Kesehatan

KESEHATAN
5 Maret 2021

8 Makanan Penyebab Nyeri Sendi, Catat!

Nyeri sendi atau disebut arthritis adalah kondisi kesehatan umum yang melibatkan peradangan kronis pada persendian.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms sering merasakan nyeri pada persendian? Tentu kondisi tersebut membuat Moms merasa tidak nyaman dan kesakitan ketika beraktivitas. Namun, adakah makanan penyebab nyeri sendi?

Nyeri sendi atau disebut arthritis adalah kondisi kesehatan umum yang melibatkan peradangan kronis pada persendian.

Menurut jurnal Arthritis, kondisi ini menyebabkan nyeri dan kerusakan pada persendian, tulang, dan bagian tubuh lainnya, tergantung pada jenisnya.

Baca Juga: 3 Penyebab Nyeri Sendi pada Balita

Makanan Penyebab Nyeri Sendi

Nyerti sendi tak hanya disebabkan oleh aktivitas fisik lho, Moms. Jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari juga bisa menyebabkan nyeri sendiri.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa makanan penyebab nyeri sendi.

Selain mengonsumsi obat, melakukan diet terhadap beberapa jenis makanan ini terbukti dapat mengurangi keparahan gejala orang dengan radang sendi.

Untuk mengatasi nyeri sendi, berikut 8 makanan penyebab nyeri sendi yang perlu Moms hindari.

1. Gula

makanan penyebab nyeri sendi

Foto: Orami Photo Stocks

Makanan penyebab nyeri sendi pertama adalah gula. Ketika Moms mengalami radang sendi, Moms harus membatasi asupan gula.

Sebuah penelitian dalam jurnal Arthritis Care & Research mengungkapkan bahwa konsumsi gula berlebih pada dapat memperburuk kondisi pasien yang menderita nyeri sendi.

Terlebih lagi, minuman manis seperti soda, dapat meningkatkan risiko artritis secara signifikan.

Selain itu, dalam jurnal Nutrition & Diabetes, sebanyak 1.209 orang dewasa usia 20-30 yang minum soda 5 kali seminggu, memiliki risiko tiga kali mengalami nyeri sendi.

Penelitian lain dalam American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa 200 ribu perempuan yang mengonsumsi soda juga memiliki risiko terkena radang sendi.

Baca Juga: 4 Penyebab Nyeri Sendi Pada Anak Dan Cara Mengatasinya

2. Daging Merah dan Olahan

makanan penyebab nyeri sendi

Foto: Orami Photo Stocks

Beberapa penelitian mengaitkan daging merah dan daging olahan merupakan makanan penyebab nyeri sendi. Hal ini diungkapkan dalam jurnal Frontiers in Nutrition.

Diketahui bahwa daging merah dan daging olahan dapat memperparah nyeri sendi.

Selain itu, dalam penelitian yang dilakukan terhadap 25.630 orang pada jurnal Arthritis & Rheumatism menunjukkan bahwa asupan daging merah yang berlebihan meningkatkan risiko nyeri sendi.

Oleh karena itu, ketika Moms mengalami nyeri sendi, alangkah baiknya untuk membatasi asupan daging merah dan olahan ya, Moms.

3. Makanan yang Mengandung Gluten

makanan penyebab nyeri sendi

Foto: Orami Photo Stocks

Gluten dapat digolongkan sebagai makanan penyebab nyeri sendi. Zat ini terdiri dari sekelompok protein dalam gandum, barley, rye, dan triticale (persilangan antara gandum dan gandum hitam).

Dalam penelitian pada jurnal Nutrients dan The Open Rheumatology Journal menemukan bahwa makanan yang mengandung gluten dapat menyebabkan risiko nyeri sendi.

Sebaliknya, makanan bebas gluten dapat meredakan nyeri sendi.

Meskipun temuan ini menjanjikan, lebih banyak penelitian diperlukan untuk memastikan apakah diet bebas gluten saja benar-benar bermanfaat untuk penderita nyeri sendi. Meski demikian alangkah baiknya kalau Moms membatasi asupan gluten.

Baca Juga: Mengenal Rematik, Penyebab Nyeri Sendi yang Menganggu Aktivitas

4. Makanan Olahan atau Cepat Saji

makanan penyebab nyeri sendi

Foto: Orami Photo Stocks

Makanan olahan yang termasuk dalam makanan penyebab nyeri sendi antara lain makanan cepat saji, sereal sarapan, dan makanan yang dipanggang.

Jenis ini biasanya kaya akan biji-bijian olahan, tambahan gula, pengawet, dan bahan yang berpotensi menyebabkan peradangan.

Semua bahan-bahan tersebut dapat memperburuk gejala nyeri sendi. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan makanan olahan dapat meningkatkan risiko nyeri sendi dan menyebabkan obesitas.

Terlebih lagi, dalam sebuah penelitian pada 56 orang yang mengalami nyeri sendi, mereka yang makan makanan olahan dalam jumlah yang lebih tinggi menunjukkan peningkatan faktor risiko penyakit jantung.

Dengan demikian, makanan olahan menjadi salah satu makanan penyebab nyeri sendi dan dapat memperburuk kesehatan secara keseluruhan dan meningkatkan risiko penyakit lain, Moms.

5. Alkohol

makanan penyebab nyeri sendi

Foto: Orami Photo Stocks

Karena konsumsi alkohol dapat memperburuk gejala nyeri sendi, siapa pun dengan nyeri sendi harus membatasi atau menghindarinya.

Sebuah studi yang terbit di jurnal Arthritis Research & Therapy menunjukkan bahwa ada hubungan antara asupan alkohol dengan peningkatan kerusakan struktural tulang belakang.

Selain itu, makanan penyebab nyeri sendi ini juga dapat memperparah serangan asam urat, Moms.

Baca Juga: 12 Manfaat Ajaib Minyak Zaitun untuk Ibu Hamil, Apa Saja?

6. Minyak Nabati Tertentu

makanan penyebab nyeri sendi

Foto: Orami Photo Stocks

Banyak orang menilai bahwa minyak nabati baik untuk kesehatan. Namun, siapa sangka minyak ini termasuk dalam jajaran makanan penyebab nyeri sendi, Moms.

Diet tinggi lemak omega-6 dan rendah lemak omega-3 dapat memperburuk gejala nyeri sendi.

Hal ini dijelaskan dalam jurnal The Clinical Journal of Pain dan Arthritis Care & Research.

Lemak ini penting untuk kesehatan. Namun, rasio omega-6 dan omega-3 yang tidak seimbang di sebagian besar makanan dapat meningkatkan peradangan.

Mengurangi asupan makanan tinggi lemak omega-6, seperti minyak nabati, dan meningkatkan asupan makanan kaya omega-3 seperti ikan berlemak, dapat memperbaiki gejala nyeri sendi.

7. Makanan Tinggi Garam

makanan penyebab nyeri sendi

Foto: Orami Photo Stocks

Mengurangi garam mungkin merupakan pilihan yang baik bagi penderita nyeri sendi.

Makanan penyebab nyeri sendi yang tinggi garam di antaranya udang, sup kalengan, pizza, keju tertentu, daging olahan, dan banyak item olahan lainnya.

Sebuah penelitian yang terbit pada Yonsei Medical Journal menemukan bahwa radang sendi lebih parah pada tikus yang diberi makanan tinggi garam dibandingkan pada mereka yang menjalani diet yang mengandung kadar garam normal.

Selain itu, penelitian pada British Medical Journal mengungkap bahwa tikus yang menjalani diet rendah garam selama 62 hari, dapat menurunkan keparahan nyeri sendi dibandingkan dengan tikus yang diberi asupan makanan tinggi garam.

Tikus dengan diet rendah garam memiliki lebih sedikit kerusakan tulang rawan dan kerusakan tulang, serta penanda inflamasi yang lebih rendah, daripada tikus dengan diet tinggi garam.

Baca Juga: Makan Garam Berlebihan saat Hamil, Ini Bahayanya

8. Makanan Tinggi AGEs

makanan penyebab nyeri sendi

Foto: Orami Photo Stocks

Produk akhir glikasi lanjutan (AGEs) adalah molekul yang dibuat melalui reaksi antara gula dan protein atau lemak. Mereka secara alami ada dalam makanan hewani mentah dan dibentuk melalui metode memasak tertentu.

Makanan hewani berprotein dan berlemak tinggi yang digoreng, dibakar, atau dipanggang adalah beberapa makanan yang mengandung AGEs tinggi, termasuk bacon, steak goreng atau panggang, ayam panggang atau goreng, dan hot dog panggang. Kentang goreng, keju Amerika, margarin, dan mayones juga kaya akan AGEs.

Ketika AGEs menumpuk dalam jumlah yang terlalu banyak di tubuh Moms, maka akan terjadi stres oksidatif dan pembengkakan. Stres oksidatif dan pembentukan AGE terkait dengan perkembangan penyakit pada orang dengan nyeri sendi.

Faktanya, orang dengan radang sendi telah terbukti memiliki tingkat AGEs yang lebih tinggi dalam tubuh mereka daripada orang tanpa radang sendi.

Mengganti makanan yang mengandung AGEs dengan makanan bergizi dan utuh seperti sayuran, buah-buahan, polong-polongan, dan ikan dapat mengurangi beban AGE total dalam tubuh.

Itulah delapan jenis makanan penyebab nyeri sendi yang perlu Moms hindari agar kesehatan tubuh lebih terjaga.

Apabila nyeri sendi yang Moms alami telah berlangsung lama, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait