Kesehatan

KESEHATAN
14 Desember 2020

3+ Makanan Penyebab Bisul, Cari Tahu Juga Cara Mengatasinya!

Hati-hati ya Moms, ternyata ada makanan penyebab bisul yang perlu diwaspadai berikut ini!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bisul adalah benjolan berisi nanah yang menyakitkan yang terbentuk di bawah kulit. Kondisi ini terjadi ketika bakteri menginfeksi dan merusak satu atau lebih folikel rambut.

Sementara ada juga jenis sekumpulan bisul yang membentuk area infeksi yang terhubung di bawah kulit. Dalam dunia medis kondisi ini disebut dengan carbuncle.

Mengutip Mayo Clinic, bisul biasanya dimulai sebagai benjolan merah dan lunak. Benjolan dengan cepat terisi nanah, tumbuh lebih besar dan lebih menyakitkan sampai pecah dan akhirnya keluar.

Area yang paling mungkin terpengaruh adalah wajah, bagian belakang leher, ketiak, paha, dan bokong. Untuk mencegahnya semakin parah, Moms tidak boleh mencoba menusuk atau memencetnya. Karena hal ini malah bisa menyebarkan infeksi.

Di Indonesia sendiri ada mitos yang beredar tentang bisul, seperti misalnya telur yang dianggap menjadi makanan penyebab bisul. Namun mengutip Livestrong, nyatanya memang ada beberapa makanan penyebab bisul di wajah atau pada bayi yang mungkin perlu diwaspadai. Lantas, apakah benar telur termasuk? Temukan jawabannya melalui ulasan berikut ini!

Baca Juga: Serba-Serbi Bisul di Badan: Penyebab dan Gejalanya

Makanan Penyebab Bisul

Makanan Penyebab Bisul

Foto: Orami Photo Stock

Berikut ini adalah makanan penyebab bisul pada bayi atau anak atau bahkan di wajah yang perlu kamu waspadai:

1. Makanan Mengandung Gula Tinggi

Gula telah lama dikenal oleh komunitas ilmiah sebagai penyebab jerawat kistik atau bisul. Artikel pada New York Times juga mempublikasikan sebuah studi tahun 2007 yang mengaitkan makanan manis dengan indeks glikemik tinggi dan kerusakan kulit.

Makanan indeks glikemik tinggi nyatanya dapat dengan cepat meningkatkan kadar glukosa darah tubuh, ia kemudian akan membilas tubuh dengan insulin dan hormon lainnya.

Para ilmuwan berteori bahwa serbuan insulin dan hormon ini dapat merangsang produksi minyak dan memicu jerawat kistik atau bisul. Jadi, hindarilah makanan mengandung gula tinggi karena ia bisa menjadi makanan penyebab bisul pada bayi atau bisul yang muncul di wajah.

2. Makanan Berlemak

Makanan penyebab bisul lainnya adalah makanan berlemak. Kontak dengan minyak dan minyak goreng dari restoran cepat saji juga seringkali dapat mengiritasi bisul.

Mark Hyman menulis di kolom situs Huffington Post mengungkapkan bahwa lemak jenuh dan minyak nabati olahan seperti kedelai dan minyak jagung bisa meningkatkan hormon pertumbuhan mirip insulin yang merangsang dan mengobarkan folikel yang menyebabkan jerawat dan bisul.

Di sisi lain, lemak omega-3 dari minyak ikan memiliki sifat anti-inflamasi dan dapat membantu menenangkan kulit.

3. Produk Susu

Mark Hyman lebih lanjut juga melaporkan bahwa dua uji klinis terkontrol besar menunjukkan bahwa susu sapi juga bisa meningkatkan jumlah orang yang terjangkit jerawat dan tingkat keparahan jerawat. Susu sapi dianggap mempercepat tingkat hormon dan insulin penyebab jerawat.

Ini juga meningkatkan kadar hormon anabolik, yakni jenis hormon yang digunakan atlet dan binaragawan untuk menjadi lebih berotot misalnya, androgen. Androgen bisa menstimulasi kulit dengan cara yang negatif, dan sering kali menyebabkan jerawat kistik.

Jadi makanan seperti susu dan produk olahannya bisa menjadi makanan penyebab bisul di wajah, sehingga Moms harus membatasinya, terutama saat bisul baru muncul.

4. Makanan dengan Karbohidrat Glikemik Tinggi

Makanan penyebab bisul pada bayi atau anak lainnya adalah melalui pola makan yang sebagian besar terdiri dari makanan tinggi glikemik. Ini bisa termasuk roti putih, nasi putih, pasta yang dibuat dengan tepung putih, dan sereal manis yang tidak dibuat dari biji-bijian.

Mereka adalah makanan penyebab bisul karena telah terbukti meningkatkan keparahan jerawat. Sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Dermatology menunjukkan "bukti yang cukup meyakinkan bahwa diet tinggi glikemik dapat memperburuk jerawat."

Sekali lagi, lonjakan insulin akibat mengonsumsi karbohidrat glikemik tinggi menyebabkan kulit memproduksi minyak secara berlebihan, yang menyebabkan timbulnya jerawat.

Baca Juga: Bisulan pada Bayi, Ini Semua Hal yang Perlu Moms Ketahui!

Lantas, Kapan Bisul Harus Diperiksakan ke Dokter?

Lantas, Kapan Bisul Harus Diperiksakan ke Dokter?

Foto: Orami Photo Stock

Setelah mengetahui makanan penyebab bisul, Moms juga perlu mengetahui kapan sebaiknya bisul diperiksakan ke dokter.

Bisul pada anak atau yang muncul di wajah biasanya jarang membutuhkan penanganan medis oleh dokter. Bila bisul berukuran kecil, Moms bisa melakukan perawatan sendiri di rumah dengan mengompresnya menggunakan kain yang direndam air hangat.

Meski begitu, ada kalanya bisul membutuhkan penanganan khusus,terutama bila munculnya lebih dari satu di waktu yang bersamaan. Atau jika bisul muncul disertai salah satu atau lebih gejala seperti:

  • Muncul di wajah sehingga mengganggu penampilan.
  • Bisul muncul berulang.
  • Timbul demam dan menggigil.
  • Memiliki diameter lebih dari 5 cm.
  • Tidak sembuh dalam jangka waktu dua minggu.
  • Kelenjar getah bening ikut membengkak.
  • Timbul garis-garis atau kemerahan di kulit sehat sekitar bisul.

Bisul menyebabkan rasa sakit yang semakin parah, atau jika dialami bayi, mereka jadi rewel dan sulit tidur. Namun jika infeksi telah menyebar ke jaringan yang lebih dalam atau meluas, sampel nanah biasanya akan diambil untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi lebih akurat.

Hasil sampel nanah dapat memandu dokter tentang pilihan antibiotik yang bisa digunakan untuk mengobati bisul.

Baca Juga: 6 Langkah Mengobati Bisul Pada Balita, Jangan Dipencet, Ya!

Penyebab dan Faktor Risiko Bisul

Penyebab dan Faktor Risiko Bisul

Foto: Orami Photo Stock

Selain ada makanan penyebab bisul, ada juga penyebab dan faktor risiko bisul lho Moms. Tak hanya karena makanan yang disebutkan di atas, kebanyakan bisul muncul akibat infeksi Staphylococcus aureus. Ini adalah sejenis bakteri yang biasa ditemukan di kulit dan di dalam hidung.

Bisul kadang berkembang di tempat di mana kulit telah rusak karena luka kecil atau gigitan serangga, yang membuat bakteri jadi mudah masuk.

Siapa saja bahkan orang sehat sekali pun dapat mengalami bisul. Namun,ada beberapa faktor yang bisa tingkatkan risiko seseorang terserang bisul, antara lain:

  • Kontak Dekat dengan Pengidap Bisul. Seseorang lebih mungkin mengembangkan infeksi jika ia tinggal dengan seseorang yang mengidap bisul.
  • Diabetes. Penyakit ini bisa membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi, termasuk infeksi bakteri pada kulit.
  • Kondisi Kulit Lainnya. Karena merusak pelindung kulit, masalah kulit seperti jerawat dan eksim, membuat seseorang lebih rentan terhadap bisul.
  • Gangguan Imun. Jika sistem kekebalan tubuh melemah karena alasan apa pun, seseorang jadi lebih rentan terhadap bisul.

Meski tergolong penyakit ringan, bisul tetap tidak boleh dianggap sepele ya Moms. Pasalnya, dalam kasus yang meski cukup jarang, bakteri dari dapat memasuki aliran darah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh.

Bahkan infeksi yang menyebar, umumnya dikenal sebagai keracunan darah (sepsis), dapat menyebabkan infeksi jauh di dalam tubuh, seperti jantung (endokarditis) dan tulang (osteomielitis).

Baca Juga: Bayi Rewel Karena Kulit Gatal? Ini 6 Cara Mengatasinya!

Langkah Tepat Mencegah Bisul

Langkah Tepat Mencegah Bisul

Foto: Orami Photo Stock

Selain mencegah bisul dengan menghindari makanan penyebab bisul, Moms juga perlu melakukan upaya pencegahan yang lain. Sayangnya bisul tidak selamanya bisa dicegah, apalagi pada bayi yang sistem kekebalan tubuhnya masih lemah. Namun, ada langkah-langkah yang bisa membantu menghindari bisul:

  • Cuci Tangan dengan Sabun. Atau sering-seringlah menggunakan antiseptik berbasis alkohol. Mencuci tangan dengan hati-hati adalah pertahanan terbaik melawan kuman. Pastikan selalu mencuci tangan sebelum menyentuh bayi.
  • Tutupi Luka. Jaga agar luka dan lecet tetap bersih dan ditutup dengan perban kering yang steril sampai sembuh.
  • Hindari Berbagi Barang Pribadi. Jangan berbagi handuk, seprai, pisau cukur, pakaian, perlengkapan atletik, dan barang pribadi lainnya. Ini karena bisul dapat menyebar melalui objek, serta dari orang ke orang. Jika Moms mengalami luka, cuci handuk dan pakaian menggunakan deterjen dan air hangat dengan tambahan pemutih, dan keringkan dalam mesin pengering.

Itulah beberapa makanan penyebab bisul dan cara mengatasi bisul yang perlu Moms ketahui. Ingat, jangan sembarangan menanganinya, bisa jadi malah infeksi nantinya.

Artikel Terkait