berbahaya Untuk Ibu Hamil!

1. Produk susu

produk susu

Foto: sesotec.com

Selama kehamilan terutama di semester pertama, Moms perlu mengonsumsi protein dan kalsium ekstra untuk memenuhi kebutuhan Si Kecil yang sedang tumbuh. Produk susu seperti susu UHT, keju, dan yogurt harus Moms konsumsi sebagai bagian dari makanan penguat kandungan.

Produk susu mengandung dua jenis protein berkualitas tinggi yaitu kasein dan whey. Produk susu adalah sumber kalsium makanan terbaik yang menyediakan fosfor, vitamin B, magnesium, dan seng dalam jumlah tinggi.

Yogurt, terutama yogurt Yunani, mengandung lebih banyak kalsium daripada kebanyakan produk susu lainnya dan sangat bermanfaat. Beberapa varietas juga mengandung bakteri probiotik, yang mendukung kesehatan pencernaan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa jika Moms tidak toleran laktosa, maka Moms mungkin juga dapat mentolerir yogurt terutama yogurt probiotik.

2. Kacang-kacangan

kacang kacangan

Foto: bostonmagazine.com

Kelompok makanan kacang-kacangan termasuk lentil, kacang polong, buncis, kedelai, dan kacang tanah adalah bagian dari pilihan makanan penguat kandungan.

Kacang-kacangan adalah sumber serat, protein, zat besi, folat, dan kalsium nabati yang bagus dan semuanya dibutuhkan tubuh Moms dengan jumlah yang lebih banyak selama kehamilan terutama di semester pertama.

Folat adalah salah satu vitamin B (B9) yang paling penting. Folat adalah sumber vitamin yang utama bagi Moms dan Si Kecil di dalam perut bahkan sejak saat program kehamilan direncanakan.

Dikutip dari National Institute of Health, ibu hamil membutuhkan setidaknya 600 mikrogram (mcg) folat setiap hari. Ini adalah jumlah yang besar untuk dicapai hanya dengan makanan.

Biasanya, dokter akan meresepkan suplemen berisi folat. Selain itu, menambahkan kacang-kacangan dapat membantu Moms mencapai rujukan yang dianjurkan tersebut secara bersama dengan suplementasi rekomendasi dari dokter.

Baca Juga: Mengenal 13 Jenis Kacang-Kacangan, Makanan Sehat untuk Kehamilan

3. Ubi Jalar

ubi jalar

Foto: goodeggs.com

Ubi jalar tidak hanya enak dimasak dengan berbagai cara, tetapi juga kaya akan beta karoten, senyawa tanaman yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh seseorang. Oleh karena itu, tidak heran jika ubi jalar masuk dalam daftar makanan penguat kandungan.

Vitamin A penting untuk perkembangan bayi. Namun, Moms harus mewaspadai sumber vitamin A hewani dalam jumlah berlebihan, seperti jeroan, yang dapat menyebabkan toksisitas.

Untungnya, ubi jalar adalah sumber beta karoten dan serat nabati yang melimpah.  Serat membuat seseorang kenyang lebih lama, mengurangi lonjakan gula darah, dan meningkatkan kesehatan pencernaan sembelit saat hamil.

4. Salmon

Salmon

Foto: verywellfit.com

Salmon dapat diolah dengan berbagai cara misalnya dimakan di atas bagel gandum utuh, panggang teriyaki, atau diolesi pesto. Salmon adalah tambahan yang disambut baik dalam daftar makanan penguat kandungan ini. Dikutip dari Healthline, salmon kaya akan asam lemak omega-3 esensial yang memiliki banyak manfaat.

Omega-3 esensial ditemukan dengan jumlah tinggi di dalam makanan laut dan membantu membangun otak dan mata janin di perut Moms. Akan tetapi, Moms juga harus hati-hati karena beberapa makanan laut harus dibatasi karena kandungan merkuri dan kontaminan lain yang ditemukan dalam ikan dengan merkuri tinggi?

Berita baiknya, Moms tetap bisa makan ikan berlemak seperti salmon dan menjadikannya salah satu pilihan menu makanan penguat kandungan.

Baca Juga: Apakah Ibu Hamil Boleh Mengonsumsi Vitamin Ikan?

5. Telur

telur

Foto: mucuruzi.com

Telur bahan makanan yang luar biasa dan makanan utama karena mengandung hampir semua nutrisi yang dibutuhkan seseorang terutama ibu hamil di usia kandungan muda.  Telur berukuran besar mengandung sekitar 80 kalori, protein berkualitas tinggi, lemak, dan banyak vitamin dan mineral sehingga telur sangat pantas untuk dijadikan makanan penguat kandungan.

Telur adalah sumber kolin yang bagus, dimana kolim adalah nutrisi penting selama kehamilan. Kolin penting dalam perkembangan otak bayi dan membantu mencegah kelainan perkembangan otak dan tulang belakang.

Satu telur utuh mengandung sekitar 147 miligram (mg) kolin atau mendekati asupan kolin yang disarankan saat ini, yaitu sebesar 450 mg per hari saat hamil. Namun,sumber penelitian mengatakan bahwa hal tersebut masih harus dipelajari lebih lanjut untuk menentukan apakah itu benar cukup atau tidak.

6. Avokad

alpukat

Foto: cedars-sinai.org

Avokad merupakan buah yang tidak biasa karena mengandung banyak asam lemak tak jenuh tunggal. Ini membuat alpukat memiliki rasa seperti mentega dan cocok untuk dijadikan sebuah krim yang cocok dimakan bersama hidangan lainnya.

Avokad juga tinggi serat, vitamin B (terutama folat), vitamin K, kalium, tembaga, vitamin E, dan vitamin C. Karena kandungan lemak sehat, folat, dan kalium yang tinggi, alpukat adalah pilihan yang bagus selama kehamilan (bahkan saat tidak hamil). Tak heran jika alpukat dijadikan salah satu makanan penguat kandungan.

Lemak sehat membantu membangun kulit, otak, dan jaringan si kecil, dan folat dapat membantu mencegah cacat tabung saraf, kelainan perkembangan otak dan tulang belakang seperti spina bifida.

Kandungan lainnya yaitu kalium dapat membantu meredakan kram kaki atau efek samping kehamilan bagi sebagian wanita. Faktanya, penelitian menyebutkan bahwa alpukat mengandung lebih banyak kalium daripada pisang, padahal pisang juga termasuk dalam daftar makanan penguat kandungan.

7. Kurma

kurma

Foto: healthline.com

Bukan rahasia umum jika disebutkan bahwa kurma adalah salah satu bagian makanan penguat kandungan. Kurma tidak hanya aman bagi ibu dan bayinya, tetapi juga bermanfaat bagi siapa saja terlebih ibu hamil di semester pertama.

Kurma sangat dianjurkan untuk ibu hamil karena dapat mengurangi risiko anemia, membantu mengatasi morning sickness, mengatur tekanan darah dan kadar gula darah, membuang racun, meningkatkan kekebalan tubuh, dan menjaga kesehatan kandungan kalsium dalam tubuh. Kurma sarat dengan berbagai nutrisi yang dapat sangat membantu wanita hamil.

Kurma juga mengandung fruktosa yang terurai dengan cepat dan menawarkan energi instan tanpa mengubah kadar gula darah seseorang. Makan kurma selama kehamilan itu baik karena mengandung obat pencahar yang membantu kontraksi rahim dan memudahkan persalinan dengan memperpendeknya.

Dikutip dari Parenting Firstcry, penelitian telah menunjukkan bahwa konsumsi kurma selama akhir kehamilan bahkan bisa memperpendek persalinan dan memengaruhi persalinan secara positif.

Baca Juga: Wajib Dikonsumsi, Ini Dia 5 Buah untuk Ibu Hamil agar Selalu Sehat

8. Brokoli dan Sayuran Hijau Tua Lainnya

sayuran hijau

Foto: eatright.org

Tidak hanya dari kacang-kacangan, sumber folat lainnya yang juga bisa menjadi salah satu makanan penguat kandungan adalah brokoli. Folat atau kadang disebut asam folat, merupakan nutrisi penting untuk bayi yang sedang tumbuh.

Selain brokoli, sayuran hijau tua lainnya seperti kangkung dan bayam, juga mengandung begitu banyak nutrisi yang Moms butuhkan di saat hamil semester pertama. Bahkan jika Moms tidak suka memakannya, mereka sering kali dapat dimasukkan ke dalam semua jenis hidangan yang mungkin menarik untuk Moms.

Manfaatnya antara lain kaya akan serat, vitamin C, vitamin K, vitamin A, kalsium, zat besi, folat, dan kalium. Semua nutrisi tersebut adalah sumber kebaikan sayuran hijau sebagai makanan penguat kandungan.

Itulah beberapa pilihan makanan penguat kandungan yang bisa Moms pilih. Perlu diingat bahwa masa awal-awal kehamilan bukanlah masa yang mudah.

Akan tetapi, Moms bisa menghadapinya ketika memiliki kehamilan yang terjaga dengan terpenuhinya berbagai nutrisi dan gizi seimbang. Semua hal tersebut bisa Moms dapatkan saat satunya dengan konsumsi makanan penguat kandungan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait