Kesehatan

KESEHATAN
10 September 2020

Ini Daftar Makanan yang Direkomendasikan untuk Anak yang Sedang Sariawan

Anak malas makan karena alami sariawan? Coba berikan beberapa jenis makanan untuk anak sariawan yang direkomendasikan berikut!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Dina Vionetta

Sariawan atau dalam istilah medisnya disebut stomatitis adalah peradangan yang terjadi pada mulut. Semua orang pasti pernah mengalaminya, tak terkecuali anak-anak.

Sariawan akan menyebabkan lepuhan yang menyakitkan di area mulut atau di bibir. Oleh karena itu, Moms perlu memperhatikan betul makanan untuk anak sariawan.

Jika tidak, makanan tersebut malah membuat sariawan semakin parah atau membuat rasa tidak nyaman pada anak saat ia makan dan minum.

Jenis Makanan Terbaik untuk Anak Sariawan

Jika anak mengidap sariawan, maka Moms bisa memberikan beberapa jenis makanan untuk anak sariawan ini dan menerapkan beberapa cara makan untuk mencegah rasa tidak nyaman yang mungkin akan terjadi selama sariawan.

Beberapa makanan tersebut antara lain:

1. Makanan yang Lunak dan Mengandung Banyak Cairan

Makanan yang Lunak dan Mengandung Banyak Cairan

Foto: bbc.co.uk

Selama sariawan, anak-anak mungkin lebih bisa mentolerir makanan dengan tekstur lembut atau halus, serta makanan dingin.

Moms bisa memberikan smoothie atau shake, sup hangat (tetapi jangan disajikan terlalu panas), sereal matang yang dibuat dengan air atau susu, yogurt, puding, kentang tumbuk dengan saus, pasta, casserole, dan buah kaleng.

Selain itu, beberapa jenis makanan juga bisa dilembutkan lagi cairan atau bahan setengah cair, seperti susu sapi, susu kedelai, jus, kaldu, saus, saus, sup, yogurt, atau jeli.

2. Makanan Dingin

Makanan Dingin

Foto: kaylaitsines.com

Tak hanya makanan yang lembut, makanan dingin juga mungkin lebih mudah dikonsumsi oleh anak yang sedang sariawan.

Oleh karena itu, makanan seperti buah beku, seperti anggur beku, irisan melon, irisan persik, atau semangka bisa disajikan untuk camilan anak.

Moms juga bisa mengizinkan agar anak mengonsumsi jajanan es yang bisa diisap. Namun jangan biarkan anak mengunyah es karena dapat merusak gigi anak.

Buah Kaya Air

Buah Kaya Air

Foto: healthline.com

Makanan untuk anak sariawan yang direkomendasikan selanjutnya adalah buah yang kaya air seperti semangka, atau buah persik. Makanan ini lebih mudah dicerna sekaligus mencegah anak mengalami dehidrasi.

Tak hanya itu, ada juga beberapa teknik membuat makanan yang bisa Moms lakukan untuk disajikan pada anak yang sedang sariawan, antara lain:

  • Menggunakan blender untuk menumbuk atau mencampur buah atau sayuran.
  • Menambahkan sedikit minyak zaitun ke makanan untuk membuat makanan licin dan lebih mudah ditelan anak.
  • Minta anak segera membilas mulut dengan air hangat, atau larutan apa pun yang direkomendasikan dokter setelah ia makan dan mengonsumsi camilan.
  • Coba gunakan sedotan untuk minum cairan agar bisa membantu melewati area mulut yang mengalami sariawan.
  • Minta anak untuk makan dengan gigitan kecil dan kunyah setiap gigitan dengan hati-hati.
  • Berikan Minumlah teh herbal hangat (bebas kafein), seperti teh kamomil.

Baca Juga: Mengatasi Sariawan pada Bayi, Ini 4 Cara Jitunya

Hindari Jenis Makanan Ini Saat Anak Sariawan

Hindari Juga Jenis Makanan Ini Saat Anak Sariawan

Foto: menshealth.com

Berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh Pearl Point, ada juga beberapa jenis makanan untuk anak sariawan yang perlu dihindari Beberapa jenis makanan tersebut antara lain:

  • Minuman dan makanan berkafein, seperti kopi, soda, cola, dan coklat.
  • Daging yang keras, sayuran mentah, roti, pretzel, nasi, keripik, muffin, dan kue.
  • Obat kumur komersial yang mengandung alkohol.
  • Makanan asam seperti tomat, buah jeruk dan jus (jeruk, jeruk bali, lemon, jeruk nipis).
  • Makanan pedas atau asin.

Moms juga bisa meminta anak untuk berkumur dengan bilasan air garam hangat (½ sendok teh garam dicampur dengan 1 cangkir air hangat) untuk meredakan ketidaknyamanan akibat lepuhan di dalam mulut.

Dikutip dari Kids Health, kebanyakan kasus sariawan pada anak tidak memerlukan perawatan khusus dan akan sembuh dengan sendirinya dalam 1 hingga maksimal 3 minggu.

Baca Juga: Sariawan pada Bayi, Ini Penyebab, Tanda, dan Cara Mengatasinya

Beberapa Hal Penyebab Sariawan pada Anak

Sayangnya tidak ada yang tahu persis apa penyebab sariawan, tetapi banyak hal yang dapat berkontribusi pada perkembangannya.

Hal tersebut antara lain obat-obatan tertentu, trauma pada mulut, gizi buruk, stres, bakteri atau virus, kurang tidur, penurunan berat badan mendadak, dan makanan tertentu seperti jeruk, kopi, coklat, keju, dan kacang-kacangan.

Pada anak, sariawan mungkin juga terkait dengan penurunan sistem kekebalan tubuh sementara akibat pilek atau flu, perubahan hormonal, atau rendahnya kadar vitamin B12 atau folat.

Bahkan menggigit bagian dalam pipi atau mengunyah makanan yang tajam bisa dengan mudah menyebabkan sariawan.

Sementara itu, ada beberapa faktor risiko lain yang tingkatkan risiko anak alami sariawan, antara lain:

  • Tidak menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan baik.
  • Menggosok gigi terlalu keras atau kencang atau luka akibat tidak sengaja tergigit.
  • Akibat respons alergi terhadap bahan yang terkandung di dalam pasta gigi, obat kumur, atau bahan tambalan pada gigi.
  • Kekurangan nutrisi penting seperti vitamin B12, zat besi, dan asam folat.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Infeksi jamur atau bakteri di dalam mulut.
  • Mengidap penyakit sistemik.
  • Stres.

Baca Juga: Sariawan Berkepanjangan: Benarkah Kanker Lidah?

Perhatikan Beberapa Hal Berikut saat Anak Sariawan

Perhatikan Beberapa Hal Berikut Saat Anak Sariawan

Foto: Orami Photo Stock

Selain memerhatikan makanan yang dikonsumsi, ada juga beberapa hal yang perlu menjadi perhatian khusus saat anak alami sariawan. Beberapa hal tersebut adalah:

Hindari Mulut Kering

Pertama-tama, pastikan selama sariawan, anak juga tidak mengalami dehidrasi. Pasalnya dehidrasi bisa menyebabkan gejala sariawan semakin parah.

Jika mulut anak sangat kering meski sudah diberi cukup air, tanyakan kepada dokter mengenai produk untuk melembabkan mulut, atau produk lain yang dibuat khusus untuk mulut kering.

Jaga Kesehatan Mulut

Selama sariawan, anak juga perlu tetap menyikat gigi dengan hati-hati, atau sesuai petunjuk yang diberikan oleh dokter atau perawat. Jangan melewatkan perawatan mulut rutin, karena ini adalah cara penting untuk menurunkan risiko infeksi mulut yang lebih serius.

Ada juga beberapa langkah pencegahan lain yang perlu dilakukan, antara lain:

  • Selalu membersihkan sela-sela gigi dengan dental floss atau benang gigi.
  • Merawat dan memeriksakan kondisi mulut ke dokter gigi.
  • Membatasi konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi.

Segera Bawa Anak ke Dokter Saat Kondisi Sariawan Seperti Ini

Meskipun bisa hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus, akan tetapi sariawan juga bisa mengindikasikan tanda bahwa. Moms perlu segera membawa anak ke dokter jika sariawan yang anak alami memiliki gejala seperti berikut:

  • Ukuran sariawan di mulut cukup besar dan tampak tidak seperti sariawan pada umumnya.
  • Sariawan terus-menerus muncul, bahkan bertambah banyak.
  • Anak mengeluhkan rasa nyeri yang tidak kunjung membaik meskipun sudah minum obat penghilang nyeri.
  • Sariawan sudah berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak ada perbaikan meski sudah mengonsumsi makanan yang direkomendasikan atau menghindari pantangannya.

Baca Juga: Infeksi Jamur pada Puting saat Menyusui, Bagaimana Mengatasinya?

Itulah makanan untuk anak sariawan yang direkomendasikan, pantangan makanan, serta hal-hal lain terkait sariawan yang terjadi pada anak.

Ingat, sariawan akan sangat memengaruhi proses makan anak, sehingga Moms perlu melakukan saran-saran di atas agar anak tetap tercukupi kebutuhan gizinya.

Moms juga tidak boleh mengabaikan gejala lain yang muncul karena ini bisa saja mengarah pada penyakit lain yang lebih serius. Jadi, pastikan kondisi kesehatan anak terjaga dengan baik ya.

Artikel Terkait